Publikasi BPTD Kelas II Sulawesi Tengah

BPTD Kelas II Sulawesi Tengah Evaluasi Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2025/1447 H, Soroti Ketimpangan Data Produksi dan Kepatuhan Operasional Bus

30 Maret 2026, 16.00 | 28x dilihat

Berita
Blog

Palu (30/03/2025) — Pelaksanaan Angkutan Lebaran (Angleb) Tahun 2025/1447 H di wilayah kerja BPTD Kelas II Sulawesi Tengah secara umum berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Hingga masa operasional berakhir, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu kelancaran pelayanan transportasi kepada masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam agenda evaluasi pelaksanaan Angkutan Lebaran 2025/1447 H, yang menjadi bagian penting dalam meninjau efektivitas layanan transportasi darat selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Tengah, Mangasi Sinaga menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini dapat dikategorikan sukses, baik dari sisi pelayanan, pengawasan, maupun koordinasi lintas sektor. Meski demikian, terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait data produksi angkutan di terminal.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam evaluasi adalah adanya ketimpangan data produksi penumpang, di mana pada beberapa terminal tercatat bahwa jumlah penumpang keberangkatan cukup tinggi, namun angka kedatangan relatif rendah. Kondisi ini dinilai perlu dicermati lebih lanjut karena dapat mengindikasikan adanya pola pergerakan angkutan yang tidak sepenuhnya tercatat dalam sistem pelayanan terminal.

Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Tengah menilai bahwa fenomena tersebut berpotensi berkaitan dengan masih adanya praktik angkutan tidak resmi atau travel gelap yang beroperasi di luar pengawasan terminal. Kehadiran layanan ilegal semacam ini dikhawatirkan tidak hanya memengaruhi akurasi data produksi angkutan, tetapi juga berdampak pada aspek keselamatan, ketertiban, dan pengawasan operasional angkutan umum.

“Data produksi yang menunjukkan angka keberangkatan tinggi namun kedatangan rendah tentu menjadi perhatian. Hal ini perlu kita dalami bersama, apakah ada pengaruh dari kendaraan angkutan penumpang yang tidak masuk dalam sistem terminal atau bahkan indikasi penggunaan travel gelap,” ujar Mangasi Sinaga dalam rapat evaluasi.

Blog

Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Tengah - Mangasi Sinaga Memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 / 1447 H, Senin (30/3). Foto – Nizar/Humas BPTD Kelas II Sulteng

Selain menyoroti persoalan data, evaluasi juga menegaskan bahwa stabilitas pelaksanaan Angkutan Lebaran 2025/1447 H merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak, baik unsur pemerintah, operator angkutan, petugas lapangan, maupun stakeholder terkait lainnya. Pengawasan yang dilakukan selama masa posko turut berkontribusi dalam menjaga kondisi tetap kondusif serta meminimalkan potensi gangguan pelayanan di lapangan.

Sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi, BPTD Kelas II Sulawesi Tengah akan menggelar rapat koordinasi bersama Perusahaan Otobus (PO. Bus) dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut direncanakan menjadi forum pembahasan sejumlah persoalan teknis dan operasional yang masih ditemukan selama masa Angkutan Lebaran.

Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah membahas bus-bus yang tidak masuk ke terminal, baik saat menaikkan maupun menurunkan penumpang. Praktik tersebut dinilai dapat merugikan sistem pelayanan angkutan umum karena mengurangi fungsi terminal sebagai simpul transportasi resmi sekaligus menyulitkan proses pengawasan operasional kendaraan.

Di samping itu, rapat juga akan membahas mengenai kesesuaian trayek perjalanan bus, agar seluruh armada yang beroperasi tetap berjalan sesuai izin trayek dan lintasan yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap trayek dinilai sangat penting untuk menjamin keteraturan layanan, keselamatan perjalanan, serta kepastian pelayanan kepada masyarakat.

Melalui evaluasi ini, BPTD Kelas II Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan transportasi darat, khususnya pada momentum-momentum penting seperti Angkutan Lebaran. Diharapkan, hasil evaluasi ini dapat menjadi dasar perbaikan untuk penyelenggaraan angkutan umum yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan di masa mendatang.

Dengan berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2025/1447 H yang berjalan relatif lancar, BPTD Kelas II Sulawesi Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan layanan transportasi selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini.