Launching Perdana Layanan Angkutan Penyeberangan Perintis, Wujud Langkah N…
14 Jan. 2026, 9.20, 16BANGGAI LAUT (13/1) — Dalam rangka mendukung peningkatan konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah kepulauan di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Banggai Laut, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tengah melaksanakan Launching Layanan Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Kecamatan pada lintasan Banggai–Paisulamo dan Paisulamo–Dungkean (PP).Layanan Angkutan Penyeberangan Perintis ini resmi beroperasi mulai 13 Januari 2026 dan dilayani oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Luwuk dengan menggunakan armada KMP Teluk Tolo. Penyelenggaraan layanan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui Kementerian Perhubungan dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Pelaksanaan launching tersebut menjadi bagian dari upaya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang diimplementasikan oleh BPTD Kelas II Sulawesi Tengah untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat antar kecamatan di Kabupaten Banggai Laut, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah guna mendukung pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.Penyelenggaraan Layanan Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Kecamatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Kabupaten Banggai Laut secara khusus dan Provinsi Sulawesi Tengah secara umum. Melalui skema subsidi, BPTD Kelas II Sulawesi Tengah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan layanan hingga lintasan penyeberangan dapat ditingkatkan menjadi lintasan komersial, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pelayaran serta pemenuhan standar pelayanan kepada masyarakat oleh operator dan seluruh pemangku kepentingan terkait.Pada kesempatan tersebut, Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Tengah, Mangasi Sinaga, mengimbau masyarakat pengguna jasa angkutan penyeberangan lintasan Banggai–Paisulamo dan Paisulamo–Dungkean agar dapat memanfaatkan layanan yang disediakan pemerintah secara optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya, serta turut menjaga keselamatan dan ketertiban selama perjalanan.







