Publikasi

Publikasi BPTD Kelas III Daerah Istimewa Yogyakarta

Publication Galleri Foto
Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini 2024
14 Okt. 2024, 11.07, 656

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) untuk para guru dan murid Taman Kanak-kanak Se-DIY di Pendopo Manggala Parasamya II, Bantul, Kamis-Jumat, 10-11 Oktober 2024.

Publication Berita
Tekan Angka Kecelakaan, BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta Sosialisasikan Sadar…
14 Okt. 2024, 10.37, 639

Bantul (10/10) – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) untuk para guru dan murid Taman Kanak-kanak Se-DIY di Pendopo Manggala Parasamya II, Bantul, Kamis, 10/10/2024.Kepala BPTD Kelas III DIY Dody Arifianto, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Penyusun Bahan Perencanaan Pembangunan, Karsi, menyampaikan bahwa Sosialisasi SALUD merupakan rangkaian dari kegiatan Pekan Keselamatan Jalan. Pada tahun 2024 ini, Pekan Keselamatan Jalan mengusung tema “Lintas Batas” (Langkah Pintar dan Cerdas Berkendara untuk Keselamatan) dengan hashtag #Rethinkmobility menjadi momen untuk terus selalu mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas.“Upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan patut menjadi perhatian serius kita bersama, karena angka kecelakaan dan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas masih tinggi,” kata Karsi. Menurutnya angka kecelakaan yang terus meningkat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya faktor manusia yakni pengguna jalan tidak tertib dalam berlalu lintas.Karsi mengatakan, “Sosialisasi SALUD untuk pengajar Taman Kanak-kanak dilaksanakan hari ini (10/10/2024). Kemudian esok hari (11/10/2024) akan dilaksanakan Lomba Mewarnai Gambar Bertema Keselamatan Jalan serta pengenalan SALUD untuk anak Taman Kanak-kanak usia 5-6 tahun.” Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, diikuti oleh setidaknya 55 orang guru Taman Kanak-kanak se-DIY, sejumlah perwakilan dari Dinas Perhubungan Provinsi/Kabupaten/Kota se-DIY, dan 60 murid Taman Kanak-kanak se-DIY, dengan total peserta dan panitia seluruhnya berjumlah kurang lebih 200 orang.Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber, Nawang Wulan, Ketua Tim Promosi, dari Subdit Promosi dan Kemitraan Keselamatan, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, dengan materi berjudul Membangun Budaya Keselamatan Melalui Kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan SALUD. Narasumber yang lain yaitu Supardi, S.Pd.,M.M. dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantul dengan materi berjudul Integrasi Kurikulum Satuan Pendidikan sebagai Strategi Pelaksanaan Program Sadar Lalu Lintas Anak Usia Dini.Lebih lanjut Karsi menjelaskan bahwa kegiatan SALUD bertujuan untuk memberikan dasar berlalu lintas yang berkeselamatan sejak usia dini; menanamkan perilaku berkeselamatan pada anak usia dini dalam berlalu lintas; dan membangun karakter budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan sejak usia dini. SALUD memiliki slogan “Satu Guru Satu Sekolah, Satu Anak Satu Keluarga” yang berarti guru atau pengajar menjadi Agen Keselamatan Lalu lintas dan Angkutan Jalan di sekolah, dan anak menjadi Agen Keselamatan Lalu lintas dan Angkutan Jalan di lingkungan keluarga.Pihaknya berharap agar kegiatan Sosialisasi SALUD ini dapat memberikan dampak positif secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat tentang pentingnya arti keselamatan dan bagaimana cara berlalu lintas yang baik sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan dan tingkat fatalitas akibat dari kecelakaan lalu lintas.Dirlantas Polda DIY, Kombes. Pol. Alfian Nurrizal mengungkap kejadian laka lantas pada umumnya diawali dengan adanya pelanggaran lalu lintas. Dia tak menepis bahwa angka kecelakaan DIY secara nasional berada di peringkat ke-tujuh, yang artinya masih sangat tinggi dan butuh peran dari banyak pihak untuk mengedukasi masyarakat termasuk anak-anak agar sadar berlalu lintas sejak dini.Menurutnya, kegiatan SALUD ini menjadi upaya yang baik dalam mewujudkan kedisiplinan pengendara lalu lintas untuk taat dan patuh terhadap ketentuan berlalu lintas. Ini adalah faktor penting yang perlu diperhatikan untuk dapat mengurangi potensi terjadinya laka lantas"Endingnya dengan program ini akan menciptakan kebiasaan berlalulintas yang baik terhadap anak, dan mampu mengurangi kecelakaan," kata Alfian.Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Singgih Riyadi mengatakan program ini sejalan dengan program Sadar Lalu Lintas Usia Dini Untuk Keselamatan (Salud Tenan) sebagai strategi membangun budaya tertib berlalu lintas untuk anak usia dini di kabupaten itu.Dia menyakini edukasi serta pemahaman kepada para pelajar ini menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan masyarakat yang tertib berlalulintas."Ini investasi jangka panjang, tidak akan kita lihat hasilnya dalam 1 bulan, 2 bulan atau 1 tahun itu tidak, tetapi ini adalah suatu investasi jangka panjang untuk membekali anak anak kita dalam memiliki budaya displin berlalu lintas," pungkasnya.(*)

