Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Jambi

Publication Berita
Dipimpin Langsung Kepala BPTD Benny, 35 Angkutan Barang Ditilang Pada Oper…
19 Agu 2024, 13.12, 489

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Sebanyak 35 angkutan barang didapati melanggar ketentuan aturan kelengkapan (KIR) dan Over Dimensi Over Load (ODOL), pada hari pertama operasi simpatik di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Merlung di Kabupaten Muaro Jambi.Operasi Simpatik sadar keselamatan tanpa ODOL di UPPKB ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf.Benny turun langsung mengomandoi anak buahnya mengatur angkutan barang masuk di Jembatan timbang. Dari dua jam pengawasan pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ditemukan 35 pelanggaran, dan sudah dibuatkan surat tilang."Selama dua jam saja sudah 35 pelanggaran yang kami buatkan tilang, kesalahannya paling banyak adalah tidak ada KIR (surat pemeriksaan berkala)," ucap Benny (19/8/2024).Nantinya pihak pelanggar harus mengambil STNK atau SIM nya yang diberikan sebagai jaminan pelanggarannya di sidang Pengadilan Negeri Sengeti Muaro Jambi. Selain itu syaratnya perusahaan juga harus mengurus KIR di tempat perusahaan asalnya. "Selain pelanggaran KIR juga ditemukan pelanggaran kelebihan muatan namun untuk kelebihan ukuran sejauh ini belum ditemukan," sebutnya.Benny menambahkan operasi simpatik ini tujuannya untuk memotret kendaraan barang yang ada di Jambi, agar dapat diambil langkah kebijakan pimpinan kedepan.Dari temuan dilapangan pelanggaran terbanyak di lakukan oleh angkutan PT. Siba Surya asal Jawa Tengah. Mobil berjenis trailer berwarna merah dengan 12 roda ini mengangkut pupuk dan konstruksi dari Jawa Tengah menuju Medan.Pengemudi Siba Surya, Rudi mengatakan alasan tak membawa KIR karena dalam pengurusan di Jawa Tengah."Sedang diurus karena mobilnya baru, kami tak masalah dengan pemeriksaan ini karena kita hanya pengemudi," sebutnya.Dari penelusuran di Wikipedia PT. Siba Surya merupakan perusahaan Logistik asal Jawa Tengah. Dengah tokoh kunci Direktur Utama Stefanus Suryatmaja, dan Komisaris Utama Daniel Budi Setiawan.Dalam pemeriksaan di UPPKB Merlung ini ikut serta Wasatpel Zulfikar, PPNS dan petugas lapangan. (aan)

Publication Berita
Angkutan Barang Parkir di Pinggir Jalan Akibatkan Kemacetan, Berkat Kesiga…
19 Agu 2024, 13.00, 324

CERDASI.ID, JAMBI – Angkutan barang yang tak lengkap administrasi banyak yang memilih parkir di pinggir jalan sekitar Unit Pengujian Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Merlung di Kabupaten Muaro Jambi, Senin (19/8/2024). Akibatnya, sempat terjadi macet sekitar 1,5 kilometer (Km) di lokasi ini.Kendati demikian, berkat kesigapan petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi macet menjadi terurai. Hal ini diakui oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf.“Kendaraan berhenti di pinggir jalan dan ada indikasi membuat kemacetan. Kemacetan siang hari sekitar 1,5 km sempat terjadi stagnan tetapi kesigapan petugas BPTD berhasil mengatur kembali,” sebut Benny.Benny berharap agar angkutan barang memenuhi kelengkapannya seperti Kartu Uji Berkala (KIR), dan mematuhi ketentuan muatan dan ukuran kendaraan. Agar perjalanannya tak terganggu untuk aktivitas ekonomi perusahaan itu sendiri.Gakkum Operasi Simpatik sadar keselamatan tanpa ODOL di UPPKB ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf.Pemeriksaan operasi simpatik ini diadakan selama 7 hari di UPPKB seluruh Indonesia. Tepatnya pada 19 hingga 25 Agustus 2024 di UPPKB Merlung, Tembesi, Pelawan (Sarolangun).Kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Dirjen Perhubungan Darat.“Operasi Simpatik ini perintah dari Dirjen, dimana penindakan angkutan barang secara nasional, hasil dari pemeriksaan seminggu ini akan diolah dan diundang dalam FGD Wasatpel UPPKB dan pengusaha yang terdeteksi melakukan pelanggaran,” sampainya.Benny menambahkan operasi simpatik ini tujuannya untuk memotret kendaraan barang yang ada di Jambi, agar dapat diambil langkah kebijakan pimpinan kedepan. (cer)

