Publikasi

Publikasi BPTD Kelas III Daerah Istimewa Yogyakarta

Publication Berita
Sosialisasikan Zero ODOL, BPTD Kelas II D.I.Yogyakarta Beri Edukasi Langsu…
20 Juni 2025, 10.26, 200

Yogyakarta (20/6/2025) – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I.Yogyakarta melaksanakan sosialisasi Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) di wilayah kerjanya. Kegiatan sosialisasi ini berupa penyampaian edukasi langsung kepada para pengemudi truk serta pembagian pamflet yang berisi informasi tentang bahaya ODOL. Kegiatan dilaksanakan di 3 UPPKB di wilayah kerja BPTD Kelas II DIY yaitu di UPPKB Kalitirto, UPPKB Tamanmartani, dan UPPKB Kulwaru.Selain membagikan pamflet dan mengedukasi para pengemudi angkutan barang secara langsung, BPTD Kelas II DIY juga memasang media luar ruang berupa spanduk di 3 UPPKB tersebut. Untuk menjangkau netizen pengguna media sosial, BPTD Kelas II DIY juga melakukan sosialisasi Zero ODOL melalui kanal media sosial. Dengan pembuatan konten di media sosial, edukasi langsung, pembagian pamflet, dan pemasangan spanduk diharapkan dapat turut mensosialisasikan kebijakan Zero ODOL ini.Kendaraan angkutan barang lebih dimensi dan lebih muatan selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan infrastruktur jalan, tingginya angka kecelakaan, dan ancaman terhadap keselamatan bagi pengguna jalan yang lain. Oleh karena itu pemerintah menetapkan sejumlah langkah penanganan ODOL dengan beberapa tahapan. Tahap awal penanganan ODOL difokuskan pada sosialisasi. Pada tahap sosialisasi diharapkan mampu memberikan pemahaman luas kepada pemilik barang, pemilik kendaraan dan pelaku usaha transportasi. Tahap kedua adalah peringatan. Pada tahap ini kendaraan yang diduga melanggar ketentuan lebih dimensi dan lebih muatan akan dihentikan di lapangan. Lalu tahap akhir adalah tahap penindakan atau penegakan hukum. (*)

Publication Berita
Penyerahan Bantuan Hibah Bus Sekolah Kementerian Perhubungan Kepada TK & S…
30 April 2025, 13.26, 192

Sleman (30/4/2025) – Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I.Yogyakarta, Dody Arifianto menyerahkan bantuan hibah bus sekolah dari Kementerian Perhubungan kepada TK dan SD Model Sleman yang diterima oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Acara tersebut berlangsung di Aula TK dan SD Model Sleman, pada Rabu, 30 April 2025. Penyerahan bantuan hibah bus sekolah tersebut bertepatan dengan hari jadi TK dan SD Model Sleman yang ke-17.Dalam sambutannya, Dody menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, yang telah berperan aktif dalam mendukung berbagai upaya peningkatan layanan transportasi, termasuk untuk kebutuhan sektor pendidikan. “Bantuan hibah bus sekolah ini merupakan wujud komitmen Kementerian Perhubungan untuk mendukung penyediaan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak usia sekolah,” kata Dody.Dirinya melanjutkan, “Bus sekolah ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, meningkatkan keselamatan perjalanan siswa, serta turut berkontribusi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas, khususnya di wilayah Sleman.”Selain itu dirinya berharap, keberadaan bus sekolah ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pendidikan karakter, dengan menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada generasi muda sejak dini.Pada tahun anggaran 2024, Kementerian Perhubungan mengadakan program Bantuan Bus Sekolah Jenis Minibus yang dihibahkan pada 150 Pemerintah Daerah dan beberapa lembaga pendidikan atau satuan pendidikan baik itu perguruan tinggi, sekolah, pondok pesantren dan juga lembaga pendidikan lainnya yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah bantuan hibah bus sekolah untuk TK dan SD Model Sleman.“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini dengan sebaik-baiknya, agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional di Kabupaten Sleman,” pungkasnya.Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan ucapan syukur dan terimakasih kepada Kementerian Perhubungan atas bantuan yang diberikan. “Bantuan bus sekolah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam mendukung pendidikan di daerah. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung akses belajar siswa di TK dan SD Model Sleman,” ujarnya.Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, BKAD Kabupaten Sleman, Kapolsek Ngemplak, Danramil 0732/07 Ngemplak, Kepala Sekolah, para guru, orangtua, serta siswa siswi TK dan SD Model Sleman. (*)

Publication Berita
Menhub Dudy Lepas Keberangkatan Bus Angkutan Balik Mudik Gratis Kemenhub d…
5 April 2025, 14.00, 221

Yogyakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melepas keberangkatan bus angkutan balik "Mudik Gratis" Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dari terminal Giwangan, Yogyakarta, Sabtu (5/4). Para pemudik yang berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya kembali ke Jabodetabek melalui angkutan balik mudik gratis ini. "Bapak/Ibu peserta Angkutan Balik Mudik Gratis, saya doakan semoga perjalanan baliknya diberikan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan, hingga tiba di tempat tujuan masing-masing dan kembali beraktivitas dengan penuh semangat setelah menjalankan silaturahmi dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman," ujar Menhub Dudy kepada para peserta angkutan balik. Menhub menyebutkan animo masyarakat sangat tinggi dalam memanfaatkan fasilitas mudik gratis. Untuk itu, Menhub berharap layanan mudik gratis dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun melalui partisipasi Kementerian/Lembaga, Badan Usaha Milik Negara maupun swasta. "Harapannya nanti di tahun-tahun berikutnya kita bisa meningkatkan layanan mudik gratis ini sehingga bisa mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Masyarakat juga supaya terjamin keselamatannya selama mereka pulang lebaran tahun-tahun berikutnya. Apalagi kita tahu kendaraan roda dua punya risiko tinggi mengalami kecelakaan di jalan selama perjalanan mudik," lanjut Menhub. Angkutan balik mudik gratis tahun 2025 merupakan bagian dari rangkaian keseluruhan kegiatan mudik gratis angkutan jalan tahun 2025/1446 hijriah yang diselenggarakan oleh Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Jadwal keberangkatan peserta balik gratis angkutan jalan tahun 2025/1446H dilaksanakan secara serentak pada 5 April 2025, dari 9 terminal yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat dan Sumatera Selatan, dengan kuota penumpang keseluruhan sejumlah 5.896 penumpang. Dalam kesempatan ini Menhub menyampaikan apresiasi kepada Walikota Yogyakarta beserta jajarannya, TNI, POLRI, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan balik gratis angkutan jalan ini. "Semoga apa yang telah kita upayakan bermanfaat bagi masyarakat dan memperoleh karunia dari Tuhan Yang Maha Esa," tutur Menhub.Sementara itu, Plt. Dirjen Perhubungan Darat Ahmad Yani yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, “Kita lihat kecelakaan alhamdulilah menurun karena sebagian besar para pemudik menggunakan mudik gratis baik yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan, BUMN, atau pun swasta.” Dirinya berharap di tahun mendatang angka kecelakaan pada masa Angkutan Lebaran dapat semakin ditekan. Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Kapolrestabes Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Aditya Surya Dharma, serta Plt. Kepala BPTD Kelas II DIY Dody Arifianto.(*)

Publication Galleri Foto
Kunjungan Menteri Perhubungan ke Terminal Giwangan
13 Maret 2025, 16.01, 238

Yogyakarta (12/3/2025) - Dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Pada kesempatan ini, Menhub melakukan kunjungan ke Kantor BPTD Kelas II DIY dan Terminal Tipe A Giwangan untuk memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2025.

Publication Berita
Persiapan Angkutan Lebaran, Menhub Kunjungi Terminal Giwangan Yogyakarta
13 Maret 2025, 14.12, 381