Publication Galleri Foto
Rampcheck Bus Pariwisata di Pantai Kukup
16 Agu 2024, 10.25, 811

BPTD Kelas III DIY bersama Ditlantas Polda DIY, Satlantas Polres Gunung Kidul, Dishub Provinsi DIY, Dishub Kab. Gunung Kidul, Jasa Raharja Cabang Yogyakarta, didukung personil Denpom IV/2 Yogyakarta mengadakan inspeksi keselamatan LLAJ (Rampcheck) bus pariwisata di parkir wisata Pantai Kukup, Gunung Kidul, DIY, pada hari Sabtu, 20 April 2024.Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kelaikan bus pariwisata, baik dari sisi kondisi fisik kendaraannya maupun administrasi perizinannya. Dengan demikian diharapkan dapat menjamin keselamatan masyakarat pengguna jasa bus pariwisata tersebut.

Publication Pengumuman
LHKPN Pimpinan Unit Kerja 2023
15 Agu 2024, 9.39, 689

Publication Galleri Foto
Rampcheck Bus Pariwisata di Tebing Breksi
18 Juli 2024, 10.43, 640

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan inspeksi keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yaitu pemeriksaan kelaikan kendaraan (rampcheck) terhadap bus-bus pariwisata di tempat wisata Tebing Breksi, Sleman, D.I.Yogyakarta (22/6/2024).

Publication Siaran Pers
Akhir Pekan, BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta Rampcheck Bus Pariwisata di Te…
22 Juni 2024, 9.41, 700

