Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Sulawesi Utara

Publication Siaran Pers
FGD Operasional Terminal dan Pemanfaatan BMN di Terminal
17 Okt. 2025, 13.37, 129

BPTD Kelas II Sulawesi Utara Gelar FGD Operasional Terminal dan Pemanfaatan BMN untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Transportasi DaratTondano, 16 Oktober 2025 – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Operasional Terminal dan Kepengusahaan serta Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di Terminal”, yang dilaksanakan pada 15 s.d. 17 Oktober 2025 di Yama Resort Indonesia, Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Perhubungan se-Provinsi Sulawesi Utara, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi terkait. FGD ini dipandu oleh Bapak Hendra Assa, Pranata Siaran RRI Manado, sebagai moderator. Direktur Prasarana Transportasi Jalan: RAM Check sebagai Kunci Keselamatan dan Arah Creative FinanceDalam sambutannya, Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Bapak Toni Tauladan, S.Si., MT., menekankan pentingnya peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional terminal melalui penerapan Ramp Check sebagai tahapan vital sebelum armada mengangkut penumpang.“Proses Ramp Check mencakup pemeriksaan kelaikan armada, kondisi awak, dan kelengkapan dokumen. Ini bukan hanya kewajiban administratif, tetapi jaminan keselamatan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi,” ujar Toni.Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa peningkatan kualitas keselamatan dan pelayanan terminal akan menciptakan traffic positif, baik bagi arus kendaraan maupun pergerakan manusia. Kondisi tersebut membuka peluang bagi penerapan prinsip-prinsip kerja sama dan creative finance dalam pengelolaan fasilitas terminal.“Dengan meningkatnya aktivitas dan mobilitas di terminal, peluang ekonomi dapat dikembangkan. Ini sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri Perhubungan untuk mendorong inovasi pembiayaan atau creative finance dalam sektor transportasi,” tambahnya. Kasi PKN KPKNL Manado: Pengelolaan Aset Harus Berlandaskan Hukum dan AkuntabilitasNarasumber kedua, Kasi Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) KPKNL Manado, Bapak Akhmad Mabarun, menjelaskan pentingnya prinsip-prinsip dasar dalam pengelolaan aset negara, khususnya yang berada di lingkungan terminal.“Pengelolaan aset harus memiliki kepastian hukum agar tidak menimbulkan keraguan dalam pengambilan kebijakan. Selain itu, harus dijalankan secara transparan, efisien, dan akuntabel,” ungkap Mabarun.Beliau juga menegaskan penerapan tiga tertib pengelolaan aset — tertib hukum, tertib fisik, dan tertib administrasi — serta kepastian nilai yang ditetapkan oleh tenaga profesional agar setiap aset memiliki dasar penilaian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Kasi Prasarana Jalan dan SDP BPTD Sulut: FGD Sebagai Langkah Strategis Tingkatkan Kompetensi SDM TerminalSelaku Ketua Panitia Pelaksana, Kasi Prasarana Jalan dan SDP, Bapak Santo Igno Geluh, menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini dilaksanakan untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan.“Ada beberapa latar belakang utama, antara lain kurangnya SDM yang berkompeten, kondisi sarana dan prasarana terminal yang belum memadai, keterbatasan anggaran pemeliharaan, serta masih adanya terminal bayangan dan pengemudi yang menaik-turunkan penumpang di luar terminal,” jelas Santo.Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan strategi pengelolaan terminal, sekaligus memahami mekanisme pemanfaatan serta prosedur sewa Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan terminal penumpang. Kepala BPTD Kelas II Sulut: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Wujudkan Terminal yang Modern dan AmanDalam arahannya, Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Utara, Bapak Alexander Hilmi Perdana, menegaskan bahwa pengelolaan terminal merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pelayanan transportasi darat.“Terminal penumpang Tipe A, B, dan C memiliki peran strategis dalam membentuk jaringan transportasi nasional yang efektif dan efisien. Tipe A menghubungkan antarprovinsi, Tipe B antar kabupaten/kota, dan Tipe C menjangkau pelayanan lokal,” jelas Alexander.Beliau berharap melalui kegiatan ini, akan terbangun pemahaman bersama tentang fungsi, arah pengelolaan, dan pengembangan terminal, serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan layanan terminal yang lebih aman, nyaman, dan berdaya saing. Kegiatan FGD ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dan meningkatkan kapasitas pengelolaan terminal di Sulawesi Utara. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pengelolaan terminal dapat semakin profesional, modern, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan masyarakat pengguna transportasi darat.