Yogyakarta (12/3/2025) - Dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Pada kesempatan ini, Menhub melakukan kunjungan ke Kantor BPTD Kelas II DIY dan Terminal Tipe A Giwangan untuk memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2025.Menhub mengatakan, dalam kunjungannya ke Terminal Giwangan pihaknya juga memantau proyek revitalisasi terminal tahap 1. Dari hasil pantauan tersebut menurutnya proyek revitalisasi berjalan dengan baik. Dia pun berharap agar fasilitas yang sudah ditingkatkan dapat dijaga dengan baik.Dirinya menuturkan, Terminal Giwangan akan menjadi salah satu terminal tersibuk selama masa Angkutan Lebaran 2025. Untuk itu perlu dilakukan sejumlah persiapan menjelang Angkutan Lebaran 2025, antara lain dengan melakukan rampcheck atau pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan. Pemeriksaan mencakup berbagai aspek teknis, seperti rem, lampu, dan kondisi ban. Dari sisi administratif, dokumen kendaraan dan bukti kompetensi pengemudi juga diperiksa. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan berkendara.Dalam kesempatan tersebut, dilakukan inspeksi terhadap armada bus yang ada di Terminal Giwangan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan satu bus yang tidak laik jalan karena kelengkapan administrasinya tidak memenuhi syarat. Kartu Uji Berkala dan Kartu Pengawasan (Izin Penyelenggaraan Angkutan) habis masa berlakunya. Pihaknya menegaskan kendaraan tersebut tidak boleh dioperasikan sebelum memenuhi seluruh ketentuan administrasi. Perusahaan pemilik bus tersebut juga akan dipanggil untuk diberikan arahan lebih lanjut.Sebelumnya, Menhub Dudy juga telah mengadakan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk mengkoordinasikan dukungan dan menyampaikan sejumlah hal terkait Angkutan Lebaran 2025, di Kompleks Kepatihan."Pada kesempatan tadi kami menyampaikan informasi berdasarkan survey yang kami lakukan dan hal-hal yang perlu diantisipasi berkaitan dengan angkutan lebaran tahun 2025," ujar Menhub.Menhub Dudy menyampaikan hasil survey Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan bersama dengan Litbang Kompas yang memprediksi potensi pergerakan selama libur lebaran tahun 2025 mencapai 52% dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta jiwa.Potensi pergerakan, baik perjalanan lintas provinsi dan perjalanan dalam provinsi selama libur Lebaran tahun 2025 didominasi pemudik dengan daerah asal perjalanan dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa sebesar 66,6% atau sebanyak 97,6 juta orang."Di DIY, diprediksi akan terdapat 1,6% atau 2,3 juta orang yang akan melakukan perjalanan lintas provinsi dan perjalanan dalam provinsi. Dari hasil survey ini, terminal Giwangan merupakan terminal tujuan terpadat dan Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi stasiun tujuan terpadat. Ini menunjukkan bahwa DIY menjadi destinasi favorit masyarakat pada masa Angkeb 2025," lanjut Menhub.Untuk itu, Menhub mendorong kolaborasi antara Kemenhub dengan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menyiapkan sarana dan prasarana transportasi serta sarana pendukung lainnya, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa Angleb 2025.Menhub mengharapkan kolaborasi, dukungan, dan kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025, yakni antara lain Posko Angkutan Lebaran dan penyiapan Mudik Gratis, termasuk kesiapan armada melalui Rampcheck dan pemeriksaan kesehatan pengemudi; Peningkatan Akses dan Layanan Angkutan Feeder menuju terminal, stasiun, dan bandara; Pengaturan dan Rekayasa Lalu Lintas serta Penanganan Perlintasan Sebidang termasuk kesiapan jalur alternatif; Antisipasi Mobilitas Jumlah Wisatawan pada Musim Libur Lebaran termasuk tempat penginapan dan lokasi wisata; serta Penyediaan Informasi Mudik dan Sosialisasi Keselamatan khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi.Di samping itu, Menhub juga menyampaikan potensi adanya kepadatan di sejumlah jalan arteri yang disebabkan oleh pasar tumpah serta potensi kepadatan di kawasan pariwisata. Hal ini mengingat Yogyakarta memiliki banyak tujuan wisata, seperti Malioboro, Pantai Glagah, Parangtritis dan Baron.Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Kepala BKT Robby Kurniawan, dan Kepala BPTD Kelas II DIY Dody Arifianto. (*)

Publication Galleri Foto
Pelatihan Safety Riding di Yogyakarta
14 Feb. 2025, 13.58, 339

Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II DIY menggandeng Astra Motor Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Special Safety Riding untuk petugas lapangan Dishub dan BPTD di Astra Safety Riding Center Yogyakarta pada 3 - 6 Februari 2025 dan 11 - 14 Februari 2025.

Publication Berita
BPTD Kelas II DIY Gandeng Astra Motor Yogyakarta Selenggarakan Pelatihan K…
14 Feb. 2025, 13.47, 222

Yogyakarta (14/2/2025) – Yogyakarta – Program ‘Pelatihan Special Safety Riding’ bagi petugas lapangan BPTD dan Dinas Perhubungan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Indonesia Road Safety Partnership (IRSP), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II DIY, Astra Honda Motor (AHM) Deltamas, dan tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta telah sukses dilaksanakan pada 3-6 Februari dan 11-14 Februari di Safety Riding Center Astra Motor Yogyakarta. Pelatihan yang dibagi menjadi dua angkatan tersebut melibatkan 50 peserta yang berasal dari BPTD kelas II DIY, Dinas Perhubungan kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejalan dengan kebutuhan petugas lapangan BPTD dan Dishub di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki fungsi dalam pembinaan keselamatan lalu lintas. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi penting tentang teknik-teknik keselamatan berkendara. Sesi penyampaian materi keselamatan berkendara diisi oleh Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang Safety Riding oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Materi-materi yang diberikan kepada peserta yakni teknik memprediksi bahaya, pengereman dasar dan menengah, Static Balance untuk melihat kemampuan dasar keseimbangan peserta, teknik U-turn agar peserta menguasai teknik berputar balik yang benar, Slalom Phylon agar peserta bisa menguasai cara menghandle motor saat berbelok, Narrow plank teknik keseimbangan menggunakan papan besi, Slalom Course cara menghandling motor dengan skema modifikasi kombinasi beberapa teknik, dan #Cari_Aman Skill untuk merubah kebiasaan atau perilaku berkendara yang salah saat dijalan raya, serta tambahan pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) oleh Dinas Kesehatan Rumah Sakit Sardjito. Setelah mendapatkan materi yang komprehensif, peserta dibimbing untuk menggunakan alat simulator Honda Riding Trainer sebelum mempraktikkan teknik keselamatan berkendara secara langsung di area praktik Safety Riding milik Safety Riding Center Astra Motor Yogyakarta. Praktik dilaksanakan selama empat hari untuk mengakomodasi seluruh peserta agar mendapatkan pengalaman praktik yang riil di lapangan. “Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, instansi pusat maupun daerah, serta seluruh mitra kerja untuk bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kesadaran para pengguna sepeda motor agar mengutamakan aspek keselamatan berkendara”, pungkas Kepala BPTD Kelas II DIY, Dody Arifianto.Kebijakan Efisiensi AnggaranDalam menyikapi kebijakan efisiensi anggaran, instansi pemerintah dituntut untuk kreatif dan inovatif. Inovasi dan kreativitas itu tentu menjadi kunci dalam menyesuaikan diri dengan keterbatasan yang ada, untuk memastikan bahwa program-program kerja dapat tetap berjalan bahkan di tengah situasi yang penuh tantangan ini. Efisiensi bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan, melainkan kesempatan untuk menemukan cara kerja yang lebih baik.Sebagai sebuah langkah pelaksanaan tugas dan fungsi dalam hal keselamatan berkendara, BPTD Kelas II DIY bekerjasama dengan Indonesia Road Safety Partnership dan Astra Honda Motor menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Special Safety Riding untuk petugas lapangan BPTD dan Dishub di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. “Inovasi dan kreatifitas instansi pemerintah diperlukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, kami menggandeng Astra Honda Motor untuk menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk Corporate Social Responsibility. Keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan, untuk tidak melaksanakan tugas dan fungsi kami,” kata Dody Arifianto, Kepala BPTD Kelas II DIY. Menurutnya, dalam melaksanakan program kerja, instansi pemerintah harus melibatkan semua pihak, baik antar instansi, pihak swasta, dan masyarakat. Dody melanjutkan, “Kami melihat bahwa PT. Astra Honda Motor sebagai produsen sepeda motor di Indonesia bersama Astra Motor Yogyakarta memiliki program CSR salah satunya berupa pelatihan safety riding ini. Sementara kami sebagai perpanjangan Kementerian Perhubungan di daerah, memiliki fungsi dalam pembinaan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan. Hal ini merupakan kolaborasi yang baik antara unsur pemerintah dan pihak swasta dalam melaksanakan program kerja, di tengah kebijakan efisiensi anggaran."(*)

Publication Galleri Foto
Rampcheck Bus Kabinet Merah Putih
28 Okt. 2024, 10.28, 601

BPTD Kelas III DIY bersama instansi terkait melaksanakan rampcheck bus-bus yang akan digunakan oleh Kabinet Merah Putih dari Yogyakarta menuju ke kampus Akmil Magelang. Kegiatan inspeksi kendaraan bus tersebut dilaksanakan di lapangan parkir Stasiun Maguwo Yogyakarta (22/10/2024).

Publication Berita
Dukung Kegiatan Retreat Kabinet Merah Putih, BPTD Kelas III DIY Lakukan Ra…
28 Okt. 2024, 9.59, 506

Sleman (22/10) - BPTD Kelas III DIY bersama instansi terkait melaksanakan rampcheck bus-bus yang akan digunakan oleh Kabinet Merah Putih dari Yogyakarta menuju ke kampus Akmil Magelang. Kegiatan inspeksi kendaraan bus tersebut dilaksanakan di lapangan parkir Stasiun Maguwo Yogyakarta (22/10/2024). Pemeriksaan dilakukan oleh para petugas yang memiliki kompetensi sebagai Penguji Kendaraan Bermotor. Para petugas dari BPTD Kelas III DIY tersebut didampingi oleh petugas dari Kepolisian dan TNI. Setidaknya terdapat 28 bus dan 3 unit truk yang diperiksa kelaikan jalannya.Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kendaraan bus yang akan digunakan oleh para Menteri Kabinet Merah Putih tersebut benar-benar laik jalan dan memenuhi aspek keselamatan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan dokumen perjalanan dan surat-surat kendaraan, pemeriksaan fisik kendaraan seperti lampu, wiper, dan kondisi ban, serta pemeriksaan terhadap perlengkapan lain seperti adanya kotak P3K, tabung APAR, dan palu pemecah kaca.(*)