Publikasi

Publikasi BPTD Kelas III Daerah Istimewa Yogyakarta

Publication Berita
Menhub Dudy Lepas Keberangkatan Bus Angkutan Balik Mudik Gratis Kemenhub d…
5 April 2025, 14.00, 169

Yogyakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melepas keberangkatan bus angkutan balik "Mudik Gratis" Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dari terminal Giwangan, Yogyakarta, Sabtu (5/4). Para pemudik yang berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya kembali ke Jabodetabek melalui angkutan balik mudik gratis ini. "Bapak/Ibu peserta Angkutan Balik Mudik Gratis, saya doakan semoga perjalanan baliknya diberikan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan, hingga tiba di tempat tujuan masing-masing dan kembali beraktivitas dengan penuh semangat setelah menjalankan silaturahmi dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman," ujar Menhub Dudy kepada para peserta angkutan balik. Menhub menyebutkan animo masyarakat sangat tinggi dalam memanfaatkan fasilitas mudik gratis. Untuk itu, Menhub berharap layanan mudik gratis dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun melalui partisipasi Kementerian/Lembaga, Badan Usaha Milik Negara maupun swasta. "Harapannya nanti di tahun-tahun berikutnya kita bisa meningkatkan layanan mudik gratis ini sehingga bisa mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Masyarakat juga supaya terjamin keselamatannya selama mereka pulang lebaran tahun-tahun berikutnya. Apalagi kita tahu kendaraan roda dua punya risiko tinggi mengalami kecelakaan di jalan selama perjalanan mudik," lanjut Menhub. Angkutan balik mudik gratis tahun 2025 merupakan bagian dari rangkaian keseluruhan kegiatan mudik gratis angkutan jalan tahun 2025/1446 hijriah yang diselenggarakan oleh Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Jadwal keberangkatan peserta balik gratis angkutan jalan tahun 2025/1446H dilaksanakan secara serentak pada 5 April 2025, dari 9 terminal yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat dan Sumatera Selatan, dengan kuota penumpang keseluruhan sejumlah 5.896 penumpang. Dalam kesempatan ini Menhub menyampaikan apresiasi kepada Walikota Yogyakarta beserta jajarannya, TNI, POLRI, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan balik gratis angkutan jalan ini. "Semoga apa yang telah kita upayakan bermanfaat bagi masyarakat dan memperoleh karunia dari Tuhan Yang Maha Esa," tutur Menhub.Sementara itu, Plt. Dirjen Perhubungan Darat Ahmad Yani yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, “Kita lihat kecelakaan alhamdulilah menurun karena sebagian besar para pemudik menggunakan mudik gratis baik yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan, BUMN, atau pun swasta.” Dirinya berharap di tahun mendatang angka kecelakaan pada masa Angkutan Lebaran dapat semakin ditekan. Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Kapolrestabes Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Aditya Surya Dharma, serta Plt. Kepala BPTD Kelas II DIY Dody Arifianto.(*)

Publication Galleri Foto
Kunjungan Menteri Perhubungan ke Terminal Giwangan
13 Maret 2025, 16.01, 177

Yogyakarta (12/3/2025) - Dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Pada kesempatan ini, Menhub melakukan kunjungan ke Kantor BPTD Kelas II DIY dan Terminal Tipe A Giwangan untuk memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2025.

Publication Berita
Persiapan Angkutan Lebaran, Menhub Kunjungi Terminal Giwangan Yogyakarta
13 Maret 2025, 14.12, 293