Publication Siaran Pers
BPTD Kelas II Sulawesi Utara Gelar Penegakan Hukum Kendaraan ODOL di UPPKB…
3 Okt. 2025, 13.03, 129

BPTD Kelas II Sulawesi Utara Gelar Penegakan Hukum Kendaraan ODOL di UPPKB Inobonto dan UPPKB Wangurer BitungBalai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara kembali melaksanakan kegiatan Penegakan Hukum (Gakum) terhadap Kendaraan Angkutan Barang Over Dimension dan Over Loading (ODOL) sebagai wujud komitmen dalam menekan pelanggaran lalu lintas dan menciptakan transportasi darat yang selamat, aman, tertib, dan berkelanjutan.Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi secara bertahap, yakni UPPKB Inobonto pada tanggal 24 s.d. 26 September 2025, dan UPPKB Wangurer Bitung pada tanggal 30 September s.d. 2 Oktober 2025. Hasil PelaksanaanPada pelaksanaan di UPPKB Inobonto yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 September 2025, tercatat sebanyak 220 kendaraan diberikan Surat Peringatan akibat kedapatan membawa muatan berlebih maupun menggunakan dimensi kendaraan yang tidak sesuai ketentuan. Jumlah ini menunjukkan masih tingginya tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh angkutan barang di jalur tersebut.Sementara itu, pada giat penegakan hukum di UPPKB Wangurer Bitung yang dilaksanakan pada tanggal 30 September hingga 2 Oktober 2025, petugas memberikan Surat Peringatan kepada 37 kendaraan, serta tindakan tilang kepada 44 kendaraan oleh Kepolisian Polres Bitung. Tindakan tegas tersebut diambil guna memberikan efek jera bagi para pelanggar sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam berkendara. Pernyataan dan Sinergitas Lintas SektorDalam sambutannya, Kepala BPTD Kelas II Sulut melalui Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan SDP & Pengawasan, Bpk. Dony Prasetio, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat represif melalui penindakan, tetapi juga edukatif untuk memberikan pemahaman kepada para pengusaha angkutan dan pengemudi.“Penegakan hukum ODOL ini bertujuan menciptakan kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kendaraan yang berlebihan dimensi maupun muatan tidak hanya membahayakan pengemudi, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujar Dony.Sementara itu, perwakilan Polres Bitung menegaskan dukungan penuh kepolisian dalam giat ini. “Kami dari Polri hadir untuk memastikan kepatuhan di lapangan. Tindakan tilang diberikan kepada kendaraan yang terbukti melanggar agar memberikan efek jera,” ungkap IPTU Sugianto yang ikut mendampingi kegiatan dari Polres Bitung.Dukungan juga datang dari unsur TNI dan pemerintah daerah, yang turut bersinergi dalam memberikan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan Indonesia bebas ODOL. Kesimpulan dan HimbauanKegiatan penegakan hukum ODOL yang dilakukan BPTD Kelas II Sulawesi Utara bersama Polri, TNI, dan stakeholder terkait bukan sekadar penindakan, tetapi juga sarana mengedukasi masyarakat agar mematuhi aturan muatan dan dimensi kendaraan.BPTD Kelas II Sulut menghimbau kepada seluruh pengusaha angkutan dan para pengemudi untuk tidak lagi melakukan pelanggaran ODOL, demi keselamatan bersama di jalan raya. Dengan kepatuhan terhadap aturan, transportasi darat di Sulawesi Utara akan semakin aman, tertib, dan berkelanjutan. Pengakan Hukum Kendaraan Angkutan Barang di UPPKB Inobonto Pengakan Hukum Kendaraan Angkutan Barang di UPPKB Wangurer Bitung

Publication Siaran Pers
KUNJUNGAN MENTERI PERHUBUNGAN RI DI SULAWESI UTARA
22 Juli 2025, 8.50, 143