Publication Galleri Video
Publication Berita
BREAKING NEWS ! Tim Terpadu Tertibkan PO Bus yang Masih Angkut Penumpang d…
3 Agu 2024, 19.16, 305

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Tim terpadu yang dipimpin langsung Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf mulai melakukan penertiban Perusahaan Otobus (PO) yang masih menaik turunkan penumpang diluar terminal, pada pagi Jumat (2/8/2024). Padahal, sesuai aturan harusnya aktivitas angkutan penumpang harus di dalam terminal sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Akibat masih adanya loket di pinggir jalan umum seringkali lalu lintas terhambat akibat bus yang berputar atau melawan arah.Tim yang terdiri dari personil Kepolisian, BPTD, Dinas Perhubungan, Jasa Rahardja, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Satpol PP Kota Jambi mulai Sidak menyusuri loket yang berada di sekitaran luar terminal Tipe A Alam Barajo. Bahkan juga ada Tim 2 yang menyidak di sekitaran kawasan Sipin.Tujuan pertama tim adalah PT.Raja Perdana Inti (RAPI). Pada loket bus dengan dengan trayek Jambi - Medan. Didapati pelanggaran masih dilakukan angkutan dan penurunan penumpang. Pihak Rapi kooperatif dan berkomitmen akan masuk ke terminal alam barajo dalam waktu dekat.Kepala BPTD Kelas II A Jambi Benny Nurdin Yusuf mengatakan, pada tempat tinjauan pertama pihak PT. Rapi sadar dan tak ada penolakan untuk masuk terminal."Mereka (Rapi) bilang terkendala dengan loket. Untuk itu saya sudah bilang ke pak Romli (perwakilan Rapi) agar tinjau ke terminal loket mana yang mau dipakai silahkan diperbaiki sesuai seleranya, bahkan akan saya gratiskan 1 tahun untuk biaya PNPB-nya," akunya.Pada peninjauan di PO Rapi akan dilakukan lagi konfirmasi DPMPTSP Kota Jambi terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) karena di Jambi jenisnya kantor perwakilan. Sedangkan kantor pusat berada di Medan."Secara aturan harus punya NIB dan perwakilan harus punya KBLI. Intinya tim terpadu mulai hari ini mulai merapikan dari perizinan, tata cara pemuatan, dan juga jasa rahardja kita libatkan terkait perusaahan sudah membayar premi atau iuran wajibnya (tanggungan kecelakaan)," akunya.Benny berharap setelah 1 minggu dilakukan aksi penertiban BPTD akan melakukan evaluasi dimana pada minggu ketiga Agustus semua loket bus bisa sudah masuk terminal. Hal itu penting lantaran, jika sudah masuk terminal bus bisa dilakukan ramp chek atau uji laik jalan sebelum berangkat.Untuk lokasi ruangan yang dijadikan loket Benny menyebut cukup, dengan total luasan terminal yang hampir 4 hektar. Hanya, saat ini terminal belum disentuh dengan pembangunan tapi berdasarkan DED telah dibuat, dan 2025 akan dipercantik selayaknya stasiun atau bandara."Oleh karena itu sebelum pembangunan kita akan budayakan PO dan masyarakat gunakan terminal, punya rasa memiliki agar pimpinan di pusat semua sudah tertib," akunya.Sementara itu perwakilan PT. Rapi, Romli mengatakan pihaknya menyambut baik tinjauan yang dilakukan tim terpadu."Setelah ditinjau, kita akan lihat dulu loketnya, perbaikan dulu loketnya, kalau udah selesai kami udah pindah. Kami komitmen. Kami tak masalah pindah walaupun saat ini di tempat yang baru," ucap Romli.Selain Rapi, tim terpadu meninjau sejumlah loket lain Seperti PO Ramayana, Perwakilan Ramayana, Kadir menyatakan dari keluhan penumpangnya di terminal masih terkendala toilet dan tempat shalat. "Kami siap aja pindah langsung, kalau PO yang lain siap kita juga siap," ucapnya.Tinjauan Jambi Ekspres di terminal, di loket utama toilet sudah bersih dan layak digunakan penumpang. Dan tak ditemukan kendala toilet kumuh. Adapun PO yang sudah meletakkan spanduknya untuk pindah seperti Sari Mustika, Handoyo, NPM dan Laju Prima. (aan)

