Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Sulawesi Utara

Publication Berita
Rapat Pembahasan Penyelesaian Tindak Lanjut Pemerintah Daerah yang Berkebe…
29 Feb. 2024, 8.21, 1178

Audiensi Terkait Tindak Lanut Penyelesaian Hibah Barang Milik Negara (BMN) yang akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Manado (28/02) Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara menghadiri rapat Pembahasan Penyelesaian Tindak Lanjut Pemerintah Daerah yang Berkeberatan Menerima Hibah BMN di Wilayah Provinsi sulawesi Utara yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan arang Milik Negara (BKAD) Provinsi Sulawesi Utara.Kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua Tim Substansi BMN Setditjen Hubdat - Ibu Siti Ratna Hapsari, didamping oleh Bpk. Beta Margunadi, ST., MT. selaku Perekayasa Madya Direktorat TSDP Ditjen Hubdat, beserta Tim BMN BPTD Kelas II Sulut. Turut hadir juga dalam pembahasan tersebut para Kepala Dinas Perhubungan yang terkait dalam proses Tindak Lanjut tersebut.Disampaikan bahwa salah satunya pembangunan di Pelabuhan Penyeberangan Miangas selesai di tahun 2017, telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan pada tahun 2021 - 2023 dan terdapat permohonan penundaan hibah aset dikarenakan adanya force major pada tahun 2024.Selanjutnya terkait Pelabuhan Penyeberangan Kawaluso di Kab. Kep. Sangihe yakni pembangunan selesai pada tahun 2017, dan pada tahun 2021 terdapat ketidak sanggupan dari Bupati Kab. Kep. Sangihe Tahun 2024.

Publication Siaran Pers
Press Tour dan Media Bfriefing Tahun 2024 Provinsi Sulawesi Utara
7 Feb. 2024, 15.00, 953

Manado (5/2) - Dalam rangka meningkatkan perkembangan KSPN Super Prioritas di Provinsi Sulawesi Utara, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melaksanakan Press Tour Tahun 2024 yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan berlangsung pada 05 s/d 07 Februari 2024 bertempat di Luwansa Hotel and Convention Center, Kota Manado.Kegiatan Press Tour di awali dengan pelaksanaan Media Briefing yang dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat - Bpk. Amirulloh, dan disaksikan bersama oleh seluruh peserta Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub)."di Sulawesi Utara ada terminal seperti bandara, hal ini membutktikan bahwa pembangunan perhubungan disektor transportasi sudah merata ke seluruh wilayah Indonesia" pungkas AmirullohKepala BPTD Kelas II Sulut - Bpk. Sri Hardianto turut hadir dengan membawakan pemaparan terkait kesiapan Sarana dan Prasarana di Provinsi Sulawesi Utara. Narasumber lainnya mitra kerja dan stakeholder terkait turut andil memberikan pemaparan dalam kesempatan tersebut, khususnya dalam mendukung pertumbuhan KSPN di Provinsi Sulawesi Utara.Sri Hardianto mengungkapakan penghargaan yang tinggi kepada Ditjen Hubdat "Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyelenggara kegiatan Press Tour Ditjen Perhubungan Darat, atas kepercayaannya kepada BPTD Kelas II Sulut sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini."Peninjauan lapangan menjadi tujuan utama dalam kegiatan ini. Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tangkoko, UPPKB Wangurer, dan Pelabuhan Penyeberangan Bitung mendapatkan kesempatan dari Sesditjen Hubdat beserta rombongan untuk menjadi tempat tujuan dalam rangka peninjauan sarana dan prasarana serta pelayanan kepada masyarakat.Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menjelaskan bahwa "ini adalah salah satu Terminal Tipe A yang direvitalisasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan menurut kami ini sangat bagus karena ini merupakan Terminal Serasa Bandara yang dimana jika masuk ke terminal, masyarakat dimintakan untuk mengambil nomor antrian terlebih dahulu, kemudian menunggu di ruang tunggu, dan setelah itu naik kedalam kenderaan sesuai dengan nomor antriannya. Hal ini membuat masyarakat lebih disiplin dalam menggunakan angkutan umum."Para anggota rekan-rekan wartawan Forwahub mengambil bagian dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada Sesditjen Hubdat, Kepala BPTD Kelas II Sulut, dan Pengamat Transportasi - Bpk. Djoko Setijowarno.