MENTERI PERHUBUNGAN RI TINJAU LANGSUNG PENANGANAN KORBAN INSIDEN KM BARCELONA VA DI SULAWESI UTARAManado, 21 Juli 2025Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Bapak Dudy Purwagandhi, melakukan kunjungan kerja ke Manado, Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (21/07/2025) untuk memantau langsung penanganan korban dan perkembangan situasi pasca insiden kebakaran kapal penumpang KM Barcelona VA di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, yang terjadi pada Minggu siang (20/07/2025).Setibanya di Bandara Sam Ratulangi pukul 07.30 WITA, Menteri Perhubungan langsung menuju Pelabuhan Pelindo Manado, tempat sejumlah korban dievakuasi. Di lokasi tersebut, Menhub menyapa dan memberikan semangat kepada para korban serta memastikan proses tanggap darurat berjalan dengan baik dan terkoordinasi.Selain ke pelabuhan, Menhub Dudy Purwagandhi juga mengunjungi RSUD Provinsi Sulawesi Utara ODSK untuk menjenguk para korban luka-luka. Dalam kunjungannya, Menhub bertegur sapa dan memberikan dukungan moril kepada para pasien yang tengah menjalani perawatan medis. Beliau juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk memastikan pelayanan dan pemulihan korban berlangsung maksimal.Dalam pernyataannya, Menhub menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut: “Atas nama pribadi dan Kementerian Perhubungan, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas insiden KM Barcelona VA. Ini adalah musibah yang tidak kita harapkan. Kami akan memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan baik, termasuk investigasi penyebab kejadian.”Menhub juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat sekitar di wilayah Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, yang telah dengan sigap dan tulus membantu proses evakuasi penumpang saat kejadian berlangsung: “Kami sangat mengapresiasi masyarakat Likupang yang dengan cepat turun tangan membantu penyelamatan. Ini menunjukkan semangat solidaritas dan kemanusiaan yang luar biasa.”Tak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Tim Basarnas, Bakamla, serta pihak Kepolisian setempat atas kesiapsiagaan dan kerja sama mereka dalam menangani kejadian ini, baik dalam evakuasi maupun pencarian korban.Dalam kunjungan tersebut, Menhub didampingi oleh Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan, Bapak Arif Toha, dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Bapak Muhammad Masyud, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Ditjen Perhubungan Laut, Darat, dan Udara. Hadir pula Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado.Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Utara melaporkan bahwa: “Dari hasil operasi SAR yang dilakukan sejak kemarin, hingga saat ini tercatat 3 (tiga) korban jiwa, dengan 1 (satu) jenazah telah ditemukan dan 2 (dua) jenazah masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian melalui laut dan udara.”Seluruh korban luka-luka telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Provinsi Sulawesi Utara ODSK. Sebagian besar korban luka kini dalam kondisi stabil dan terus dipantau oleh tim medis.Terkait upaya investigasi, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun, investigasi menyeluruh baru bisa dilakukan setelah proses pendinginan bangkai kapal selesai, yang saat ini sedang dilakukan oleh tim dari Bakamla dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). “Kami akan menunggu proses pendinginan kapal yang masih berlangsung. Setelah itu, tim KNKT akan mulai bekerja menyelidiki sumber dan penyebab insiden ini secara komprehensif,” ujar Menhub.Lebih lanjut, Menteri Perhubungan juga menegaskan bahwa apabila dalam kejadian ini ditemukan adanya indikasi pelanggaran hukum atau unsur tindak pidana, maka sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya: “Jika ada unsur pelanggaran hukum dalam kejadian ini, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian dan aparat hukum terkait untuk memproses sesuai ketentuan yang berlaku.”Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, standar operasional, serta prosedur darurat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.Humas BPTD Kelas II Sulut

Publication Siaran Pers
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pengalihan Tugas dan Fungsi Kese…
29 April 2025, 16.28, 74