Yogyakarta (22/6/2024) - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan inspeksi keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yaitu pemeriksaan kelaikan kendaraan (rampcheck) terhadap bus-bus pariwisata di tempat wisata Tebing Breksi, Sleman, D.I.Yogyakarta.Kepala BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta, Yanti Marliana mengatakan, "Animo masyarakat yang berwisata ke Yogyakarta cukup tinggi, terlebih di akhir pekan, oleh karena itu kami mengadakan rampcheck seperti ini untuk memastikan kelaikan bus-bus pariwisata yang masuk di wilayah kerja kami." Pada akhir pekan, tempat-tempat wisata di Yogyakarta selalu dipadati pengunjung, beberapa diantaranya menggunakan bus pariwisata.Yanti menambahkan, "Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bus-bus tersebut memenuhi persyaratan teknis dan administrasi. Antara lain pemeriksaan kondisi fisik kendaraan meliputi rem, roda, wiper, lampu, dan tersedianya alat penunjang keselamatan seperti alat pemecah kaca jika terjadi keadaan darurat. Sedangkan dari sisi persyaratan administrasi dilakukan pemeriksaan dokumen persyaratan perjalanan seperti SIM, STNK, Kartu Uji Berkala, dan Kartu Pengawasan." Selain itu pihaknya juga mengingatkan tentang iuran wajib Jasa Raharja yang wajib dibayarkan oleh pemilik kendaraan, dengan itu jika terjadi kecelakaan, korban berhak mendapatkan santunan.Dari hasil inspeksi keselamatan LLAJ di lokasi wisata tersebut telah diperiksa 16 unit kendaraan bus. Sebanyak 8 unit diantaranya dinyatakan laik jalan, kemudian dilakukan penegakan hukum berupa penilangan terhadap 7 unit bus. Pelanggaran yang dilakukan antara lain: habis masa uji berkala (3 unit), tidak sesuai/tidak memiliki izin (3 unit), tidak memenuhi persyaratan teknis (1 unit). Selain itu terdapat 1 unit bus yang ditindak pihak kepolisian karena hanya dapat menunjukkan SIM pengemudi.Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor AJ.202/1/15/DJPD/2024 perihal Tata Cara Penindakan dan Penegakan Hukum Angkutan Pariwisata, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah memberi arahan kepada BPTD seluruh Indonesia untuk melaksanakan inspeksi keselamatan LLAJ terhadap seluruh armada bus penumpang umum dan bus pariwisata di terminal, pool, maupun tempat wisata di wilayah kerja masing-masing. Kegiatan ini dilakukan terus menerus sebagai tugas rutin yang dilaporkan hasilnya secara berkala kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat.Pada kegiatan ini, BPTD Kelas III DIY melibatkan mitra kerja dan instansi terkait antara lain Dinas Perhubungan Provinsi DIY, Ditlantas Polda DIY, Satlantas Polres Sleman, dan Jasa Raharja Cabang Yogyakarta. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjamin keselamatan masyakarat pengguna jasa bus pariwisata tersebut.(*)

Publication Berita
BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta Gelar Pekan Keselamatan Jalan 2024
4 Juni 2024, 9.48, 1238

