Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Sulawesi Tengah

Publication Berita Khusus
Menghindari Macet Saat Berburu Takjil
23 Feb. 2026, 12.33, 94

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana jalanan biasanya berubah menjadi lebih ramai dari hari biasa. Banyak orang keluar rumah untuk membeli takjil—mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga aneka makanan favorit Ramadan. Aktivitas yang dikenal dengan “berburu takjil” ini memang menjadi tradisi yang menyenangkan, namun sering kali juga memicu kemacetan di berbagai titik jalan.Kemacetan biasanya terjadi di sekitar pasar Ramadan, pinggir jalan yang dipenuhi pedagang, hingga area dekat permukiman. Kendaraan yang berhenti mendadak, parkir sembarangan, atau pengendara yang terburu-buru mengejar waktu berbuka menjadi faktor utama tersendatnya arus lalu lintas.Agar kegiatan berburu takjil tetap nyaman tanpa menambah kemacetan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan.Berangkat lebih awalJangan menunggu waktu terlalu dekat dengan azan magrib. Selain menghindari kepadatan, berangkat lebih awal juga membuat perjalanan lebih santai tanpa terburu-buru.Pilih lokasi yang aman untuk berhentiHindari berhenti di badan jalan. Gunakan area parkir yang tersedia atau cari tempat yang tidak mengganggu arus kendaraan lain.Manfaatkan transportasi yang lebih praktisJika lokasi takjil dekat, berjalan kaki bisa menjadi pilihan. Selain mengurangi kemacetan, juga lebih sehat.Tetap tertib berlalu lintasJangan karena ingin cepat sampai lalu melanggar aturan. Keselamatan tetap menjadi prioritas, terutama saat kondisi jalan lebih padat dari biasanya.Imbauan tertib berlalu lintas selama bulan Ramadan juga sering disampaikan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Korps Lalu Lintas Polri agar masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.Berburu takjil memang menjadi bagian dari kebersamaan dan tradisi Ramadan. Namun, akan lebih baik jika dilakukan dengan tertib dan penuh kesadaran. Dengan begitu, suasana menjelang berbuka tetap nyaman, lancar, dan aman bagi semua pengguna jalan.Karena pada akhirnya, kebahagiaan berbuka puasa akan terasa lebih lengkap jika perjalanan menuju waktu berbuka berlangsung dengan selamat. (NFL)

Publication Berita Khusus
Berkendara dan Berpuasa: Tetap Aman di Tengah Menahan Lapar dan Dahaga
23 Feb. 2026, 12.17, 56

Bulan puasa adalah momen yang penuh berkah bagi umat Muslim. Aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa, termasuk bekerja, sekolah, dan bepergian. Namun, saat berpuasa, kondisi tubuh tentu berbeda dibandingkan hari biasa. Karena itu, keselamatan berkendara perlu mendapat perhatian lebih agar perjalanan tetap aman dan nyaman.Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Hal ini bisa memengaruhi konsentrasi, daya tahan tubuh, dan tingkat energi. Rasa lemas atau mengantuk sering muncul, terutama pada siang hari atau menjelang waktu berbuka. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.Menurut imbauan keselamatan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Korps Lalu Lintas Polri, pengendara di bulan puasa dianjurkan untuk memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat sejenak daripada memaksakan perjalanan.Ada beberapa tips sederhana agar tetap aman berkendara saat berpuasa:Jangan lewatkan sahurSahur membantu menjaga energi tubuh sepanjang hari. Pilih makanan bergizi seimbang dan cukup air agar tubuh tidak cepat lemas.Atur waktu perjalananJika memungkinkan, hindari berkendara pada jam-jam rawan kelelahan, seperti siang terik atau menjelang berbuka ketika lalu lintas biasanya lebih padat.Tetap fokus dan sabar di jalanMenjelang berbuka, banyak pengendara ingin cepat sampai tujuan. Kondisi ini sering memicu kebut-kebutan atau pelanggaran lalu lintas. Tetaplah berkendara dengan tenang dan patuhi aturan.Kenali tanda-tanda tubuh lelahJika mulai pusing, mengantuk, atau kehilangan fokus, segera menepi di tempat aman untuk beristirahat.Selain itu, penting juga memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum digunakan. Pemeriksaan sederhana seperti rem, lampu, dan ban dapat membantu mengurangi risiko gangguan di perjalanan.Puasa bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif, tetapi justru menjadi momentum untuk melatih kesabaran, termasuk saat berada di jalan. Dengan kondisi tubuh yang terjaga dan perilaku berkendara yang tertib, perjalanan selama bulan puasa dapat tetap aman dan lancar.Karena keselamatan berkendara bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. (NFL)