Bitung, 29 April 2025 — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Pengalihan Tugas dan Fungsi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) di Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini dilangsungkan pada hari Sabtu, 29 April 2025, bertempat di Kantor KSOP Kelas I Bitung.Penandatanganan BAST ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Perhubungan RI Nomor IM 3 Tahun 2025 Tentang penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Keselamatan dan Keamanan Pelayaran pada Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan.Melalui pengalihan tugas dan fungsi ini, diharapkan koordinasi lintas sektor dapat semakin terintegrasi dalam mewujudkan pelayanan transportasi TSDP yang selamat, aman, dan berkelanjutan. KSOP Kelas I Bitung selaku tuan rumah juga menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan sinergi dan dukungan dalam pelaksanaan tugas keselamatan pelayaran di wilayah kerja yang menjadi tanggung jawabnya.“Kita satu baju, satu keluarga besar kementerian perhubungan. Tidak ada pemisah antara laut darat maupun udara. Tidak ada, cuma tugas dan fungsi yang membedakan kita. Tetapi secara pengelolaan kita satu keluarga besar Kementerian Perhubungan” ujar Kepala KSOP Kelas I Bitung Bpk. Yefri Meidison, M.Mar.E.Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPTD Kelas II Sulut - Bpk. Alexander Hilmi Perdana, S.Si.T., M.Si. memberikan pandangannya terhadap pengalihan tugas dan fungsi ini bukanlah suatu hal untuk meningkatkan egosentrisme antar Unit Pengelola Teknis, melainkan mempererat tali silaturahmi dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi yang berorientasi pada keselamatan pengguna jasa. “Alangkah baiknya ego sektoral kita hilangkan, sehingga mudah-mudahan dengan sinergitas kita Darat dan Laut membuat Transportasi Sungai, Danau dan Penyebernagan khususnya di Wilayah Sulawesi Utara dapat berjalan dengan lancar dan berkeselamatan”.Acara ini dihadiri oleh Kepala KSOP Kelas I Bitung, Kepala BPTD Kelas II Sulut, Ka. UPP Kelas III Amurang, Ka. UPP Kelas III Likupang, Ka. UPP Kelas III Ulu Siau, Ka. UPP Kelas III Tahuna, dan Ka. UPP Kelas III Melonguane. Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir para Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Bitung, Pelabuhan Penyebernagan Likupang, Pelabuhan Penyeberangan Ulu Siau, Pelabuhan Penyeberangan Pananaru, dan Pelabuhan Penyeberangan Melonguane.

Publication Siaran Pers
Sukses Gelar Pekan Keselamatan Jalan 2024 di Manado, BPTD Kelas II Sulawes…
27 Okt. 2024, 17.00, 513