Publication Berita
Rapat Lanjutan Optimalisasi TTA Alam Barajo : BPTD Akan Lakukan Penertiban…
3 Agu 2024, 19.11, 192

JAMBIEKSPRES.CO – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi sudah menyusun jadwal penertiban Perusahaan Otobus (PO) yang menaik turunkan penumpang di luar terminal atau loketnya. Upaya itu merupakan bentuk Optimalisasi Terminal Tipe A Alam Barajo.Hal ini ditegaskan oleh Kepala BPTD Kelas II A Jambi Benny Nurdin Yusuf seusai rapat evaluasi optimalisasi pada Rabu (31/7). Terdapat sejumlah poin yang dihasilkan dalam rapat itu.“Kami akan melakukan penertiban PO yang menaik dan turunkan penumpang di loketnya,” ucapnya kepada Jambi Ekspres.Dijelaskannya, langkah itu untuk mengoptimalkan Terminal sebagai tempat untuk menaik turunkan penumpang. Yang akan diintegrasikan layanan Angkutan Kota dan AKDP dan/atau angkutan online di Kota Jambi.Kata Benny, penertiban ini akan didasari dengan surat tugas dari masing-masing instansi terkait seperti Kepolisan, Dishub dan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Jasa Raharja dan Satpol PP Kota Jambi.“Surat dari BPTD kepada Stakeholder terkait perihal meminta personil dengan jumlah maksimum 5) personil,”jelasnya.Kabalai Benny mengungkapkan penertiban akan dilaksanakan pada 6 hari kerja. Yang waktunya tentatif. “Puncaknya akan dilaksanakan evaluasi pada hari terakhir pelaksanaan yaitu hari Jumat, tanggal 9 Agustus 2024,” terangnya.Selain menyasar PO yang tak menaik turunkan penumpang di terminal, BPTD dan pihak terkait juga akan melakukan penertiban lainnya. Seperti penertiban PO yang tidak berizin serta tidak memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Tak hanya itu PO yang memiliki NIB namun tidak mendaftarkan di KBLI juga akan diberi panduan pada 2 Agustus mendatang setelah dilakukan apel bersama.Untuk penertiban ini ada 4 zona penindakan yaitu Kecamatan Alam Barajo, Kecamatan Telanai, Kecamatan Jambi Selatan, dan Kecamatan Pal Merah.Kemudian, penertiban itu juga akan menyasar angkutan umum yang ilegal dan berplat hitam. “Selanjutkan kita akan melaksanakan validasi data dan rekonsiliasi data dari masing masing stakeholder terkait angkutan umum,” ucapnya.Penertiban ini nantinya makin lengkap, dengan adanya agenda penting lainnya pada 1 Agustus. “Juga akan dilakukan rapat bersama mengundang Ojek Online (Ojol) untuk memberi tahu bahwa akan di siapkan tempat untuk para Ojol di Terminal Alam Barajo,” pungkasnya. (*)

Publication Galleri Foto
Minggu Keempat BPTD Kelas II Jambi Sepekan
29 Juli 2024, 13.24, 402

MINGGU KEEMPAT JULI BPTD KELAS II JAMBI SEPEKAN 2024

Publication Berita
Siswa SMA 3 Kota Jambi dan Driver Asal Kerinci Juara Pelopor Keselamatan, …
26 Juli 2024, 14.59, 259