Publication Siaran Pers
Di Penyeberangan Bitung Pengemudi Tegur Awak Kapal Ferry ....
6 Feb. 2024, 15.00, 1050

Di Penyeberangan Bitung Pengemudi Tegur Awak Kapal Ferry BISNISNEWS.id - Penyeberangan Bitung Sulawesi Utara menjadi salah satu tempat yang disinggahi Sekretaris Jenderal perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Setditjen Hubdar Kemenhub) Amirullah dan rombongan dalam kunjungan kerjanya Senin (5/2/2024).Di penyeberangan Bitung, penegakan hukum dan safety menjadi super prioritas. Pasalnya, para pengemudi angkutan barang yang melalui jalur penyeberangan ini menolak naik kapal yang tidak memenuhi syarat keselamatan.Pengakuan ini disampaikan langsung oleh pengemudi yang akan menyeberang ke Sangir.  Dikatakan,  para pengemudi akan mengingatkan awak kapal untuk memeriksa seluruh kendaraan yang masuk ke kapal ferry sebelum  kapal diberangkatkan." Kami tidak akan mau naik kapal yang melanggar aturan karena nantinya kami sendiri yang dirugikan," ungkap Martin, salah satu pengemudi truk yang mengangkut sembako tujuan Sangir.Salah satu yang paling diperhatikan pengemudi di penyeberangan Bitung adalah,  soal lashing. Yakni, kendaraan dan barang wajib diikat rodanya ke badan kapal saat masuk ke kapal.Alasan pengemudi ini sederhana, untuk keselamatan barang bawaannya. " Kalau kendaraan ini tidak diikat, saat kapal ini oleng diterjang ombak atau ada faktor lain, kendaraan kami ikut miring dan bergeser, ini kan bahaya bang, kapal bisa miring dan masuk laut," kata Martin.Ungkapan serupa disampaikan Rudi, pengemudi truk membawa perlengkapan furniture tujuan yang sama.Kata Rudi, lebih baik telah berangkat ketimbang ada masalah di tengah laut." Kalau kapal oleng ke kiri atau ke kanan, kendaraan kami ikut oleng dan kalau tidak diikat kendaraan tergeser,  barang kami tercebur ke laut, kami yang rugi dan keselamatan kami juga terancam," jelasnya.Penyeberangan Bitung sendiri saat ini melayani lintasan penyeberangan  ke Ternate,  Tobelo,  Mangaran,  Melonguane Sangir dan Siau LembeGM  ASDP Indonesia Ferry cabang Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara  Arief Eko Rusdiansjah menjelaskan,  peraturan keselamatan menjadi prioritas." Di Bitung  ini seluruh kendaraan yang masuk ke kapal wajib lashing," kata Arief.Kesadaran para pengguna jasa khususnya pengemudi angkutan barang, membantu kelancaran petugas di lapangan.Ditanya, kenapa ada beberapa pelabuhan penyeberangan di Jawa umumnya tidak melakukan lashing terhadap kendaraan yang masuk kapal, menurut  Arief, kemungkinan lintasannya terlalu padat, sehingga waktu melakukan lashing sedikit.Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 30 Tahun 2016tentang Kewajiban Pengikatan Kendaraan Pada Kapal Angkutan Penyeberangan.Beleid itu mewajibkan seluruh kendaraan yang diangkut kapal laut untuk diikat.Pasal 2  dalam beleid itu menyebutkan kapal angkutan penyeberangan wajib menyediakan alat pengikat kendaraan (lashing) dan klem roda kendaraan.Arief  mengatakan, mengapa unsur keselamatan pelayaran sangat diperhatikan, karena kapal yang berlayar dari Bitung ke sejumlah ruas pelayaran hanya sendiri. Artinya, tidak ada kapal lain yang berlayar pada rute yang sama, sehingga kalau ada kerusakan sulit mendapatkan pertolongan." Kalau berlayar, ya cuma satu kapal, waktu  tempuhnya 2 -16 jam, " jelasnya.Karena itu, ungkap Arief kapal harus benar-benar laik laut dan memperhatikan syarat keselamatan sebelum melakukan pelayaran. Faktor cuaca di lintasan Bitung belakangan ini tidak menentu. " Kita perlu mengantisipasi," jelasnya.(Syam)

Publication Siaran Pers
Dukung Pariwisata Sulut, Kemenhub Kembangkan Angkutan Antar Moda
6 Feb. 2024, 8.00, 778

Dukung Pariwisata Sulut, Kemenhub Kembangkan Angkutan Antar Moda Analisadaily.com, Manado - Dalam rangka mengenalkan sekaligus memperkuat peran strategis transportasi darat di wilayah Sulawesi Utara, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan Kegiatan Press Tour Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2024 dengan tema "Sinergi Pers – Ditjen Hubdat Dalam Perkuat Peran Strategis Transportasi Darat” pada tanggal 5 - 7 Februari 2024 di Manado Sulut."Transportasi darat adalah urat nadi pembangunan. Semua sektor pembangunan sangat bergantung pada sektor transportasi. Maka dari itu perannya sangat strategis dan tentu perlu dukungan dari stakeholders terkait, salah satunya yaitu rekan-rekan media," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Amirulloh saat membacakan sambutannya di Manado, Senin (5/2).Ia menyampaikan, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub tidak hanya membangun Pulau Jawa, tetapi juga luar Pulau Jawa seperti yang diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia, sebagai contoh pembangunan fasilitas transportasi darat di Sulawesi Utara seperti adanya Terminal Tipe A Tangkoko yang dijuluki "Terminal Rasa Bandara"."Sulawesi Utara ini erat kaitannya dengan sektor pariwisata, oleh karena itu Ditjen Hubdat juga memberikan dukungan angkutan antarmoda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan dukungan di Daerah Pariwisata Super Prioritas Likupang. Untuk menyukseskan dukungan ini juga diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan juga pengamat transportasi," tambahnya.Ia berharap melalui kegiatan ini media dapat turut serta mendukung menyuarakan sarana dan prasarana transportasi darat yang telah dibangun selama ini sehingga diketahui oleh masyarakat lebih luas dan bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat ataupun wisatawan.Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Hukum dan Humas, Aznal mengatakan, pada Press Tour kali ini para wartawan diberikan pengenalan dan pengalaman langsung dalam melihat dan merasakan layanan transportasi darat di Sulawesi Utara.Adapun, kegiatan yang diikuti oleh 11 wartawan dari berbagai media nasional ini merupakan salah satu bentuk kegiatan media relation dalam memberi pemahaman informasi, menjembatani dan menjalin hubungan baik antara Ditjen Perhubungan Darat dengan media atau pewarta untuk melihat secara langsung perkembangan dan pembangunan di sektor transportasi darat, dengan harapan mendapatkan publikasi yang maksimal dan berimbang."Adapun pada kegiatan ini, selain adanya Media Briefing juga rekan-rekan media kami ajak berkunjung ke Pelabuhan Penyeberangan Bitung, Terminal Tipe A Tangkoko, UPPKB Wangurer, serta beberapa lokasi wisata dengan menggunakan angkutan antarmoda Damri KSPN," imbuhnya.Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara, Sri Hardianto menuturkan, Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan kekayaan alam dan potensi wisata yang banyak sehingga perlu didukung oleh sisi transportasi, akomodasi, fasilitas pelayanan dan promosi wisata.Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Penyediaan Angkutan, Jaringan dan Tarif Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Noldy Steylan Sulu mengutarakan, ke depan kebijakan umum transportasi di Sulawesi Utara berorientasi pada pengembangan wilayah."Akan ada pembangunan ATCS, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang, pembangunan sarana transportasi perkotaan, pembangunan terminal barang Manado, pembangunan jaringan transportasi pesisir serta pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan demi meningkatkan keselamatan dan pelayanan transportasi yang lebih baik," papar Noldy.Adapun Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno pada kegiatan ini juga menyampaikan bahwa kini di Sulawesi Utara terdapat 10 layanan trayek angkutan jalan perintis dengan 22 kendaraan dan 3 trayek angkutan KSPN Likupang."Dengan layanan transportasi darat yang ada sekarang di rasa masih kurang dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Ke depan perlu menjadi perhatian untuk merencanakan angkutan barang perintis dari Pelabuhan Bitung, layanan angkutan perkotaan Buy The Service di Manado serta memperbanyak bus perintis di kepulauan sekitar Sulawesi Utara," pungkasnya.Setelah kegiatan Media Briefing berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa sarana dan prasarana transportasi darat di Sulawesi Utara serta beberapa lokasi wisata seperti Benteng Moraya Tondano, Camp James, Danau Linow, dan yang lainnya.(TRY/RZD)