Manado, 26 Oktober 2024 – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi UtaraSukses menggelar Pekan Keselamatan Jalan 2024 di Kawasan Megamas, Manado. Acara yangbertajuk Run for Safety ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akanpentingnya keselamatan berkendara dan membangun budaya tertib lalu lintas di Sulawesi Utara.Event ini diikuti oleh lebih dari 800 peserta yang antusias berpartisipasi dalam kegiatan Fun Run5K dengan tema keselamatan jalan. Para peserta, mulai dari pelajar, mahasiswa, hinggakomunitas lokal, mengikuti lari pagi yang dengan Flag Off pada pukul 05.30 WITA. Acara jugadimeriahkan oleh berbagai aktivitas menarik seperti Zumba Party, Bazar UMKM, cek kesehatangratis, serta hiburan dari New Chivas Band.Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Utara, ALEXANDER HILMI PERDANA, menyatakan, “Kami berharapPekan Keselamatan Jalan ini dapat memberikan dampak yang signifikan dalam membangunkesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Dengan adanya kegiatan ini,kami ingin masyarakat Sulawesi Utara semakin peduli dan tertib dalam berlalu lintas.”Rangkaian Acara dan Aktivitas EdukatifPekan Keselamatan Jalan 2024 tidak hanya berfokus pada kegiatan olahraga, tetapi jugamenyelenggarakan sesi edukasi tentang keselamatan berkendara. Selama sepekan, BPTD Kelas IISulawesi Utara bersama dengan mitra kerja terkait melakukan berbagai rangkaian kegiatan disekolah-sekolah. Mulai dari tingkat SD sampai SMA terkait sosialisasi keselamatan berkendara.Dalam rangkaian kegiatan ini, BPTD Sulut juga bekerja sama dengan Polresta Manado untukmemberikan SIM gratis kepada siswa SMA di Manado.Pada 25 Oktober 2024, Bersama dengan berbagai stakeholders mitra kerja, BPTD Sulawesi Utaramengadakan Safety Riding yang diikuti oleh 80 bikers. Kegiatan Safety Riding ini berlangsung dariManado menuju Danau Linow, Tomohon. Kegiatan Safety Riding ini juga memberi ruang untukdiskusi terkait Keselamatan Berkendara untuk anak muda.Selain itu, rangkaian kegiatan PKJ Sulut 2024 juga mengadakan berbagai lomba dengan hadiahyang cukup fantastis. Lomba-lomba tersebut antara lain lomba menggambar, lomba video, lombasenam salud, dan lomba kahoot. Seluruh hadiah diberikan kepada para pemenang saat acarapuncak kemarin.Dukungan Komunitas UMKM LokalSebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal, acara ini juga melibatkan lebih para pelakuUMKM yang membuka booth di area event. Stand UMKM ini tidak hanya menyediakan produk-produk unggulan dari Sulawesi Utara tetapi juga menjadi media bagi pelaku usaha untukmemperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas. Kolaborasi ini diharapkan dapatmemberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM di daerah.Dukungan dan Apresiasi dari Pemerintah DaerahPejabat Wali Kota Manado, Clay Dondokambey, S.STP., M.AP, menyampaikan apresiasinyaterhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Kami sangat mendukung kegiatan Pekan Keselamatan Jalan2024 yang diselenggarakan oleh BPTD Sulawesi Utara. Dengan semakin banyaknya kegiatanedukatif seperti ini, kami berharap masyarakat Manado semakin memahami pentingnyakeselamatan di jalan dan membangun budaya berkendara yang lebih baik,” ungkapnya.Pada kesempatan yang baik ini, Direktur Sarana Transportasi Jalan, Amirulloh, menekankanbahwa PKJ merupakan program tahunan dari Kementerian Perhubungan melalui DirektoratJenderal Perhubungan Darat "Pekan Keselamatan Jalan ini merupakan bagian dari upaya nasionaluntuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan ramah bagi semua pengguna jalan. Kamisangat bangga melihat antusiasme masyarakat Manado dan berharap acara seperti ini dapatberlanjut di tahun-tahun mendatang," ujar Amirulloh.Acara ini diakhiri dengan pengundian doorprize dan penyerahan hadiah kepada para pemenanglomba Run For Safety 5K. Dengan suksesnya penyelenggaraan Pekan Keselamatan Jalan 2024,BPTD Kelas II Sulawesi Utara berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk selalumenjaga keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas.– Selesai –Kontak Media:Humas BPTD Kelas II Sulawesi UtaraEmail: humas.bptdxxii@gmail.comInstagram: @bptdkls2sulut @pkjsulut2024

Publication Siaran Pers
Press Tour dan Media Bfriefing Tahun 2024 Provinsi Sulawesi Utara
7 Feb. 2024, 15.00, 953

Manado (5/2) - Dalam rangka meningkatkan perkembangan KSPN Super Prioritas di Provinsi Sulawesi Utara, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melaksanakan Press Tour Tahun 2024 yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan berlangsung pada 05 s/d 07 Februari 2024 bertempat di Luwansa Hotel and Convention Center, Kota Manado.Kegiatan Press Tour di awali dengan pelaksanaan Media Briefing yang dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat - Bpk. Amirulloh, dan disaksikan bersama oleh seluruh peserta Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub)."di Sulawesi Utara ada terminal seperti bandara, hal ini membutktikan bahwa pembangunan perhubungan disektor transportasi sudah merata ke seluruh wilayah Indonesia" pungkas AmirullohKepala BPTD Kelas II Sulut - Bpk. Sri Hardianto turut hadir dengan membawakan pemaparan terkait kesiapan Sarana dan Prasarana di Provinsi Sulawesi Utara. Narasumber lainnya mitra kerja dan stakeholder terkait turut andil memberikan pemaparan dalam kesempatan tersebut, khususnya dalam mendukung pertumbuhan KSPN di Provinsi Sulawesi Utara.Sri Hardianto mengungkapakan penghargaan yang tinggi kepada Ditjen Hubdat "Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyelenggara kegiatan Press Tour Ditjen Perhubungan Darat, atas kepercayaannya kepada BPTD Kelas II Sulut sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini."Peninjauan lapangan menjadi tujuan utama dalam kegiatan ini. Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tangkoko, UPPKB Wangurer, dan Pelabuhan Penyeberangan Bitung mendapatkan kesempatan dari Sesditjen Hubdat beserta rombongan untuk menjadi tempat tujuan dalam rangka peninjauan sarana dan prasarana serta pelayanan kepada masyarakat.Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menjelaskan bahwa "ini adalah salah satu Terminal Tipe A yang direvitalisasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan menurut kami ini sangat bagus karena ini merupakan Terminal Serasa Bandara yang dimana jika masuk ke terminal, masyarakat dimintakan untuk mengambil nomor antrian terlebih dahulu, kemudian menunggu di ruang tunggu, dan setelah itu naik kedalam kenderaan sesuai dengan nomor antriannya. Hal ini membuat masyarakat lebih disiplin dalam menggunakan angkutan umum."Para anggota rekan-rekan wartawan Forwahub mengambil bagian dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada Sesditjen Hubdat, Kepala BPTD Kelas II Sulut, dan Pengamat Transportasi - Bpk. Djoko Setijowarno.

