Publikasi BPTD Kelas II Sulawesi Tengah

Berkendara dan Berpuasa: Tetap Aman di Tengah Menahan Lapar dan Dahaga

23 Feb. 2026, 12.17 | 55x dilihat

Berita Khusus
Blog

Bulan puasa adalah momen yang penuh berkah bagi umat Muslim. Aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa, termasuk bekerja, sekolah, dan bepergian. Namun, saat berpuasa, kondisi tubuh tentu berbeda dibandingkan hari biasa. Karena itu, keselamatan berkendara perlu mendapat perhatian lebih agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Hal ini bisa memengaruhi konsentrasi, daya tahan tubuh, dan tingkat energi. Rasa lemas atau mengantuk sering muncul, terutama pada siang hari atau menjelang waktu berbuka. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Menurut imbauan keselamatan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Korps Lalu Lintas Polri, pengendara di bulan puasa dianjurkan untuk memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat sejenak daripada memaksakan perjalanan.

Ada beberapa tips sederhana agar tetap aman berkendara saat berpuasa:

  • Jangan lewatkan sahur

Sahur membantu menjaga energi tubuh sepanjang hari. Pilih makanan bergizi seimbang dan cukup air agar tubuh tidak cepat lemas.

  • Atur waktu perjalanan

Jika memungkinkan, hindari berkendara pada jam-jam rawan kelelahan, seperti siang terik atau menjelang berbuka ketika lalu lintas biasanya lebih padat.

  • Tetap fokus dan sabar di jalan

Menjelang berbuka, banyak pengendara ingin cepat sampai tujuan. Kondisi ini sering memicu kebut-kebutan atau pelanggaran lalu lintas. Tetaplah berkendara dengan tenang dan patuhi aturan.

  • Kenali tanda-tanda tubuh lelah

Jika mulai pusing, mengantuk, atau kehilangan fokus, segera menepi di tempat aman untuk beristirahat.

Selain itu, penting juga memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum digunakan. Pemeriksaan sederhana seperti rem, lampu, dan ban dapat membantu mengurangi risiko gangguan di perjalanan.

Puasa bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif, tetapi justru menjadi momentum untuk melatih kesabaran, termasuk saat berada di jalan. Dengan kondisi tubuh yang terjaga dan perilaku berkendara yang tertib, perjalanan selama bulan puasa dapat tetap aman dan lancar.

Karena keselamatan berkendara bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. (NFL)