Publication Siaran Pers
Gebrakan Ditjen Hubdat `Terminal Serasa Bandara` Bikin Nyaman Penumpang di…
6 Feb. 2024, 7.00, 636

Gebrakan Ditjen Hubdat `Terminal Serasa Bandara` Bikin Nyaman Penumpang di Terminal Tangkoko SulutBITUNG (BeritaTrans.com) - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus meningkatkan kualitas dan pelayanan pada Terminal Tipe A, Sulawesi Utara."Terminal Serasa Bandara" Tulisan tersebut terpampang jelas dengan warna kuning dan biru di dalam Terminal Tangkoko dengan Tipe A, Bitung, Sulawesi Utara.Terpantau BeritaTrans.com di terminal tersebut terdapat fasilitas seperti Wi-Fi gratis, Toilet gratis, Trolley, Kursi roda bagi lansia atau penyandang disabilitas, ruang laktasi/menyusui, mushola, penjual UMKM, port charger ruang kesehatan ATM gallery, photo booth, mesin antrean, mesin survey kepuasan masyarakat, voice direction/announcement, dan empat unit AC standing besar yang bikin sejuk ruangan sehingga penumpang terasa nyaman sambil menunggu keberangkatan, Senin (5) 2/2024). Terpantau juga bus-bus terparkir di halaman terminal tersebut menunggu jadwal keberangkatan dan juga yang baru tiba dari Manado. Penumpang yang akan berangkat diinformasikan oleh petugas dengan tujuan Manado.Adalah Aziz, bapak anak satu asal dari Gorontalo sudah lebih dari 10 tahun membawa Bus tujuan Bitung-Manado mengungkapkan, "Terminal Tangkoko sudah lebih baik setelah dikelola oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalu BPTD Manado, dibanding dengan kondisi sebelumnya. Sekarang ada wifi gratis, toilet gratis trolley, kursi roda dan ruangan ber-AC, " ungkapnya.  "Untuk tarif adalah Rp25 Ribu sekali jalan, paling ramai penumpang saat Hari Jum'at hingga Senin, ada yang berwisata ataupun kunjungan keluarga. Harapan ke depannya agar lebih baik lagi walaupun uji sudah baik jadi terminal serasa bandara," tutupnya.Kunjungan kerja Sesditjen bersama, Kabag Hukum dan Humas Kepala BPTD Kelas II Manado bersama pengamat transportasi, Djoko Setijawano dan rombongan 11 awak media dari Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) yang mengikuti acara press tour di Manado.(ahmad)

Publication Siaran Pers
Saat Kunker, Puluhan Truk Pelanggar Odol Ketangkap Basah di Bitung Sulut
6 Feb. 2024, 5.00, 613

Saat Kunker, Puluhan Truk Pelanggar Odol Ketangkap Basah di Bitung Sulut BISNISNEWS.id - Penegakan hukum menjadi prioritas dalam mencegah terrjadinya kecelakaan, terutama  di Sulawesi Utara. Bukan saja untuk angkutan berbasis jalan raya tapi juga kapal penyeberangan.Untuk angkutan jalan raya, seluruh  truk bermuatan melebihi kapasitas maksimal atau  pelanggar over dimensi over load (ODOL) menjadi target  penertibkan.Maraknya ODOL di Sulawesi Utara ini juga menjadi masalah. Salah satu yang dikhawatirkan bukan hanya soal mempercepat kerusakan jalan tapi juga kecelakaan  di jalan raya.Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan  Darat (Sesditjen Hubdar ) Amirullah menegaskan, penegakan hukum terhadap angkutan  barang wajib dilakukan.Maraknya pelanggaran ODOL itu sendiri diketahui Amirullah saat melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi di Sulawesi Utara pada 5 - 7 Februari 2024.Salah satu  tempat yang  pantau  mantan Kepala Biro Keuangan Kementerian Perhubungan  adalah jembatan timbang  Satpel UPPKB Wangurer  Bitung Sulawesi Utara.Di tempat inilah, ditemui banyak pelanggaran ODOL. Setiap truk angkutan barang yang memasuki jembatan timbang, rata-rata melanggar ODOL.Ada truk yang melanggar over dimensi  dan ada juga yang melanggar  load. "Ya ini ada pelanggaran, ini tidak boleh  terjadi lagi cuma kita harus lakukan penertiban ini secara baik dan benar," ungkap Amirullah.Di jembatan timbang Wangurer Bitung ini, disediakan lapangan penumpukan, untuk menurunkan barang bawaan truk yang kelebihan muat. " Jadi, truk yang kelebihan muat, akan diturunkan petugas, dan disini sudah disediakan lapangan penumpukan sementara," ungkap Amirullah.Musuh BersamaSbelumnya pemerintah melalui  roadmap Kementerian Perhubungan telah menyepakati pemberantasan ODOL dengan sejumlah  pemangku kepentingan,  dimana pelanggaran truk ODOL menjadi musuh bersama.Kesepakatan bersama yang  menjadikan odol sebagai musuh bersama menuju zerro ODOL  tersebut diantaranya dengan  APINDO, APTRINDO, MTI, Organda, dan Pemerintah Daerah maupun Kementerian dan Lembaga lainnya.Salah satu payung hukum yang menjadi dasar pemberantasan truk tambun  ODOL adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang Dengan Kendaraan Bermotor Di Jalan.Beleid itu juga sebelumnya telah ditindaklanjuti dengan menghadirkan Tanda Bukti Lulus Uji elektronik (BLUe) untuk memperketat pengawasan terhadap uji berkala atau uji KIR setiap 3nam  bulan sekali yang harus dilakukan di Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) oleh pemilik angkutan barang.Kendati demikian sebelumnya juga   telah ada kesepakatan lain yang dilakukan Kementerian Perhubungan dengan Kementerian perindustrian  yang memberikan  pengecualian terhadap  lima industri pengangkut komoditas.Yakni,  air minum dalam kemasan, semen, baja, kaca lembaran, dan beton ringan. Kelima komoditas ini boleh diangkut dengan truk tambun.Dalam kunjungan kerja itu, selain meninjau jembatan timbang, juga Terminal Tipe A Tangkoko, Pelabuhan Penyeberangan Bitung serta beberapa lokasi wisata dengan menggunakan angkutan antarmoda Damri.Di terminal Tipe A Tangkoko, Amirullah menjelaskan, terminal ini melayani 11 perusahaan bus antar Kota Antar Provinsi (AKAP).Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara, Sri Hardianto menuturkan Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan kekayaan alam dan potensi wisata yang banyak sehingga perlu didukung oleh sisi transportasi, akomodasi, fasilitas pelayanan dan promosi wisata.Kepala Seksi Penyediaan Angkutan, Jaringan dan Tarif Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Noldy Steylan Sulu mengutarakan ke depan kebijakan umum transportasi di Sulawesi Utara berorientasi pada pengembangan wilayah."Akan ada pembangunan ATCS, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang, pembangunan sarana transportasi perkotaan, pembangunan terminal barang Manado, pembangunan jaringan transportasi pesisir serta pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan demi meningkatkan keselamatan dan pelayanan transportasi yang lebih baik," papar Noldy.Adapun Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno yang hadir dalam kegiatan itu  menyampaikan bahwa  di Sulawesi Utara terdapat 10 layanan trayek angkutan jalan perintis dengan 22 kendaraan dan 3 trayek angkutan KSPN Likupang."Dengan layanan transportasi darat yang ada sekarang di rasa masih kurang dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Ke depan perlu menjadi perhatian untuk merencanakan angkutan barang perintis dari Pelabuhan Bitung, layanan angkutan perkotaan Buy The Service di Manado serta memperbanyak bus perintis di kepulauan sekitar Sulawesi Utara," pungkasnya.

Publication Siaran Pers
Amirulloh Ingin Media Turut Memperkuat Peran Transportasi di Sulut
5 Feb. 2024, 21.00, 719

Amirulloh Ingin Media Turut Memperkuat Peran Transportasi di Sulut MANADO - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan menyampaikan perlu dukungan dari stakeholders, termasuk media massa dalam memperkuat peran transportasi di Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya, peran transportasi darat di wilayah ini dinilai sangat strategis, termasuk dalam menunjang perkembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Amirulloh saat membacakan sambutannya dalam gelaran Media Briefing Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2024 dengan tema "Sinergi Pers – Ditjen Hubdat Dalam Perkuat Peran Strategis Transportasi Darat” di Luwansa Hotel & Convention Center, Manado, Sulut, Senin (5/2/2024)."Transportasi darat adalah urat nadi pembangunan. Semua sektor pembangunan sangat bergantung pada sektor transportasi. Maka dari itu perannya sangat strategis dan tentu perlu dukungan dari stakeholders terkait, salah satunya yaitu rekan-rekan media," ujar Amirulloh.Amirulloh mengatakan, selama ini Kementerian Perhubungan termasuk Ditjen Perhubungan Darat tidak hanya membangun Pulau Jawa, tetapi juga luar Pulau Jawa seperti yang diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia, sebagai contoh pembangunan fasilitas transportasi darat di Sulawesi Utara seperti adanya Terminal Tipe A Tangkoko yang dijuluki "Terminal Rasa Bandara". "Sulawesi Utara ini erat kaitannya dengan sektor pariwisata, oleh karena itu Ditjen Hubdat juga memberikan dukungan angkutan antarmoda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan dukungan di Daerah Pariwisata Super Prioritas Likupang. Untuk menyukseskan dukungan ini juga diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan juga pengamat transportasi," tambahnya.Ia berharap melalui kegiatan ini rekan-rekan media dapat turut serta mendukung menyuarakan sarana dan prasarana transportasi darat yang telah dibangun selama ini sehingga diketahui oleh masyarakat lebih luas dan bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat ataupun wisatawan.Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Hukum dan Humas, Aznal mengatakan pada Press Tour kali ini para rekan-rekan media akan diberikan pengenalan dan pengalaman langsung dalam melihat dan merasakan layanan transportasi darat di Sulawesi Utara.Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberi pemahaman informasi, menjembatani dan menjalin hubungan baik antara Ditjen Perhubungan Darat dengan media atau pewarta untuk melihat secara langsung perkembangan dan pembangunan di sektor transportasi darat, dengan harapan mendapatkan publikasi yang maksimal dan berimbang."Adapun pada kegiatan ini, selain adanya Media Briefing juga rekan-rekan media kami ajak berkunjung ke Pelabuhan Penyeberangan Bitung, Terminal Tipe A Tangkoko, UPPKB Wangurer, serta beberapa lokasi wisata dengan menggunakan angkutan antarmoda Damri KSPN," imbuhnya.Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara, Sri Hardianto menuturkan Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan kekayaan alam dan potensi wisata yang banyak sehingga perlu didukung oleh sisi transportasi, akomodasi, fasilitas pelayanan dan promosi wisata.Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Penyediaan Angkutan, Jaringan dan Tarif Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Noldy Steylan Sulu mengutarakan ke depan kebijakan umum transportasi di Sulawesi Utara berorientasi pada pengembangan wilayah."Akan ada pembangunan ATCS, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang, pembangunan sarana transportasi perkotaan, pembangunan terminal barang Manado, pembangunan jaringan transportasi pesisir serta pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan demi meningkatkan keselamatan dan pelayanan transportasi yang lebih baik," papar Noldy.Adapun Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno pada kegiatan ini juga menyampaikan bahwa kini di Sulawesi Utara terdapat 10 layanan trayek angkutan jalan perintis dengan 22 kendaraan dan 3 trayek angkutan KSPN Likupang."Dengan layanan transportasi darat yang ada sekarang di rasa masih kurang dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Ke depan perlu menjadi perhatian untuk merencanakan angkutan barang perintis dari Pelabuhan Bitung, layanan angkutan perkotaan Buy The Service di Manado serta memperbanyak bus perintis di kepulauan sekitar Sulawesi Utara," pungkasnya.