Publication Siaran Pers
Di Penyeberangan Bitung Pengemudi Tegur Awak Kapal Ferry ....
6 Feb. 2024, 15.00, 1051

Di Penyeberangan Bitung Pengemudi Tegur Awak Kapal Ferry BISNISNEWS.id - Penyeberangan Bitung Sulawesi Utara menjadi salah satu tempat yang disinggahi Sekretaris Jenderal perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Setditjen Hubdar Kemenhub) Amirullah dan rombongan dalam kunjungan kerjanya Senin (5/2/2024).Di penyeberangan Bitung, penegakan hukum dan safety menjadi super prioritas. Pasalnya, para pengemudi angkutan barang yang melalui jalur penyeberangan ini menolak naik kapal yang tidak memenuhi syarat keselamatan.Pengakuan ini disampaikan langsung oleh pengemudi yang akan menyeberang ke Sangir.  Dikatakan,  para pengemudi akan mengingatkan awak kapal untuk memeriksa seluruh kendaraan yang masuk ke kapal ferry sebelum  kapal diberangkatkan." Kami tidak akan mau naik kapal yang melanggar aturan karena nantinya kami sendiri yang dirugikan," ungkap Martin, salah satu pengemudi truk yang mengangkut sembako tujuan Sangir.Salah satu yang paling diperhatikan pengemudi di penyeberangan Bitung adalah,  soal lashing. Yakni, kendaraan dan barang wajib diikat rodanya ke badan kapal saat masuk ke kapal.Alasan pengemudi ini sederhana, untuk keselamatan barang bawaannya. " Kalau kendaraan ini tidak diikat, saat kapal ini oleng diterjang ombak atau ada faktor lain, kendaraan kami ikut miring dan bergeser, ini kan bahaya bang, kapal bisa miring dan masuk laut," kata Martin.Ungkapan serupa disampaikan Rudi, pengemudi truk membawa perlengkapan furniture tujuan yang sama.Kata Rudi, lebih baik telah berangkat ketimbang ada masalah di tengah laut." Kalau kapal oleng ke kiri atau ke kanan, kendaraan kami ikut oleng dan kalau tidak diikat kendaraan tergeser,  barang kami tercebur ke laut, kami yang rugi dan keselamatan kami juga terancam," jelasnya.Penyeberangan Bitung sendiri saat ini melayani lintasan penyeberangan  ke Ternate,  Tobelo,  Mangaran,  Melonguane Sangir dan Siau LembeGM  ASDP Indonesia Ferry cabang Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara  Arief Eko Rusdiansjah menjelaskan,  peraturan keselamatan menjadi prioritas." Di Bitung  ini seluruh kendaraan yang masuk ke kapal wajib lashing," kata Arief.Kesadaran para pengguna jasa khususnya pengemudi angkutan barang, membantu kelancaran petugas di lapangan.Ditanya, kenapa ada beberapa pelabuhan penyeberangan di Jawa umumnya tidak melakukan lashing terhadap kendaraan yang masuk kapal, menurut  Arief, kemungkinan lintasannya terlalu padat, sehingga waktu melakukan lashing sedikit.Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 30 Tahun 2016tentang Kewajiban Pengikatan Kendaraan Pada Kapal Angkutan Penyeberangan.Beleid itu mewajibkan seluruh kendaraan yang diangkut kapal laut untuk diikat.Pasal 2  dalam beleid itu menyebutkan kapal angkutan penyeberangan wajib menyediakan alat pengikat kendaraan (lashing) dan klem roda kendaraan.Arief  mengatakan, mengapa unsur keselamatan pelayaran sangat diperhatikan, karena kapal yang berlayar dari Bitung ke sejumlah ruas pelayaran hanya sendiri. Artinya, tidak ada kapal lain yang berlayar pada rute yang sama, sehingga kalau ada kerusakan sulit mendapatkan pertolongan." Kalau berlayar, ya cuma satu kapal, waktu  tempuhnya 2 -16 jam, " jelasnya.Karena itu, ungkap Arief kapal harus benar-benar laik laut dan memperhatikan syarat keselamatan sebelum melakukan pelayaran. Faktor cuaca di lintasan Bitung belakangan ini tidak menentu. " Kita perlu mengantisipasi," jelasnya.(Syam)

Publication Siaran Pers
Dukung Pariwisata Sulut, Kemenhub Kembangkan Angkutan Antar Moda
6 Feb. 2024, 8.00, 778

Dukung Pariwisata Sulut, Kemenhub Kembangkan Angkutan Antar Moda Analisadaily.com, Manado - Dalam rangka mengenalkan sekaligus memperkuat peran strategis transportasi darat di wilayah Sulawesi Utara, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan Kegiatan Press Tour Direktorat Jenderal Perhubungan Darat 2024 dengan tema "Sinergi Pers – Ditjen Hubdat Dalam Perkuat Peran Strategis Transportasi Darat” pada tanggal 5 - 7 Februari 2024 di Manado Sulut."Transportasi darat adalah urat nadi pembangunan. Semua sektor pembangunan sangat bergantung pada sektor transportasi. Maka dari itu perannya sangat strategis dan tentu perlu dukungan dari stakeholders terkait, salah satunya yaitu rekan-rekan media," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Amirulloh saat membacakan sambutannya di Manado, Senin (5/2).Ia menyampaikan, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub tidak hanya membangun Pulau Jawa, tetapi juga luar Pulau Jawa seperti yang diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia, sebagai contoh pembangunan fasilitas transportasi darat di Sulawesi Utara seperti adanya Terminal Tipe A Tangkoko yang dijuluki "Terminal Rasa Bandara"."Sulawesi Utara ini erat kaitannya dengan sektor pariwisata, oleh karena itu Ditjen Hubdat juga memberikan dukungan angkutan antarmoda Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan dukungan di Daerah Pariwisata Super Prioritas Likupang. Untuk menyukseskan dukungan ini juga diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan juga pengamat transportasi," tambahnya.Ia berharap melalui kegiatan ini media dapat turut serta mendukung menyuarakan sarana dan prasarana transportasi darat yang telah dibangun selama ini sehingga diketahui oleh masyarakat lebih luas dan bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat ataupun wisatawan.Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Hukum dan Humas, Aznal mengatakan, pada Press Tour kali ini para wartawan diberikan pengenalan dan pengalaman langsung dalam melihat dan merasakan layanan transportasi darat di Sulawesi Utara.Adapun, kegiatan yang diikuti oleh 11 wartawan dari berbagai media nasional ini merupakan salah satu bentuk kegiatan media relation dalam memberi pemahaman informasi, menjembatani dan menjalin hubungan baik antara Ditjen Perhubungan Darat dengan media atau pewarta untuk melihat secara langsung perkembangan dan pembangunan di sektor transportasi darat, dengan harapan mendapatkan publikasi yang maksimal dan berimbang."Adapun pada kegiatan ini, selain adanya Media Briefing juga rekan-rekan media kami ajak berkunjung ke Pelabuhan Penyeberangan Bitung, Terminal Tipe A Tangkoko, UPPKB Wangurer, serta beberapa lokasi wisata dengan menggunakan angkutan antarmoda Damri KSPN," imbuhnya.Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Utara, Sri Hardianto menuturkan, Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan kekayaan alam dan potensi wisata yang banyak sehingga perlu didukung oleh sisi transportasi, akomodasi, fasilitas pelayanan dan promosi wisata.Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Penyediaan Angkutan, Jaringan dan Tarif Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Noldy Steylan Sulu mengutarakan, ke depan kebijakan umum transportasi di Sulawesi Utara berorientasi pada pengembangan wilayah."Akan ada pembangunan ATCS, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang, pembangunan sarana transportasi perkotaan, pembangunan terminal barang Manado, pembangunan jaringan transportasi pesisir serta pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan demi meningkatkan keselamatan dan pelayanan transportasi yang lebih baik," papar Noldy.Adapun Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno pada kegiatan ini juga menyampaikan bahwa kini di Sulawesi Utara terdapat 10 layanan trayek angkutan jalan perintis dengan 22 kendaraan dan 3 trayek angkutan KSPN Likupang."Dengan layanan transportasi darat yang ada sekarang di rasa masih kurang dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Ke depan perlu menjadi perhatian untuk merencanakan angkutan barang perintis dari Pelabuhan Bitung, layanan angkutan perkotaan Buy The Service di Manado serta memperbanyak bus perintis di kepulauan sekitar Sulawesi Utara," pungkasnya.Setelah kegiatan Media Briefing berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa sarana dan prasarana transportasi darat di Sulawesi Utara serta beberapa lokasi wisata seperti Benteng Moraya Tondano, Camp James, Danau Linow, dan yang lainnya.(TRY/RZD)