Yogyakarta (12/3/2025) - Dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Pada kesempatan ini, Menhub melakukan kunjungan ke Kantor BPTD Kelas II DIY dan Terminal Tipe A Giwangan untuk memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2025.Menhub mengatakan, dalam kunjungannya ke Terminal Giwangan pihaknya juga memantau proyek revitalisasi terminal tahap 1. Dari hasil pantauan tersebut menurutnya proyek revitalisasi berjalan dengan baik. Dia pun berharap agar fasilitas yang sudah ditingkatkan dapat dijaga dengan baik.Dirinya menuturkan, Terminal Giwangan akan menjadi salah satu terminal tersibuk selama masa Angkutan Lebaran 2025. Untuk itu perlu dilakukan sejumlah persiapan menjelang Angkutan Lebaran 2025, antara lain dengan melakukan rampcheck atau pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan. Pemeriksaan mencakup berbagai aspek teknis, seperti rem, lampu, dan kondisi ban. Dari sisi administratif, dokumen kendaraan dan bukti kompetensi pengemudi juga diperiksa. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan berkendara.Dalam kesempatan tersebut, dilakukan inspeksi terhadap armada bus yang ada di Terminal Giwangan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan satu bus yang tidak laik jalan karena kelengkapan administrasinya tidak memenuhi syarat. Kartu Uji Berkala dan Kartu Pengawasan (Izin Penyelenggaraan Angkutan) habis masa berlakunya. Pihaknya menegaskan kendaraan tersebut tidak boleh dioperasikan sebelum memenuhi seluruh ketentuan administrasi. Perusahaan pemilik bus tersebut juga akan dipanggil untuk diberikan arahan lebih lanjut.Sebelumnya, Menhub Dudy juga telah mengadakan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk mengkoordinasikan dukungan dan menyampaikan sejumlah hal terkait Angkutan Lebaran 2025, di Kompleks Kepatihan."Pada kesempatan tadi kami menyampaikan informasi berdasarkan survey yang kami lakukan dan hal-hal yang perlu diantisipasi berkaitan dengan angkutan lebaran tahun 2025," ujar Menhub.Menhub Dudy menyampaikan hasil survey Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan bersama dengan Litbang Kompas yang memprediksi potensi pergerakan selama libur lebaran tahun 2025 mencapai 52% dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta jiwa.Potensi pergerakan, baik perjalanan lintas provinsi dan perjalanan dalam provinsi selama libur Lebaran tahun 2025 didominasi pemudik dengan daerah asal perjalanan dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa sebesar 66,6% atau sebanyak 97,6 juta orang."Di DIY, diprediksi akan terdapat 1,6% atau 2,3 juta orang yang akan melakukan perjalanan lintas provinsi dan perjalanan dalam provinsi. Dari hasil survey ini, terminal Giwangan merupakan terminal tujuan terpadat dan Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi stasiun tujuan terpadat. Ini menunjukkan bahwa DIY menjadi destinasi favorit masyarakat pada masa Angkeb 2025," lanjut Menhub.Untuk itu, Menhub mendorong kolaborasi antara Kemenhub dengan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menyiapkan sarana dan prasarana transportasi serta sarana pendukung lainnya, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa Angleb 2025.Menhub mengharapkan kolaborasi, dukungan, dan kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025, yakni antara lain Posko Angkutan Lebaran dan penyiapan Mudik Gratis, termasuk kesiapan armada melalui Rampcheck dan pemeriksaan kesehatan pengemudi; Peningkatan Akses dan Layanan Angkutan Feeder menuju terminal, stasiun, dan bandara; Pengaturan dan Rekayasa Lalu Lintas serta Penanganan Perlintasan Sebidang termasuk kesiapan jalur alternatif; Antisipasi Mobilitas Jumlah Wisatawan pada Musim Libur Lebaran termasuk tempat penginapan dan lokasi wisata; serta Penyediaan Informasi Mudik dan Sosialisasi Keselamatan khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi.Di samping itu, Menhub juga menyampaikan potensi adanya kepadatan di sejumlah jalan arteri yang disebabkan oleh pasar tumpah serta potensi kepadatan di kawasan pariwisata. Hal ini mengingat Yogyakarta memiliki banyak tujuan wisata, seperti Malioboro, Pantai Glagah, Parangtritis dan Baron.Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Kepala BKT Robby Kurniawan, dan Kepala BPTD Kelas II DIY Dody Arifianto. (*)

Publication Galleri Foto
Pelatihan Safety Riding di Yogyakarta
14 Feb. 2025, 13.58, 302

Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II DIY menggandeng Astra Motor Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Special Safety Riding untuk petugas lapangan Dishub dan BPTD di Astra Safety Riding Center Yogyakarta pada 3 - 6 Februari 2025 dan 11 - 14 Februari 2025.