Publication Siaran Pers
Ditjen Hubdat Ajak Media Turut Perkuat Peran Transportasi di Sulut
5 Feb. 2024, 20.00, 401

Ditjen Hubdat Ajak Media Turut Perkuat Peran Transportasi di Sulut MANADO, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan mengajak media massa turut memperkuat peranan transportasi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya, peran transportasi darat di wilayah ini dinilai sangat strategis, termasuk dalam menunjang perkembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Amirulloh saat membacakan sambutannya dalam gelaran Media Briefing Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2024 dengan tema "Sinergi Pers – Ditjen Hubdat Dalam Perkuat Peran Strategis Transportasi Darat” di Luwansa Hotel & Convention Center, Manado, Sulut, Senin (5/2/2024)."Transportasi darat adalah urat nadi pembangunan. Semua sektor pembangunan sangat bergantung pada sektor transportasi. Maka dari itu perannya sangat strategis dan tentu perlu dukungan dari stakeholders terkait, salah satunya yaitu rekan-rekan media," ujar Amirulloh.Amirulloh mengatakan, selama ini Kementerian Perhubungan termasuk Ditjen Perhubungan Darat tidak hanya membangun Pulau Jawa, tetapi juga luar Pulau Jawa seperti yang diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia, sebagai contoh pembangunan fasilitas transportasi darat di Sulawesi Utara seperti adanya Terminal Tipe A Tangkoko yang dijuluki "Terminal Rasa Bandara"."Sulawesi Utara ini erat kaitannya dengan sektor pariwisata, oleh karena itu Ditjen Hubdat juga memberikan dukungan angkutan antarmoda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan dukungan di Daerah Pariwisata Super Prioritas Likupang. Untuk menyukseskan dukungan ini juga diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan juga pengamat transportasi," tambahnya. Ia berharap melalui kegiatan ini rekan-rekan media dapat turut serta mendukung menyuarakan sarana dan prasarana transportasi darat yang telah dibangun selama ini sehingga diketahui oleh masyarakat lebih luas dan bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat ataupun wisatawan.Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Hukum dan Humas, Aznal mengatakan pada Press Tour kali ini para rekan-rekan media akan diberikan pengenalan dan pengalaman langsung dalam melihat dan merasakan layanan transportasi darat di Sulawesi Utara.Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberi pemahaman informasi, menjembatani dan menjalin hubungan baik antara Ditjen Perhubungan Darat dengan media atau pewarta untuk melihat secara langsung perkembangan dan pembangunan di sektor transportasi darat, dengan harapan mendapatkan publikasi yang maksimal dan berimbang."Adapun pada kegiatan ini, selain adanya Media Briefing juga rekan-rekan media kami ajak berkunjung ke Pelabuhan Penyeberangan Bitung, Terminal Tipe A Tangkoko, UPPKB Wangurer, serta beberapa lokasi wisata dengan menggunakan angkutan antarmoda Damri KSPN," imbuhnya.Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara, Sri Hardianto menuturkan Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan kekayaan alam dan potensi wisata yang banyak sehingga perlu didukung oleh sisi transportasi, akomodasi, fasilitas pelayanan dan promosi wisata.Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Penyediaan Angkutan, Jaringan dan Tarif Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Noldy Steylan Sulu mengutarakan ke depan kebijakan umum transportasi di Sulawesi Utara berorientasi pada pengembangan wilayah."Akan ada pembangunan ATCS, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang, pembangunan sarana transportasi perkotaan, pembangunan terminal barang Manado, pembangunan jaringan transportasi pesisir serta pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan demi meningkatkan keselamatan dan pelayanan transportasi yang lebih baik," papar Noldy.Adapun Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno pada kegiatan ini juga menyampaikan bahwa kini di Sulawesi Utara terdapat 10 layanan trayek angkutan jalan perintis dengan 22 kendaraan dan 3 trayek angkutan KSPN Likupang."Dengan layanan transportasi darat yang ada sekarang di rasa masih kurang dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Ke depan perlu menjadi perhatian untuk merencanakan angkutan barang perintis dari Pelabuhan Bitung, layanan angkutan perkotaan Buy The Service di Manado serta memperbanyak bus perintis di kepulauan sekitar Sulawesi Utara," pungkasnya.