Publication Siaran Pers
Gebrakan Ditjen Hubdat `Terminal Serasa Bandara` Bikin Nyaman Penumpang di…
6 Feb. 2024, 7.00, 636

Gebrakan Ditjen Hubdat `Terminal Serasa Bandara` Bikin Nyaman Penumpang di Terminal Tangkoko SulutBITUNG (BeritaTrans.com) - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus meningkatkan kualitas dan pelayanan pada Terminal Tipe A, Sulawesi Utara."Terminal Serasa Bandara" Tulisan tersebut terpampang jelas dengan warna kuning dan biru di dalam Terminal Tangkoko dengan Tipe A, Bitung, Sulawesi Utara.Terpantau BeritaTrans.com di terminal tersebut terdapat fasilitas seperti Wi-Fi gratis, Toilet gratis, Trolley, Kursi roda bagi lansia atau penyandang disabilitas, ruang laktasi/menyusui, mushola, penjual UMKM, port charger ruang kesehatan ATM gallery, photo booth, mesin antrean, mesin survey kepuasan masyarakat, voice direction/announcement, dan empat unit AC standing besar yang bikin sejuk ruangan sehingga penumpang terasa nyaman sambil menunggu keberangkatan, Senin (5) 2/2024). Terpantau juga bus-bus terparkir di halaman terminal tersebut menunggu jadwal keberangkatan dan juga yang baru tiba dari Manado. Penumpang yang akan berangkat diinformasikan oleh petugas dengan tujuan Manado.Adalah Aziz, bapak anak satu asal dari Gorontalo sudah lebih dari 10 tahun membawa Bus tujuan Bitung-Manado mengungkapkan, "Terminal Tangkoko sudah lebih baik setelah dikelola oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalu BPTD Manado, dibanding dengan kondisi sebelumnya. Sekarang ada wifi gratis, toilet gratis trolley, kursi roda dan ruangan ber-AC, " ungkapnya.  "Untuk tarif adalah Rp25 Ribu sekali jalan, paling ramai penumpang saat Hari Jum'at hingga Senin, ada yang berwisata ataupun kunjungan keluarga. Harapan ke depannya agar lebih baik lagi walaupun uji sudah baik jadi terminal serasa bandara," tutupnya.Kunjungan kerja Sesditjen bersama, Kabag Hukum dan Humas Kepala BPTD Kelas II Manado bersama pengamat transportasi, Djoko Setijawano dan rombongan 11 awak media dari Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) yang mengikuti acara press tour di Manado.(ahmad)