Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Jambi

Publication Berita
BPTD Jambi : Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun Ini Lancar dan Lebih B…
10 April 2025, 4.12, 235

KBRN, Jambi : Hasil evaluasi sementara yang dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi menunjukkan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2025, baik untuk angkutan yang melalui terminal maupun pelabuhan Penyeberangan di Provinsi Jambi secara umum berlangsung dengan lancar dan lebih baik dibanding periode angkutan lebaran tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala BPTD Kelas II Jambi Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, Rabu (9/4/2025). Menurutnya di Provinsi Jambi, terdapat empat terminal yang terdiri dari satu terminal kedatangan dan keberangkatan yaitu terminal Alam Barajo, serta tiga terminal transit yaitu terminal Sribulan di Sarolangun, Terminal Bungo dan terminal Bangko.  Sedangkan untuk penyeberangan terdapat pelabuhan penyebarangan terdapat di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat.Untuk pergerakan penumpang di terminal Alam Barajo, selama periode arus mudik dan balik lebaran sejauh ini, untuk kedatangan terdapat peningkatan sekitar 28 persen dibanding tahun sebelumnya, sedangkan untuk keberangkatan terdapat peningkatan sekitar 150 hingga 170 persen.“Di Terminal Alam Barajo kenaikannya cukup tinggi ya dan ini artinya bahwa animo masyarakat terhadap angkutan penumpang seperti bus ini cukup cukup diminati. Jambi ini kalau  menurut saya ini kan dia strategis tempatnya, menghubungkan ke Padang, ke Pekanbaru, ke Palembang. Memang pergerakan kendaraan yang cukup tinggi untuk bus ini adalah ke arah Padang dan  Pekanbaru juga ada yang ke Jawa dan bahkan sampai ke Jawa Timur,” ujar Kepala BPTD Kelas II Jambi Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf.Dari data pihak BPTD, sejak di H-10 sampai H-1 lebaran untuk kedatangan tercatat kurang lebih sekitar 1.246 penumpang, dengan jumlah bus sekitar 311 unit. Puncak pergerakan untuk kedatangan terjadi di H-6, dengan jumlah penumpang 332 orang. “Sementara untuk keberangkatannya sendiri di H-10 dan sampai HA-1 itu tercatat sekitar 7.374 penumpang dan puncaknya itu kalau kita lihat di data itu di H-5 untuk  keberangkatan, sebanyak 1.013 penumpang. Jadi ini untuk keberangkatan dari Terminal Alam Barajo  ke tujuan,  ada yang ke Padang ke Palembang ada ke Pekanbaru ada juga yang ke Pulau Jawa,” ucapnya.Sementara untuk arus balik, sejak H+1 hingga H+7, untuk di kedatangan sekitar 1.246  penumpang, dengan puncaknya terjadi pada H+6 yaitu sekitar 470 penumpang. “ Ini tentu kita akan masih berharap bahwa pergerakan masih ada di H+7, H+8, H+9 dan H+10. Nanti sampai di tanggal 11 kita masih memantau terus,” lanjutnya.Sementara untuk keberangkatan dari Terminal Alam Barajo ke beberapa tujuan itu, terdata sebanyak  3.255 , dengan puncaknya  terjadi di H+6 sebanyak 598 penumpang.  “Nah ini menandakan bahwa sebenarnya Provinsi Jambi ini  kalau kita analogkan kayak Jakarta ya,  jadi banyak orang yang datang ke Jakarta bekerja . Jambi pun demikian, menjadi salah satu Provinsi tujuan orang untuk sekolah mencari nafkah, karena ini terlihat dari data bahwa begitu arus mudik berlangsung itu tingkat pergerakan orang yang keluar dari Jambi cukup tinggi,” kata Benny.

Publication Berita
Keberangkatan Penumpang di Terminal Tipe A Naik 10 Persen, Kepala BPTD Jam…
11 Jan. 2025, 15.49, 509

JAMBI – Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, A.Md. LLAJ., M.H., mengklaim bahwa Hasil Anev pelaksanaan Posko Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Provinsi Jambi, yang berlangsung dari H-7 (18 Desember 2024) hingga H+10 (5 Januari 2025), berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.Sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, BPTD Kelas II Jambi tidak hanya mendirikan posko tetapi juga menyediakan layanan tambahan berupa pemeriksaan kesehatan gratis di terminal-terminal di Provinsi Jambi dan melaksanakan rampcheck terhadap kendaraan angkutan penumpang. Selain itu, untuk menunjang keselamatan para pemudik, disediakan rest area di UPPKB Jambi Merlung, UPPKB Muara Tembesi, dan UPPKB Pelawan Sarolangun bagi para pemudik yang ingin beristirahat.Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, A.Md. LLAJ., M.H., menyampaikan bahwa selama masa Angkutan Nataru 2024/2025, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah kedatangan dan keberangkatan kendaraan serta penumpang di terminal Tipe A di Provinsi Jambi. Total keberangkatan dan kedatangan selama masa Nataru 2024/2025 di terminal Tipe A Provinsi Jambi mengalami kenaikan sekitar 10% dengan jumlah 8.341 bus. Untuk kedatangan penumpang, terjadi kenaikan sekitar 194% dengan jumlah 4.986 orang, sementara keberangkatan penumpang naik sekitar 415% dengan jumlah 15.627 orang. Berikut adalah data perbandingan :– Terminal Tipe A Alam Barajo yang merupakan asal – tujuan yang mengalami kenaikan Kedatangan penumpang naik 207% (4.198 penumpang) dan Keberangkatan penumpang naik 452% (14.853 penumpang) sedangkan Kedatangan bus turun 10% (304 bus) dan Keberangkatan bus naik 55% (665 bus). – Terminal Tipe A Alam Barajo mencatat kenaikan signifikan dalam jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang selama tahun 2024 dibandingkan tahun – tahun sebelumnya dikarenakan optimalisasi operasional Terminal Tipe A Alam Barajo dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan penyediaan fasilitas sanitasi, kebersihan seluruh area terminal, penyediaan toilet yang bersih, ruang tunggu dan nyaman yang telah dilengkapi kipas angin, Penyediaan troli untuk meminimalkan praktik percaloan, tersedianya kios – kios seperti makanan dan minuman di terminal di Terminal Tipe A Alam Barajo. – Terminal Tipe A Sribulan Sarolangun yang merupakan terminal lintasan yang Kedatangan penumpang turun 49% (86 penumpang) dan Keberangkatan penumpang turun 63% (60 penumpang) untuk Kedatangan dan kebetangkatan bus naik 12% (928 bus). – Terminal Tipe A Pulau Tujuh Bangko termasuk terminal lintasan Kedatangan penumpang naik 109% (396 penumpang) dan Keberangkatan penumpang naik 121% (356 penumpang) untuk Kedatangan dan keberangkatan bus turun 16% (698 bus). – Terminal Tipe A Muara Bungo merupakan terminal lintasan yang Kedatangan penumpang naik 147% (306 penumpang) dan Keberangkatan penumpang naik 134% (358 penumpang) untuk Kedatangan dan keberangkatan bus naik 17% (2.060 bus). BPTD Kelas II Jambi juga melakukan rampcheck terhadap kendaraan yang beroperasi di terminal. Kendaraan yang dinyatakan laik jalan diberi stiker khusus, sedangkan kendaraan yang tidak laik jalan diberikan arahan untuk perbaikan segera. Selama masa posko, BPTD bekerja sama dengan PT. Jasa Raharja Cabang Jambi dan Dinas Kesehatan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di terminal, seperti cek tekanan darah bagi penumpang dan pengemudi.Pemantauan arus lalu lintas di jalan nasional di Provinsi Jambi menunjukkan rata-rata kendaraan melintas sebanyak 8.210 kendaraan per hari. Data kendaraan per lintasan yaitu Lintas Timur 8.018 kendaraan/hari (perbatasan Jambi-Riau), Lintas Penghubung 10.308 kendaraan/hari (Jl. Muara Tembesi) dan Lintas Tengah 6.305 kendaraan/hari (perbatasan Jambi-Sumatera Selatan). Puncak pergerakan kendaraan terjadi pada H+2 (28 Desember 2024) dengan jumlah 11.458 kendaraan yang melintas, didominasi oleh sepeda motor, mobil pribadi, dan truk barang.Hasil Operasi Lilin 2024 oleh Korlantas Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 12%, dengan total 2.497 kasus kecelakaan. Tingkat fatalitas juga turun 13%.Dirlantas Polda Jambi Mengatakan selama masa Angkutan Nataru 2024/2025 di Provinsi Jambi tercatat 12 Kecelakaan Lalu Lintas dan korban nihil, Hal ini menunjukkan efektivitas upaya bersama seluruh pihak dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas.Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, kepolisian, pemerintah daerah, serta operator transportasi, dalam mendukung kelancaran Posko Angkutan Nataru 2024/2025. “Kami akan terus meningkatkan pelayanan transportasi darat demi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat,” pungkasnya.

Publication Berita
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Bapak Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, A.Md. LLAJ.…
6 Nov. 2024, 14.30, 757

Jambi - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi mengungkapkan data menyenangkan, hampir keseluruhan angkutan umum yang beroperasi antar maupun dalam Provinsi Jambi tak mengantongi surat izin beroperasi atau disebut travel gelap. Hal itu terungkap dalam pertemuan “Sinkronisasi Pelayanan Angkutan Umum” bersama Dirlantas Polda Jambi, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Polresta Jambi, Dinas Perhubungan Kota Jambi dan DPD Organda Kota Jambi, bertempat di ruang kantor BPTD Kelas II Jambi, Kota Jambi, Selasa (4/11/24).Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf mengatakan dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan pengecekan di lapangan bersama pihak terkait yakni kepolisian. “Banyak ditemukan travel-travel atau angkutan angkutan gelap yang tidak memiliki izin berdasarkan data yang kami terima,” kata Benny.Ia menyebut dari sampel yang ada Perusahaan Otobus (PO) yang tercatat berizin pun ditemukan sudah mati. “Khusus untuk angkutan antar jemput dalam provinsi (AJDP) itu yang memiliki izin baru satu yaitu restu ibu, itu pun berdasarkan data izinnya juga sudah mati,” kata Benny. Fenomenan lainnya, lanjut Benny, kendaraan angkutan umum yang memiliki izin menggunakan pelat berwarna kuning, namun di lapangan sedikit sekali ditemukan."Pada faktanya di lapangan banyak kita temui ada Avanza ada APV ada Kijang, Panther itu mengangkut penumpang dengan menggunakan plat hitam,” sampainya.Kedepan, lanjutnya pihaknya akan melakukan penertiban di lapangan dan menentukan titik keberangkatan bagi angkutan umum dalam provinsi dimulai dari terminal Tipe A Alam Barajo.“Hari ini kita sudah sepakat bahwa semua layanan angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), itu semua berasal atau titik asal dari terminal Alam Barajo kecuali layanan yang menuju ke Suak Kandis dan Sabak itu dimulai dari titik awal dari terminal sijenjang,” ujarnya.“Adapun untuk loket hanya sebatas penunjang penjualan tiket bukan untuk naik turunnya penumpang,” tambahnya. Ia memastikan kedepan bagi kendaraan yang ditemukan menggunakan plat hitam membawa penumpang, maka akan dilakukan penindakan tegas seperti penyitaan mobil. “Kita juga sudah melakukan penghimbauan kepada semua PO yang ada di Jambi untuk masuk ke dalam terminal,” pungkasnya. (*)

Publication Berita
Evaluasi Lalu Lintas di Kota Jambi, Fokus pada Kemacetan dan Revitalisasi …
7 Okt. 2024, 14.20, 813

JAMBIEKSPRES.CO.ID – Rapat forum lalu lintas dan angkutan jalan di Kota Jambi digelar di aula Dinas Perhubungan Kota Jambi pada Senin, (7/10/2024). Pertemuan ini merupakan kegiatan rutin triwulanan yang bertujuan untuk mengevaluasi kondisi lalu lintas dan transportasi di Kota Jambi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi, A. Ridwan, menyampaikan bahwa forum ini membahas kompleksitas permasalahan transportasi yang tengah dihadapi Kota Jambi, terutama masalah kemacetan. "Kemacetan ini perlu diatasi dengan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan membuat median jalan," katanya. Ridwan menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi, bukan hanya dari pemerintah kota. Dalam evaluasi tersebut, ia mencatat beberapa aspek yang perlu diperhatikan, antara lain penambahan median jalan, angkutan keselamatan, penetapan ruas zona, dan perbaikan angkutan kota. Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah Terminal Alam Barajo, yang perlu mendapatkan perbaikan dan revitalisasi. Selain itu, Ridwan juga menyebutkan pentingnya penertiban perusahaan otobus (PO) yang diwajibkan masuk ke terminal. "Kami akan membentuk tim satgas untuk menangani persoalan ini," tegasnya.Ridwan menambahkan salah satu kendala PO tidak masuk terminal Alam Barajo selama ini adalah masih kurangnya sarana di terminal."Ini juga salah satu kendalanya," ujarnya. Sementara Kepala BPTD Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf mengaku, pihak sudah merencanakan revitalisasi terminal Alam Barajo yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2025.Benny mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan penertiban PO dan meminta agar segera masuk ke terminal. "Dalam waktu dua bulan, saya tidak akan menarik BNPP mereka," katanya. Ia menegaskan bahwa Terminal Alam Barajo sudah siap digunakan dengan fasilitas yang memadai, termasuk ruko kecil dan cafe.Kendati demikian, Benny juga menggarisbawahi pentingnya integrasi angkutan di terminal. "Terminal harus terintegrasi, tidak hanya untuk angkutan AKAP, tetapi juga AKDP dan angkutan perkotaan," jelasnya.Ia mengingatkan bahwa jika integrasi ini tidak dilaksanakan, kemacetan di Kota Jambi akan semakin parah. Mengacu pada pengalaman dari kota lain, Benny mengibaratkan kondisi Jambi saat ini mirip dengan Makassar di tahun 2000-an, di mana keterlambatan dalam penanganan masalah transportasi telah menjadi tantangan besar. "Namun, Jambi masih memiliki kesempatan untuk ditata dengan baik," imbuhnya.Benny juga menyoroti potensi perkembangan angkutan, terutama dengan adanya pembukaan jalan tol. "Kota ini harus dipersiapkan untuk perkembangan tersebut, mengingat data kedatangan angkutan AKAP pada 2023 mencapai 66 ribu. Meskipun ada penurunan di 2024, potensi ini bisa meningkat seiring dengan dukungan infrastruktur tol," tutupnya. Dengan diskusi ini, diharapkan semua pihak dapat bersinergi untuk mengatasi permasalahan transportasi di Kota Jambi demi kelancaran dan keselamatan masyarakat. (hfz)

Publication Berita
Seru ! Night Fun Run BPTD Jambi Diapresiasi Kemenhub RI dan Anggota DPR RI
28 Sep. 2024, 15.47, 695

JAMBI - Kegiatan positif Night Fun Run 5 Kilometer (Km) yang diselenggarakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi diapresiasi oleh pejabat Kementerian Perhubungan RI. Tak hanya itu, anggota DPR RI H. Bakri juga mengapresiasi kegiatan pada mala Sabtu (28/9/2024) iniDalam laporan panitia, Kepala BPTD Kelas II Jambi Dr. Benny Nurdin Yusuf menyampaikan, melalui moment Pekan Keselamatan Jalan (PKJ) bertujuan meningkatkan keselamatan lalu lintas dan meminimalisir kecelakaan melalui edukasi lalu lintas yang terus disosilisasikanBenny menyatakan PKJ merupakan kegiatan Kemenhub pusat yang menjadi gagasan masyarakat dunia untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. "Kegiatan ini akan kita lanjutkan tahun kedepannya untuk menerapkan zero accident. Telah dilakukan digital campaign melalui sosialisasi, podcast keselamatan jalan dengan RRI. Juga sosilisasi di penempatan jalan dengan Kepolisian. Dan puncaknya ditutup dengan Night Fun Run untuk mengingatkan pentingnya keselamatan jalan," sampainya.Ia juga menyampaikan permohonan maaf bagi masyarakat yang terganggu di jalan umum. Karena dalam catatan terakhir panitia BPTD ada 2.000-an pelari yang ikut lari malam sejauh 5 kilometer yang mengambil start dan finish di Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi."Kita sudah melakukan sosialisasi, Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa diingat masyarakat dalam berlalu lintas di Provinsi Jambi," sampainya.Sementara itu, dalam sambutannya Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub RI Amirulloh, S.SiT,M.MTr menyatakan ia juga ikut berlari dan kegiatan itu merupakan kebanggaan bagi dirinya. Dan ia menitipkan hadiah motor listrik sebagai doorprize."Saya mengapresiasi upaya BPTD Jambi yang terus mengglorifikasikan (meningkatkan) sosialisasi keselamatan lalu lintas mulai dari anak TK hingga dewasa. Pentingnya keselamatan berlalu lintas untuk tekan kecelakaan lalu lintas, karena datanya ada 67 persen kecelakaan itu ada pada kasus kecelakaan sepeda motor," kata Amirulloh yang hadir langsung di Kota Jambi.Ia meyakini di Jambi tingkat kepatuhan keselamatan lalu lintas sangat tinggi. Tak kalah mengapresiasi, Anggota DPR RI 4 periode Dapil Jambi H.Bakri juga mengapresiasi acara ini istimewa karena diikuti ribuan peserta. "Ini acara istimewa perlu dilanjutkan dan ditingkatkan lagi. Penting untuk sosialisasi keselamatan berlalu lintas," kata Legislator yang duduk di Komisi V membiayai perhubungan dan infrastruktur ini.Acara puncak PKJ Provinsi Jambi Tahun 2024 ini sendiri ditutup oleh Pjs Gubernur Jambi Dr.H.Sudirman yang diwakili Asisten II Setda Provinsi Jambi Johansyah, SE,ME.Johasyah mengingatkan masyarakat untuk tertib berlalu lintas."Atas nama masyarakat dan Pemprov Jambi, terimakasih atas kerja keras dan dedikasi waktu nya demi memberikan pelayanan maksimal kepada stakholder perhubungan di Provinsi Jambi," katanya.Hadir juga dalam kegiatan ini Sekda Kota Jambi M.Ridwan, perwakilan Polri dan TNI serta jajaran forkopimda lainnya. Serta tampak Kadishub Kota Jambi Saleh Ridha dan Kadis LH Kota Jambi Ardi.Pada akhir acara diserahkan hadiah lomba cerdas cermat SMA sederajat, lomba keselamatan berlalu lintas, juga diserahkan hadiah kepada Pelopor Keselamatan berlalu lintas. Serta doorprize bagi 500 peserta lari yang beruntung menginjak garis finish lebih awal. Hadiah yang disediakan seperti kulkas, kompor gas dan doorprize motor listrik.(viryzha/aan)

Publication Berita
BPTD Kelas II Jambi Temukan Fenomena Kartu Uji Dipalsukan Sindikat, Pada G…
26 Agu 2024, 16.45, 664

CERDASI.ID, JAMBI – Pada 3 hari awal penegakan hukum (Gakkum) operasi simpatik sadar keselamatan tanpa Over Dimensi Over Loading (Odol) terdata setidaknya 232 angkutan barang melanggar. Didalamnya, 4 kendaraan dikandangkan atau ditahan karena ukurannya tak sesuai ketentuan (Over Dimensi). Gakkum ini akan dilaksanakan hingga 25 Agustus mendatang.Menariknya, pada pengawasan terakhir Rabu didapati fenomena Kartu Uji Berkala kendaraan (KIR) yang di palsukan. Cara untuk mengetahui pemalsuan dengan menmindai (scan) barcode. Jika barcode tak memunculkan hasil data maka dipastikan Barcode itu palsu.“Ini sangat banyak dan telah kita laporkan ke pusat (Kemenhub RI) agar dilakukan penertiban. Dan saya selaku Kepala BPTD mengindikasikan perbuatan pemalsuan merupakan sindikat. Karena rata-rata Kartu uji palsu yang ditemukan adalah milik perusahaan. Yang artinya perusahaan sudah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga atau biro jasa. Biro jasa akan kita kejar apa benar-benar kendaraan dibawa ke UPUBKB atau hanya suratnya yang didapatkan dari oknum yang sediakan Kartu Uji palsu ini,” ungkap Kepala BPTD Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf.Tak hanya itu, lanjut Benny, ada juga cara pemalsuan lainnya yakni Barcode yang bisa terbaca tetapi, data yang ada bukanlah data yang dikeluarkan oleh Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB).“Kelihatannya yang satu ini makin canggih caranya, ini tujuannya mengelabui petugas, namun setelah diteliti data tersebut adalah data yang tidak sesuai yang dkeluarkan UPUBKB. Hal ini sudah kami lakukan kepada Direktur (Kemenhub) dan ini agar segera di bahas di pusat, sehingga sindikat itu perlu ditertibkan karena dengan kartu uji palsu itu berpotensi merupakan kendaraan yang dipanjangkan sumbunya, ditambah sasisnya, tinggi dan kondisi fisik di lapangan tak sesuai standarisasi yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat,” kata Benny.Dengan Kartu Uji palsu bisa membuat bahaya bagi pengemudi dan pengguna jalan, karena kendaraan yang tak sesuai rancangan pabrikannya bisa berpotensi kecelakaan.Dari Gakkum ini, Benny berharap masyarakat bisa mendapat informasi yang benar. Sehingga bisa menjadi suatu pelajaran tata cara pemuatan, pemenuhan aspek administrasi, STNK, Kartu uji dan kepatuhan daya angkut agar benar-benar dipedomani.“Karena kami BPTD yang mengampu kegiatan ini bersama kepolisian, terus melakukan penindakan dan periode 19 hingga 25 Agustus Operasi Simpatik sadar keselamatan ini akan menjadi moment untuk mengevaluasi langkah yang dilakukan terhadap tingkat pelanggaran yang dilakukan dalam angkutan barang umum maupun khusus,” sampainya.Dijelaskan Benny 3 hari awal Gakkum, semakin hari pelanggarannya menurun. Dikarenakan kendaraan telah terjaring sebelumnya. Selain informasi Gakkum juga telah sampai ke pelaku usaha, sehingga kendaraannya yang melanggar dibatasi untuk beroperasi.“Harapan kami tak hanya pembatasan perjalanan tapi mereka harus tahu kendaraan yang tidak sesuai aturan agar dilakukan penyesuaian aturan. Termasuk tata cara pemuatan yang tak boleh mengangkut lebih dari muatan yang ditetapkan, harus sadar kedepan jika tak penindakan serentak tetap memenuhi daya angkut,” pungkasnya. (cer)

Publication Berita
4 Angkutan Barang Dikandangkan, 232 Kendaraan Langgar Aturan Ditilang
26 Agu 2024, 16.08, 604

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO - Pada 3 hari awal penegakan hukum (Gakkum) operasi simpatik sadar keselamatan tanpa Over Dimensi Over Loading (Odol) terdata setidaknya 232 angkutan barang melanggar. Di dalamnya, 4 kendaraan dikandangkan atau ditahan karena ukurannya tak sesuai ketentuan (Over Dimensi). Gakkum ini akan dilaksanakan hingga 25 Agustus mendatang.Kepala BPTD Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf mengungkapkan, dari 19 hingga 21 Agustus siang total sebanyak 232 penindakan tilang akibat kelebihan muatan, tak memiliki Kartu Uji (KIR) dan lainnya. Jumlah itu didapati pada pengawasan di 3 Unit Penimbangan Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) seperti di Merlung, Muara Tembesi dan Pelawan. Plus juga ditambah Gakkum kendaraan over dimensi di depan kantor BPTD pada Rabu (21/8/2024)."Ada 4 angkutan barang yang dikandangkan (ditahan). Rinciannya, 2 unit dari pemeriksaan di UPPKB Tembesi pada Selasa. Dan 2 lainnya didapati pada Gakkum hari Rabu terindikasi penambahan sumbu dan RHO (Dimensi). Dengan fungsi kendaraan merupakan  untuk mengangkut motor dan jenis kendaraan," kata Benny.Tindak lanjutnya, kendaraan yang dikandangkan itu akan diproses berdasarkan ketentuan pasal 277 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,  maka prosesnya melalui berita acara biasa alias masuk ke dalam ranah pidana."Nanti PPNS kami akan melakukan gelar perkara dengan menghadirkan penguji dan akan dilihat siapa saja yang akan diajukan sebagai pihak terkait upaya perubahan dimensi atau perubahan sumbu kendaraan tersebut," sebutnya.Sementara terkait pemotongan ukuran yang berlebih, Benny menyebut pihaknya tak punya  kewenangan melakukannya. Dimana pemotongan akan dikembalikan kepada pemilik kendaraan itu."Artinya pemilik akan tahu telah dilakukan perubahan sehingga pemilik juga yang akan mengembalikan (seperti aslinya) bersama dengan bengkel yang melakukan perubahan itu. Dan bukan tak mungkin bengkel yang melakukan perubahan atau karoseri ketika terlibat perubahan sumbu dan penambahan ukuran tentu akan kita jadikan sebagai saksi, dan bisa jadi menjadi tersangka terkait perubahan bentuk tersebut," sampainya."Kelihatannya yang satu ini makin canggih caranya, ini tujuannya mengelabui petugas, namun setelah diteliti data tersebut adalah data yang tidak sesuai yang dkeluarkan UPUBKB. Hal ini sudah kami lakukan kepada Direktur (Kemenhub) dan ini agar segera di bahas di pusat, sehingga sindikat itu perlu ditertibkan karena dengan kartu uji palsu itu berpotensi merupakan kendaraan yang dipanjangkan sumbunya, ditambah sasisnya, tinggi dan kondisi fisik di lapangan tak sesuai standarisasi yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat," katanya.Dengan Kartu Uji palsu bisa membuat bahaya bagi pengemudi dan pengguna jalan, karena kendaraan yang tak sesuai rancangan pabrikannya bisa berpotensi kecelakaan.  Dari Gakkum ini, Benny berharap masyarakat bisa mendapat informasi yang benar. Sehingga bisa menjadi suatu pelajaran tata cara pemuatan, pemenuhan aspek administrasi, STNK, Kartu uji dan kepatuhan daya angkut agar benar-benar dipedomani. 

Publication Berita
Asosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia Mendukung Penuh Langkah Pemerintah da…
19 Agu 2024, 13.29, 4542

MEDIAINVESTIGASIMABES.CO.ID | Jakarta – Penertiban dan penindakan kendaraan angkutan, yang membawa barang muatan melebihi kapasitas maksimal dari sisi dimensi dan sisi berat Volume kendaraan atau overdimension and overloading/ODOL memerlukan Perhatian dari Seluruh Elemen Masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan akan penerapan regulasi yang tegas.Pengoperasian kendaraan angkutan barang Yang melebihi kapasitas maksimal termasuk pelanggaran lalu lintas berat dan dapat membahayakan keselamatan Pengemudi dan juga pengguna jalan Lainnya.Aksi operasi serentak yang dilakukan UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) dibawah kementrian perhubungan yang melaksanakan tugas pengawasan barang Pada tanggal 19 -25 Agustus 2024 melakukan operasi serentak seluruh Indonesia dengan tema ”Keselamatan Tanggung Jawab Kita Bersama”.Presiden Asosiasi pengemudi seluruh indonesia (APSI Bersatu) Dr (c) Abid Akbar Aziz Pawallang., SH., MH saat di hubungi Di Kantornya Menyatakan Bahwa Asosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia mendukung penuh program pemerintah dalam rangka meningkatkan keselamtan lalulintas dan angkutan jalan serta menekan Fatalitas kecelakaan yang melibatkan angkutan barang.Operasi simpatik yang di lakukan direktorat jendral perhubungan darat yang melakukan pengawasan penegakan hukum terhadap kendaraan angkutan barang yang melakukan pelanggaran akan di tindak sesuai aturan undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang ‘’Lalulintas dan angkutan barang’’tegas Akbar Selaku Presiden APSI Yang Juga Pimpinan Pada Kantor Hukum Pawallang And Brother Law Firm, pada Senin,19/8/24.Operasi Serempak di Seluruh Indonesia Tersebut Menyasar hal-hal Sebagai Berikut :kegiatan tersebut dilakukan serentak seluruh Indonesia dari tanggal 19-25 Agustus 2024pengawasan dan penegakan hukum pada angkutan barang yang melanggar operasional baik administratif maupun teknis.Kegiatan ini dilakukan bersama dengan stekholder terkait seperti : Kepolisian Republik Indonesia,Dinas Perehubungan Provinisi/kab/kota serta di dukung penuh oleh Tentara Nasional Indonesia ( TNI ).Presiden Asosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia Dr (c) Abid Akbar Aziz Pawallang., SH., MH., Berharap Bahwa Operasi Ini dapat Dilakukan Secara Berkelanjutan dan Terus Menerus Agar Dapat Menekan Angka Kecelakaan Yang Dialam Pengemudi dan Pengguna Jalan Lainnya dan Segenap Anggota Asosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia Berharap hal Ini Bisa Dilaksanakan Dari Hulu hingga Hilir yaitu Melakukan Pemeriksaan ke seluruh Perusahaan – perusahaan dan usaha Per orangan secara rutin agar Kedepannya pengemudi Indonesia Tidak Lagi Merasa adanya Dikotomi (Perbedaaan) Antara Perusahaan satu dan LainnyaBahwa Terkadang Oknum Pengusaha Tertentu Kerap Menjadikan Pengemudi Sebagai Korban dengan Ancaman Akan di Berhentikan Pekerjaannya Jika Tidak Membawa Unit kendaraan Yang Melebihi Kapasitasnnya (Overload/Overdimension), Terkadang Pula ada Oknum Pengusaha Yang Menyiasati tidak Menjalankan Unit Kendaraannya saat ada PenertibanAsosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia berharap Operasi secara Acak dan Berkelanjutan Yang Menyasar ke seluruh Perusahaan dan Perorangan dapat berjalan Pararel dengan Penertiban Secara Berkelanjutan demi Keselamatan Pengemudi Indonesia, Agar tidak ada lagi Pengemudi di Indonesia yang Menjadi Korban dari Ketamakan Oknum Pengusaha Yang Bertujuan Memperkaya diri sendiriTerkait dengan Penolakan akan Operasi Serentak yang dilakukan Sekelompok Kecil Yang Menamakan dirinya Pengemudi terhadap Operasi Yang Dilakukan UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) dibawah kementrian perhubungan yang melaksanakan tugas pengawasan barang Pada tanggal 19 -25 Agustus 2024 Presiden Asosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia Menegaskan Bahwa Operasi Simpatik Tersebut Sesungguhnya Telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dan Negara Tidak Boleh Kalah dengan Para Pelanggar Hukum Yang Mengatasnamakan PengemudiBahwa Apabila Kelompok Kecil Yang Menolak Operasi Simpatik Yang dilakukan Pemerintah Tersebut Benar adalah Pengemudi Yang sebenarnya maka sepatutnya Merasa Terlindungi Karena Imbas dari Overload dan Over Dimension Tersebut Kerap menjadi Pemicu Utama Kecelakaan di Jalan Raya, dan Bukan Terancam Karena secara Nyata Unit kendaraan Tersebut Melakukan Pelanggaran sebagaimana Kententuan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, Pungkas Presiden Asosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia Berdarah Makasaar Tersebut.

Publication Berita
Operasi Simpatik ODOL di UPPKB Merlung, Angkutan PT.Siba Surya Mendominasi…
19 Agu 2024, 13.15, 614

CERDASI.ID, JAMBI – Sebanyak 35 angkutan barang didapati melanggar ketentuan aturan kelengkapan (KIR) dan Over Dimensi Over Load (Odol), pada hari pertama operasi simpatik di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Merlung di Kabupaten Muaro Jambi.Menariknya, terdapat satu angkutan dari Perusahaan PT.Siba Surya asal Jawa Tengah yang mendominasi pelanggaran. Setidaknya ada 13 angkutan barang dari badan usaha Logistik itu yang melanggar.Operasi Simpatik sadar keselamatan tanpa ODOL di UPPKB ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf.Benny turun langsung mengomandoi anak buahnya mengatur angkutan barang masuk di Jembatan timbang. Dari dua jam pengawasan pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ditemukan 35 pelanggaran, dan sudah dibuatkan surat tilang.“Selama dua jam saja sudah 35 pelanggaran yang kami buatan tilang, kesalahannya paling banyak adalah tidak ada KIR (surat uji pemeriksaan berkala) seperti KIR kontainernya,” ucap Benny (19/8/2024).Nantinya pihak pelanggar harus mengambil STNK atau SIM nya yang diberikan sebagai jaminan pelanggarannya di sidang Pengadilan Negeri Sengeti Muaro Jambi. Selain itu syaratnya perusahaan juga harus mengurus KIR di tempat perusahaan asalnya. “Selain pelanggaran KIR juga ditemukan pelanggaran kelebihan muatan namun untuk kelebihan ukuran sejauh ini belum ditemukan,” sebutnya.Benny menambahkan operasi simpatik ini tujuannya untuk memotret kendaraan barang yang ada di Jambi, agar dapat diambil langkah kebijakan pimpinan kedepan.Pemeriksaan operasi simpatik ini diadakan selama 7 hari, tepatnya pada 19 hingga 25 Agustus 2024 di UPPKB Merlung, Tembesi, Pelawan (Sarolangun).Dari temuan dilapangan pelanggaran terbanyak di lakukan oleh angkutan PT.Siba Surya asal Jawa Tengah. Mobil berjenis trailer berwarna merah dengan 12 roda ini mengangkut pupuk dan konstruksi dari Jawa Tengah menuju Medan. Selain itu mobil Siba Surya juga mengangkut tiang pancang untuk jalan tol di Pekanbaru yang kelebihan muatan.Pengemudi Siba Surya, Rudi mengatakan alasan tak membawa KIR karena dalam pengurusan di Jawa Tengah.“Sedang diurus karena mobilnya baru, kami tak masalah dengan pemeriksaan ini karena kita hanya engemudi,” sebutnya.Dari penelusuran di Wikipedia PT.Siba Surya merupakan perusahaan Logistik asal Jawa Tengah. Dengan tokoh kunci Direktur Utama Stefanus Suryatmaja, dan Komisaris Utama Daniel Budi Setiawan.Dalam pemeriksaan di UPPKB Merlung ini ikut serta Wasatpel Zulfikar, PPNS dan petugas lapangan. (cer)