Publication Berita
BPTD Kelas II DIY Gandeng Astra Motor Yogyakarta Selenggarakan Pelatihan K…
14 Feb. 2025, 13.47, 193

Yogyakarta (14/2/2025) – Yogyakarta – Program ‘Pelatihan Special Safety Riding’ bagi petugas lapangan BPTD dan Dinas Perhubungan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Indonesia Road Safety Partnership (IRSP), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II DIY, Astra Honda Motor (AHM) Deltamas, dan tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta telah sukses dilaksanakan pada 3-6 Februari dan 11-14 Februari di Safety Riding Center Astra Motor Yogyakarta. Pelatihan yang dibagi menjadi dua angkatan tersebut melibatkan 50 peserta yang berasal dari BPTD kelas II DIY, Dinas Perhubungan kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejalan dengan kebutuhan petugas lapangan BPTD dan Dishub di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki fungsi dalam pembinaan keselamatan lalu lintas. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi penting tentang teknik-teknik keselamatan berkendara. Sesi penyampaian materi keselamatan berkendara diisi oleh Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang Safety Riding oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Materi-materi yang diberikan kepada peserta yakni teknik memprediksi bahaya, pengereman dasar dan menengah, Static Balance untuk melihat kemampuan dasar keseimbangan peserta, teknik U-turn agar peserta menguasai teknik berputar balik yang benar, Slalom Phylon agar peserta bisa menguasai cara menghandle motor saat berbelok, Narrow plank teknik keseimbangan menggunakan papan besi, Slalom Course cara menghandling motor dengan skema modifikasi kombinasi beberapa teknik, dan #Cari_Aman Skill untuk merubah kebiasaan atau perilaku berkendara yang salah saat dijalan raya, serta tambahan pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) oleh Dinas Kesehatan Rumah Sakit Sardjito. Setelah mendapatkan materi yang komprehensif, peserta dibimbing untuk menggunakan alat simulator Honda Riding Trainer sebelum mempraktikkan teknik keselamatan berkendara secara langsung di area praktik Safety Riding milik Safety Riding Center Astra Motor Yogyakarta. Praktik dilaksanakan selama empat hari untuk mengakomodasi seluruh peserta agar mendapatkan pengalaman praktik yang riil di lapangan. “Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, instansi pusat maupun daerah, serta seluruh mitra kerja untuk bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kesadaran para pengguna sepeda motor agar mengutamakan aspek keselamatan berkendara”, pungkas Kepala BPTD Kelas II DIY, Dody Arifianto.Kebijakan Efisiensi AnggaranDalam menyikapi kebijakan efisiensi anggaran, instansi pemerintah dituntut untuk kreatif dan inovatif. Inovasi dan kreativitas itu tentu menjadi kunci dalam menyesuaikan diri dengan keterbatasan yang ada, untuk memastikan bahwa program-program kerja dapat tetap berjalan bahkan di tengah situasi yang penuh tantangan ini. Efisiensi bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan, melainkan kesempatan untuk menemukan cara kerja yang lebih baik.Sebagai sebuah langkah pelaksanaan tugas dan fungsi dalam hal keselamatan berkendara, BPTD Kelas II DIY bekerjasama dengan Indonesia Road Safety Partnership dan Astra Honda Motor menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Special Safety Riding untuk petugas lapangan BPTD dan Dishub di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. “Inovasi dan kreatifitas instansi pemerintah diperlukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, kami menggandeng Astra Honda Motor untuk menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk Corporate Social Responsibility. Keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan, untuk tidak melaksanakan tugas dan fungsi kami,” kata Dody Arifianto, Kepala BPTD Kelas II DIY. Menurutnya, dalam melaksanakan program kerja, instansi pemerintah harus melibatkan semua pihak, baik antar instansi, pihak swasta, dan masyarakat. Dody melanjutkan, “Kami melihat bahwa PT. Astra Honda Motor sebagai produsen sepeda motor di Indonesia bersama Astra Motor Yogyakarta memiliki program CSR salah satunya berupa pelatihan safety riding ini. Sementara kami sebagai perpanjangan Kementerian Perhubungan di daerah, memiliki fungsi dalam pembinaan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Hal ini merupakan kolaborasi yang baik antara unsur pemerintah dan pihak swasta dalam melaksanakan program kerja, di tengah kebijakan efisiensi anggaran."(*)