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Para pemenang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan penghargaan Pemilihan Abdi Yasa Angkutan Barang dan Angkutan Orang tingkat Provinsi Jambi, diumumkan, dalam penutupan yang berlangsung pada Jumat (26/7/2024) diumumkan juara 1,2 dan 3 dari dua kategori perlombaan tersebut.Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf mengatakan, dengan tujuan kegiatan ini harapan bersama bisa tercapai. Yakni meningkatkan kepedulian pemuda-pemudi serta para sopir terhadap LLAJ."Saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara ini," ujarnya.Lanjutnya, selama beberapa tiga hari peserta telah mempelajari dan berbagi banyak hal tentang pentingnya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Tak sembarangan, para narasumber adalah sosok berpengalaman di bidangnya masing-masing.Ia berharap, melalui kegiatan ini, semua pihak dapat menjadi pelopor keselamatan lalu lintas yang selalu patuh terhadap peraturan, berhati-hati di jalan, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri serta orang lain."Karena keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," ucapnya.Adapun juara 1 pelajar pelopor keselamatan LLAJ diraih oleh M.Azzikra Al Buchori dari SMAN 3 Kota Jambi. Lalu juara 2 diraih Muhammad Rasyid Ridho dari SMA IT Nurul Ilmi. Serta juara 3 diraih Aurelia Jihan Anestha juga dari SMA IT Nurul Ilmi.Sedangkan juara 1 pada pemilihan penghargaan Abdi Yasa Angkutan Orang dan Angkutan Barang diraih Zainal Arifin S dari Kota Jambi.Diikuti Juara kedua diraih Dian Roza Putra dari Kabupaten Kerinci dan Juara 3 diraih Novianto dari Kota Jambi. Ketiga sopir ini merupakan Abdi Yasa pada bidang angkutan orang.Selanjutnya, para pemenang terpilih ini akan berkompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Yakni Pemuda Pelopor dan Abdi Yasa tingkat Nasional. (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)

Publication Berita
BPTD Jambi Gelar Kegiatan Pelajar Pelopor Keselamatan Berkendara dan Abdi …
24 Juli 2024, 17.11, 237

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Angka kecelakaan lalu lintas dan pertumbuhan kendaraan cukup tinggi, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jambi menggelar kegiatan Pelajar Pelopor Keselamatan Berkendara dan Abdi Yasa pada Rabu (24/7/2024).Kegiatan keselamatan berkendara tersebut merupakan kegiatan rutin nasional yang telah berlangsung sejak tahun 2001. Kegiatan Pelajar Pelopor dan Abdi Yasa ini merupakan kegiatan tingkat kabupaten/kota, yang nantinya para peserta akan diseleksi hingga tingkat nasional.Kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta, terdiri dari 15 peserta pelajar pelopor keselamatan berkendara dan 11 peserta Abdi Yasa dari kabupaten/kota di Provinsi Jambi.Pada tahun sebelumnya, Provinsi Jambi berhasil meraih juara kedua tingkat nasional dalam kegiatan tersebut.Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat BPTD Jambi, Benny Nurdin Yusuf, mengatakan bahwa esensi dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menjadi program pemerintah Indonesia terkait isu global keselamatan berlalu lintas.“Di Indonesia sendiri, angka kecelakaan terbilang cukup tinggi dengan 1,3 jiwa meninggal dunia, atau lebih dari 3.000 jiwa per hari,” ujarnya. “Meskipun untuk Provinsi Jambi, trennya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya,” sambungnya.Harapannya, dengan kegiatan ini, baik pelajar maupun pengemudi (driver) dapat menyampaikan tentang berkendara dan keselamatan berkendara dengan baik kepada masyarakat luas.Berdasarkan data, pertumbuhan kendaraan mencapai 13 persen, sementara pertumbuhan jalan tidak sampai 1 persen. Penambahan kendaraan mencapai 160 juta kendaraan, dengan 84 persen di antaranya didominasi sepeda motor dan 16 persen lainnya kendaraan pribadi.Tingginya data tersebut berpotensi meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas, yang kebanyakan terjadi pada pengemudi usia produktif dan kebanyakan kasus juga terjadi pada kendaraan roda dua. Langkah yang harus diambil adalah bagaimana mengurangi lonjakan transportasi roda dua ini. Menjadi pekerjaan bersama untuk mengatur tata kelola dan sebagainya, sehingga tingkat penggunaan sepeda motor dapat ditekan.