Langkah Kolaboratif untuk Integrasi Angkutan Umum Penumpang
Terminal bukan sekadar tempat naik-turun penumpang. Ia adalah simpul penting dalam sistem transportasi darat yang menentukan kelancaran mobilitas masyarakat. Di Sulawesi Tengah, Terminal Tipe A Kasintuwu (Poso), Terminal Tipe B Toboli (Parigi Moutung), Terminal Tipe C Tompira (Morowali Utara), serta terminal tipe B dan C lainnya, menghadapi tantangan yang sama: pelayanan angkutan umum penumpang yang belum terintegrasi secara optimal di Sulawesi Tengah.
Tantangan yang Dihadapi
Belum adanya integrasi membuat pelayanan di tiap terminal berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, koordinasi antar moda dan antar wilayah menjadi kurang efisien. Penumpang pun sering kali merasakan ketidaknyamanan, mulai dari jadwal yang tidak sinkron hingga fasilitas yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Tiga Solusi Strategis
Untuk menjawab tantangan tersebut, BPTD Kelas II Sulawesi Tengah merumuskan tiga langkah konkret:
- Koordinasi Pendataan Terminal Tipe B dan C, hal ini dilakukan bersama Dinas Perhubungan, pendataan ini bertujuan mengidentifikasi terminal yang berpotensi dijadikan mitra kerja sama. Dengan data yang akurat, perencanaan akan lebih tepat sasaran.
- Rapat Koordinasi Lintas Instansi, Agenda rapat akan melibatkan Dinas Perhubungan terkait selaku pemilik terminal tipe B dan C serta instansi terkait lainnya. Forum ini menjadi wadah untuk menyatukan visi, membahas kendala, dan merumuskan solusi bersama.
- Penyusunan MoU dan Perjanjian Pinjam Pakai Ruangan Sebagai tindak lanjut, disiapkan dokumen kerja sama resmi berupa MoU. Langkah ini memastikan adanya kepastian hukum dan komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan terminal.
Semangat Kolaborasi
Pendekatan ini sejalan dengan semangat kerja sama yang ditunjukkan Kementerian Perhubungan dalam berbagai bidang, prinsipnya ialah: kolaborasi lintas pihak demi pelayanan transportasi yang lebih baik dan berkelanjutan.
Menuju Pelayanan Terintegrasi
Dengan koordinasi, rapat bersama, dan MoU yang jelas, diharapkan pelayanan terminal di Sulawesi Tengah dapat lebih terintegrasi. Penumpang akan merasakan manfaat langsung berupa kenyamanan, efisiensi waktu, dan kepastian layanan. Sementara bagi pemerintah daerah, kerja sama ini membuka peluang optimalisasi aset terminal sekaligus memperkuat sistem transportasi darat secara keseluruhan.