Yogyakarta (18/5) - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan Pekan Keselamatan Jalan 2024 di Terminal Tipe A Giwangan, Yogyakarta, Minggu, 18/5/2024.Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan tersebut, Kepala BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta, Yanti Marliana mengatakan, "Kegiatan Pekan Keselamatan Jalan ini merupakan salah satu program untuk mendukung penurunan angka kecelakaan sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan."Pemerintah telah menerbitkan Perpres No 1 Tahun 2022 tentang Penetapan RUNK Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan tujuan untuk menurunkan indeks fatalitas korban kecelakaan lalu lintas jalan sebesar 85% per 10.000 kendaraan dan 65% per 100.000 penduduk pada Tahun 2040. Hal ini sejalan dengan Resolusi PBB A/RES/74/299 "Improving global road safety", yang memproklamasikan Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2021-2030, dengan target mencegah setidaknya 50% fatalitas dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas jalan pada Tahun 2030.Yanti melanjutkan, "Pada tahun 2024 ini, Pekan Keselamatan Jalan mengusung tema “Sustainable Transport” dengan hashtag #Rethinkmobility yang memiliki makna antara lain bahwa para pemangku kepentingan perlu memikirkan kembali mobilitas masyarakat, hal ini termasuk berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transportasi umum, yang dapat mendorong peningkatan kesehatan bagi masyarakat."Menurutnya, keselamatan adalah hal yang utama bagi seluruh pengguna jalan. Jaringan jalan harus dirancang dengan mempertimbangkan risiko keselamatan kepada anak-anak, remaja, disabilitas, pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna angkutan umum. Berjalan kaki dan bersepeda, berkontribusi pada kesehatan masyarakat dan mewujudkan kota yang ramah lingkungan. Selain itu, penyelenggaraan angkutan umum haruslah aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan sehingga dapat menyelesaikan permasalahan transportasi umum.Pekan Keselamatan Jalan 2024 yang berlangsung pada 18-19 Mei 2024, terdiri dari rangkaian kegiatan meliputi Safety Riding dan Edukasi Keselamatan, Donor Darah, Jalan Santai, serta Talkshow Sosialisasi Keselamatan Jalan. "Harapan kami, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat tentang pentingnya arti keselamatan dan bagaimana cara berlalu lintas yang baik sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan dan tingkat fatalitas akibat dari kecelakaan lalu lintas," kata Yanti.Dalam kesempatan tersebut, diserahkan penghargaan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul atas inisiasinya menjadi pelopor sosialisasi keselamatan jalan berupa kegiatan Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD). Penghargaan diberikan oleh Kepala BPTD Kelas III DIY kepada perwakilan Dishub Kab. Bantul.Pada acara Talkshow Sosialisasi Keselamatan Jalan, hadir 3 orang narasumber, yaitu Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, dengan materi Etika Tertib Berlalu-lintas; Gunawan, Subdit Promitra Direktorat Sarana Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat, dengan materi Pentingnya Berkendara yang Berkeselamatan, serta Harry Herawan, Kabid Ops PT Jasa Raharja Yogyakarta, dengan materi Sinergi Pelayanan Jasa Raharja Cabang D.I.Yogyakarta.Selain itu hadir pula perwakilan dari Setditjen Perhubungan Darat, Pemda DIY, Satker PJN DIY, Dinas Kesehatan DIY, Dishub Provinsi DIY, Dishub Kabupaten Kota se-DIY, DAMRI Cabang Yogyakarta, dan DPD Organda Yogyakarta.Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini melibatkan setidaknya 300an peserta yang terdiri dari pelajar SMAN 5 Yogyakarta, SMK Berbudi Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 1 Depok Sleman, Gezeh Touring Community, komunitas Pelaku Touring, pegawai di lingkungan BPTD Kelas III DIY, dan masyarakat umum.HUT ke-1 BPTD Kelas III DIYPada hari ini, Minggu, 19 Mei 2024, tepat satu tahun BPTD Kelas III DIY hadir di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dengan wilayah kerja provinsi DIY, BPTD Kelas III DIY mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan terminal tipe A, unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor, pengendalian dan pengawasan keselamatan sarana, prasarana, lalu lintas dan angkutan jalan, khususnya di jalan nasional, serta keselamatan dan keamanan pelayaran angkutan sungai, dan danau. Yanti mengatakan, "Kami berharap dengan hadirnya BPTD Kelas III DIY di Daerah Istimewa Yogyakarta ini, dapat semakin meningkatkan sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dan mitra kerja untuk bersama-sama mewujudkan transportasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan,"pungkasnya.(*)

Publication Berita
BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta Gelar FGD Evaluasi Penyelenggaraan Angkutan …
4 Juni 2024, 9.35, 595

Yogyakarta (16/5/2024) - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Evaluasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 di wilayah DIY, bertempat di Artotel Suites Bianti, Yogyakarta.Dalam sambutannya, Kepala BPTD Kelas III DIY, Yanti Marliana mengatakan bahwa kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik lebaran 2024 meningkat. Pada periode Angkutan Lebaran 2024 lalu, berdasarkan hasil survey secara nasional dari berbagai indikator, sebanyak 73,9℅ masyarakat merasa puas terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2024. Masyarakat menilai lebaran tahun ini lebih lancar dan aman dibanding tahun sebelumnya. Dengan fasilitas dan layanan angkutan umum, kondisi jalan dan antrian di pelabuhan penyeberangan dinilai memuaskan.Masyarakat juga memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian dalam melakukan pengaturan lalu lintas dan kebijakan yang diterapkan seperti one way dan contra flow serta pembatasan angkutan barang selama periode lebaran. Pada angkutan lebaran 2024 sebanyak 11,7 juta orang yang mudik dengan tujuan Yogyakarta.BPTD Kelas III DIY telah melakukan pemeriksaan Laik Jalan Kendaraan Bus di Terminal, Pool Bus PO Pariwisata, dan tempat wisata. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi dokumen persyaratan perjalanan seperti STNK, Kartu Uji, Kartu Pengawasan, dan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan seperti pemeriksaan rem, roda, lampu, dan alat penunjang keselamatan.FGD ini bertujuan untuk menyampaikan hasil evaluasi angkutan lebaran dan hasil pemeriksaan laik jalan bus AKAP dan Pariwisata di DIY. Diharapkan melalui diskusi dengan narasumber yang ada terkait penyelenggaraan angkutan umum penumpang dapat muncul masukan dan evaluasi pada operator bus serta bagi instansi pemangku kepentingan dalam rangka pemberian layanan dan peningkatan aspek keselamatan.Narasumber yang hadir pada FGD tersebut yaitu Dirlantas Polda DIY, Alfian Nurrizal; Kabag Ops. Jasa Raharja Cabang Yogyakarta, Harry Herawan; Ketua Tim Angkutan Dalam Trayek, Direktorat Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Hestyanto Prabowo. Selain itu hadir pula Kepala Cabang PT Jasa Raharja Yogyakarta, Imam Mustofa; Kabag Bin Ops Ditlantas Polda DIY, Ricky. Sebagai peserta, hadir wasatpel Terminal Giwangan dan Dhaksinarga, perwakilan Dishub Provinsi DIY, Dishub Kabupaten/Kota se-DIY, DAMRI, dan sejumlah pengusaha PO. Pariwisata di wilayah DIY. (*)

Publication Siaran Pers
Jelang Libur Idul Adha, BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta Gelar Rampcheck Bus …
14 Mei 2024, 9.30, 441

Yogyakarta (14/5) - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan inspeksi keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yaitu pemeriksaan kelaikan kendaraan (rampcheck) terhadap bus-bus pariwisata di tempat parkir wisata Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, D.I.Yogyakarta.Kepala BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta, Yanti Marliana mengatakan, "Kegiatan rampcheck ini bertujuan untuk memastikan kelaikan bus-bus pariwisata yang digunakan untuk melayani masyarakat."Pemeriksaan yang dilakukan meliputi dokumen persyaratan perjalanan seperti STNK, Kartu Uji Berkala, dan Kartu Pengawasan. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kondisi fisik kendaraan seperti pemeriksaan rem, roda, lampu, dan alat penunjang keselamatan.Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan menghadapi libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha 2024. "Kegiatan semacam ini sebenarnya sudah rutin dilaksanakan, namun saat ini secara khusus dilaksanakan untuk menghadapi long week end libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha 2024," kata Yanti.Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah memberi arahan kepada BPTD seluruh Indonesia untuk melaksanakan inspeksi keselamatan LLAJ terhadap seluruh armada bus penumpang umum dan bus pariwisata di terminal, pool, maupun tempat wisata di wilayah kerja masing-masing. Kegiatan ini dilakukan terus menerus sebagai tugas rutin yang dilaporkan hasilnya secara berkala kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat.Dalam pelaksanaannya, BPTD Kelas III DIY menggandeng mitra kerja dan instansi terkait antara lain Dinas Perhubungan Provinsi DIY, Dinas Perhubungan Kab. Sleman, Ditlantas Polda DIY, Satlantas Polres Sleman, Denpom IV/2 Yogyakarta, dan Jasa Raharja Cabang Yogyakarta. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjamin keselamatan masyakarat pengguna jasa bus pariwisata tersebut.(*)