Kembali ke Publikasi

Kemenhub Alihfungsikan 48 UPPKB Menjadi Rest Area Selama Periode Angkutan Lebaran 2026

12 Feb. 2026 | 17x dilihat

Siaran Pers
Blog

JAKARTA (12/2)-Guna mendukung kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan melakukan penerapan pembatasan operasional angkutan barang di ruas jalan tol dan jalan non tol di beberapa wilayah Indonesia.

Sejalan dengan kebijakan pembatasan operasional angkutan barang tersebut, maka sejumlah UPPKB untuk sementara tidak beroperasi dan dialihfungsikan sementara sebagai rest area.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Kakorlantas, dan Dirjen Bina Marga KemenPU tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah, Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026.

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan menyampaikan, untuk mendukung kebijakan tersebut, Kemenhub siap mengalihfungsikan sementara unit jembatan timbang, menjadi tempat istirahat bagi pengguna jalan yang melintas di wilayah dengan pembatasan angkutan barang selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

“Ditjen Hubdat akan mengalihfungsikan sejumlah UPPKB menjadi rest area atau tempat istirahat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode angkutan Lebaran. Ini dilakukan mulai tanggal 14 Maret 2026 pukul 00.00 sampai tanggal 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat,” jelas Aan di Jakarta, Kamis (12/2).

Aan mengatakan, sesuai ketentuan di SKB, sebanyak 48 UPPKB akan dialihfungsikan sementara sebagai rest area bagi para pemudik. Sedangkan UPPKB yang berada di luar wilayah pembatasan operasional angkutan barang, tetap beroperasi seperti biasa.

“Ada 48 unit jembatan timbang atau UPPKB yang kami alihfungsikan sementara untuk menjadi rest area. UPPKB tersebut tersebar di wilayah yang diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang di antaranya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, ada juga di Bali, dan Kalimatan Tengah,” ucap Aan.

Adapun rincian daftar UPPKB yang dialihfungsikan sementara adalah sebagai berikut:

a.Provinsi Sumatera Utara:

UPPKB Aek Batu;

UPPKB Jembatan Merah;

UPPKB Dolok Estate Lima Puluh;

UPPKB Sibolangit;

UPPKB Mambang Muda; dan

UPPKB Dolok Parmonangan.

b.Provinsi Sumatera Barat:

UPPKB Lubuk Selasih

c.Provinsi Jambi:

UPPKB Jambi Merlung; dan

UPPKB Muara Tembesi.

d.Provinsi Sumatera Selatan:

UPPKB Merapi;

UPPKB Talang Kelapa; dan

UPPKB Kertapati.

e.Provinsi Lampung:

UPPKB Way Urang.

f.Provinsi Banten:

UPPKB Cikande; dan

UPPKB Cimanuk.

g.Provinsi Jawa Barat:

UPPKB Tomo;

UPPKB Balonggandu;

UPPKB Gentong;

UPPKB Kemang;

UPPKB Losarang; dan

UPPKB Cibaragalan

h.Provinsi Jawa Tengah:

UPPKB Wanareja;

UPPKB Ajibarang;

UPPKB Subah;

UPPKB Sarang;

UPPKB Pringsurat;

UPPKB Banyudono;

UPPKB Klepu; dan

UPPKB Tanjung.

i.Provinsi D.I. Yogyakarta:

UPPKB Kalitirto;

UPPKB Kulwaru; dan

UPPKB Taman Martani

j.Provinsi Jawa Timur:

UPPKB Singosari;

UPPKB Guyangan;

UPPKB Trosobo;

UPPKB Trowulan;

UPPKB Widodaren;

UPPKB Watudodol;

UPPKB Widang;

UPPKB Talun;

UPPKB Rejoso;

UPPKB Pojok;

UPPKB Baureno;

UPPKB Kalibaru Manis, dan

UPPKB Klakah

k.Provinsi Bali:

UPPKB Cekik

l.Provinsi Kalimantan Tengah:

UPPKB Anjir Serapat; dan

UPPKB Pasar Panas

“Penyediaan rest area ini dilakukan melalui dukungan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), sebagai perpanjangan tangan Ditjen Perhubungan Darat di daerah,” imbuh Aan.

Di setiap rest area tersebut, nantinya akan disediakan berbagai fasilitas antara lain tempat ibadah, toilet umum, layanan kesehatan seperti P3K dan bantuan tenaga medis, penerangan yang memadai di area UPPKB.

“Kami berharap UPPKB yang dijadikan rest area ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pemudik saat arus mudik atau arus balik Lebaran nanti. Sehingga masyarakat bisa beristirahat sejenak dan tidak memaksakan diri berkendara saat merasa lelah atau mengantuk, agar stamina tetap terjaga untuk menjamin keselamatan selama perjalanan hingga tiba di tujuan,” tutup Aan. (IS/WBW/MB).