Publication Galleri Foto
Rampcheck Bus Kabinet Merah Putih
28 Okt. 2024, 10.28, 566

BPTD Kelas III DIY bersama instansi terkait melaksanakan rampcheck bus-bus yang akan digunakan oleh Kabinet Merah Putih dari Yogyakarta menuju ke kampus Akmil Magelang. Kegiatan inspeksi kendaraan bus tersebut dilaksanakan di lapangan parkir Stasiun Maguwo Yogyakarta (22/10/2024).

Publication Berita
Dukung Kegiatan Retreat Kabinet Merah Putih, BPTD Kelas III DIY Lakukan Ra…
28 Okt. 2024, 9.59, 485

Sleman (22/10) - BPTD Kelas III DIY bersama instansi terkait melaksanakan rampcheck bus-bus yang akan digunakan oleh Kabinet Merah Putih dari Yogyakarta menuju ke kampus Akmil Magelang. Kegiatan inspeksi kendaraan bus tersebut dilaksanakan di lapangan parkir Stasiun Maguwo Yogyakarta (22/10/2024). Pemeriksaan dilakukan oleh para petugas yang memiliki kompetensi sebagai Penguji Kendaraan Bermotor. Para petugas dari BPTD Kelas III DIY tersebut didampingi oleh petugas dari Kepolisian dan TNI. Setidaknya terdapat 28 bus dan 3 unit truk yang diperiksa kelaikan jalannya.Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kendaraan bus yang akan digunakan oleh para Menteri Kabinet Merah Putih tersebut benar-benar laik jalan dan memenuhi aspek keselamatan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan dokumen perjalanan dan surat-surat kendaraan, pemeriksaan fisik kendaraan seperti lampu, wiper, dan kondisi ban, serta pemeriksaan terhadap perlengkapan lain seperti adanya kotak P3K, tabung APAR, dan palu pemecah kaca.(*)

Publication Galleri Foto
Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini 2024
14 Okt. 2024, 11.07, 623

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) untuk para guru dan murid Taman Kanak-kanak Se-DIY di Pendopo Manggala Parasamya II, Bantul, Kamis-Jumat, 10-11 Oktober 2024.

Publication Berita
Tekan Angka Kecelakaan, BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta Sosialisasikan Sadar…
14 Okt. 2024, 10.37, 601

Bantul (10/10) – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) untuk para guru dan murid Taman Kanak-kanak Se-DIY di Pendopo Manggala Parasamya II, Bantul, Kamis, 10/10/2024.Kepala BPTD Kelas III DIY Dody Arifianto, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Penyusun Bahan Perencanaan Pembangunan, Karsi, menyampaikan bahwa Sosialisasi SALUD merupakan rangkaian dari kegiatan Pekan Keselamatan Jalan. Pada tahun 2024 ini, Pekan Keselamatan Jalan mengusung tema “Lintas Batas” (Langkah Pintar dan Cerdas Berkendara untuk Keselamatan) dengan hashtag #Rethinkmobility menjadi momen untuk terus selalu mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas.“Upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan patut menjadi perhatian serius kita bersama, karena angka kecelakaan dan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas masih tinggi,” kata Karsi. Menurutnya angka kecelakaan yang terus meningkat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya faktor manusia yakni pengguna jalan tidak tertib dalam berlalu lintas.Karsi mengatakan, “Sosialisasi SALUD untuk pengajar Taman Kanak-kanak dilaksanakan hari ini (10/10/2024). Kemudian esok hari (11/10/2024) akan dilaksanakan Lomba Mewarnai Gambar Bertema Keselamatan Jalan serta pengenalan SALUD untuk anak Taman Kanak-kanak usia 5-6 tahun.” Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, diikuti oleh setidaknya 55 orang guru Taman Kanak-kanak se-DIY, sejumlah perwakilan dari Dinas Perhubungan Provinsi/Kabupaten/Kota se-DIY, dan 60 murid Taman Kanak-kanak se-DIY, dengan total peserta dan panitia seluruhnya berjumlah kurang lebih 200 orang.Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber, Nawang Wulan, Ketua Tim Promosi, dari Subdit Promosi dan Kemitraan Keselamatan, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, dengan materi berjudul Membangun Budaya Keselamatan Melalui Kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan SALUD. Narasumber yang lain yaitu Supardi, S.Pd.,M.M. dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantul dengan materi berjudul Integrasi Kurikulum Satuan Pendidikan sebagai Strategi Pelaksanaan Program Sadar Lalu Lintas Anak Usia Dini.Lebih lanjut Karsi menjelaskan bahwa kegiatan SALUD bertujuan untuk memberikan dasar berlalu lintas yang berkeselamatan sejak usia dini; menanamkan perilaku berkeselamatan pada anak usia dini dalam berlalu lintas; dan membangun karakter budaya keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan sejak usia dini. SALUD memiliki slogan “Satu Guru Satu Sekolah, Satu Anak Satu Keluarga” yang berarti guru atau pengajar menjadi Agen Keselamatan Lalu lintas dan Angkutan Jalan di sekolah, dan anak menjadi Agen Keselamatan Lalu lintas dan Angkutan Jalan di lingkungan keluarga.Pihaknya berharap agar kegiatan Sosialisasi SALUD ini dapat memberikan dampak positif secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat tentang pentingnya arti keselamatan dan bagaimana cara berlalu lintas yang baik sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan dan tingkat fatalitas akibat dari kecelakaan lalu lintas.Dirlantas Polda DIY, Kombes. Pol. Alfian Nurrizal mengungkap kejadian laka lantas pada umumnya diawali dengan adanya pelanggaran lalu lintas. Dia tak menepis bahwa angka kecelakaan DIY secara nasional berada di peringkat ke-tujuh, yang artinya masih sangat tinggi dan butuh peran dari banyak pihak untuk mengedukasi masyarakat termasuk anak-anak agar sadar berlalu lintas sejak dini.Menurutnya, kegiatan SALUD ini menjadi upaya yang baik dalam mewujudkan kedisiplinan pengendara lalu lintas untuk taat dan patuh terhadap ketentuan berlalu lintas. Ini adalah faktor penting yang perlu diperhatikan untuk dapat mengurangi potensi terjadinya laka lantas"Endingnya dengan program ini akan menciptakan kebiasaan berlalulintas yang baik terhadap anak, dan mampu mengurangi kecelakaan," kata Alfian.Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Singgih Riyadi mengatakan program ini sejalan dengan program Sadar Lalu Lintas Usia Dini Untuk Keselamatan (Salud Tenan) sebagai strategi membangun budaya tertib berlalu lintas untuk anak usia dini di kabupaten itu.Dia menyakini edukasi serta pemahaman kepada para pelajar ini menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan masyarakat yang tertib berlalulintas."Ini investasi jangka panjang, tidak akan kita lihat hasilnya dalam 1 bulan, 2 bulan atau 1 tahun itu tidak, tetapi ini adalah suatu investasi jangka panjang untuk membekali anak anak kita dalam memiliki budaya displin berlalu lintas," pungkasnya.(*)