Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Sulawesi Selatan

Publication Siaran Pers
BPTD Kelas II Sulsel Ancam Pidanakan Perusahaan Truk Over Dimensi, 1 Angku…
23 Jan. 2024, 13.31, 811

Makassar - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan (Sulsel) mengancam akan mempidanakan perusahaan angkutan atau truk Over Dimensi dan Over Loading (ODOL). Kendaraan yang over kapasitas dinilai membahayakan keselamatan pengendara atau pengguna jalan.Kepala BPTD Kelas II Sulsel Bahar menuturkan penegakan hukum (gakum) itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 dalam pasal 277. Pihaknya mewanti-wanti pengusaha truk agar menjalankan aturan. "Itu kita bisa lakukan penindakan pidana. Dalam dalam aturan disebutkan kendaraan melebihi dimensi atau kendaraan mengubah bentuk bisa dikenakan pidana penjara 1 tahun dengan denda Rp 20 juta," kata Bahar kepada wartawan, Jumat (12/1/2024).Bahar menegaskan hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera. Ancaman pidana diberlakukan bagi pengusaha truk yang tidak mau mengikuti regulasi yang berlaku."Kalau tidak mau mengarah ke hukum meringankan tapi masih bandel kita arahkan ke tindak pidana. Ini tujuannya memberikan efek jera ke pengusaha bahwa kendaraan ODOL atau dimodifikasi adalah kendaraan tidak laik di jalan raya," imbuhnya.Bahar mengatakan saat ini pihaknya akan melakukan sosialisasi dan edukasi secara bertahap. BPTD Sulsel juga telah melakukan normalisasi angkutan ODOL di Lapangan Hitam, Pantai Seruni, Bantaeng, Rabu (10/1) lalu. "Itu merupakan salah satu penegakan hukum Gakum terkait kendaraan Over Dimensi dan Over Loading yang melintasi jalan nasional di Sulsel," tutur Bahar.Dalam kegiatan itu, satu truk melebihi kapasitas ditindak. Bodi kendaraan yang melebihi dimensi dipotong agar sesuai dengan bentuk semula atau sesuai standar. "Pemotongan bodi kendaraan di Bantaeng, tapi penegakan gakumnya di Gowa," ujar Bahar.Bahar menekankan sosialisasi dan edukasi normalisasi angkutan darat akan dilakukan di wilayah lain di Sulsel. Khususnya kendaraan ODOL yang melintas di ruas jalan nasional."Untuk Makassar nanti kita adakan juga supaya pengusaha mengetahui bahwa kendaraan ODOL itu tidak laik di jalan raya karena membahayakan keselamatan lalu lintas," tegasnya.Dia berharap agar para pengusaha dengan kesadaran sendiri mengubah dimensi truk yang masuk kategori ODOL. Pasalnya kendaraan ODOL bisa memicu kecelakaan hingga kerusakan jalan. "Kita harapkan pemilik kendaraan sadar sendiri, supaya kembalikan ke bentuk semula truknya karena kendaraan ODOL ini memberikan efek negatif pada keselamatan lalu lintas," tandasnya.Baca artikel detiksulsel, "BPTD Sulsel Ancam Pidanakan Perusahaan Truk Over Dimensi, 1 Angkutan Ditindak" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7137491/bptd-sulsel-ancam-pidanakan-perusahaan-truk-over-dimensi-1-angkutan-ditindak.

Publication Berita
BPTD Kelas II Sulsel Edukasi Keselamatan Berkendara di SMK Telkom Makassar
4 Des. 2023, 11.45, 1157

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Selatan (BPTD Sulsel)  menggelar Sosialisasi Keselamatan Berkendara di lapangan olahraga SMK Telkom Makassar, Senin (16/10/2023).Acara ini merupakan rangkaian menuju peringatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan yang akan digelar pada tanggal 22 Oktober 2023.Dalam suasana yang penuh antusiasme, siswa-siswa terlibat dalam sesi edukasi yang diselenggarakan oleh BPTD Sulsel.Kegiatan mencakup tebak-tebakan rambu jalan dan sesi tanya jawab.Tidak dapat disangkal, peserta acara ini tampil begitu antusias dan kepolosan siswa dalam menjawab tebak-tebakan mengundang tawa dari seluruh sekolah.Acara ini berlangsung pada Senin, 16 Oktober 2023."Sosialisasi Keselamatan Berkendara" memberikan dampak positif terhadap para siswa dalam hal pemahaman rambu-rambu jalan.Banyak dari mereka sebelumnya tidak mengenal beberapa rambu-rambu jalan tertentu. Selain itu, BPTD Kelas II Sulsel memberikan arahan penting kepada siswa-siswa untuk selalu menjaga keselamatan berlalu lintas dan patuh terhadap peraturan yang berlaku.Arif Setiawan, Kasubbag TU BPTD menekankan fokus utama BPTD pada perilaku masyarakat dalam berkendara di jalan raya."Keselamatan berkendara harus ditanamkan sejak dini, agar anak-anak sekolah lebih sadar dan mengerti bahwa keselamatan adalah yang terpenting," kata Arif Setiawan.Dalam acara ini, sepuluh siswa beruntung mendapatkan hadiah menarik dari BPTD Kelas 2 Sulsel karena berhasil menjawab dengan benar dalam sesi tanya jawab.Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan plakat penghargaan kepada kepala sekolah SMK Telkom Makassar, menandai keberhasilan acara tersebut.(*)Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul BPTD Kelas 2 Sulsel Edukasi Keselamatan Berkendara di SMK Telkom Makassar.

Publication Berita
BPTD Kelas II Sulsel Fokus Kembangkan Moda Transportasi Terintegrasi di Su…
4 Des. 2023, 11.19, 1854

NIKATA.co.id – Sebagai perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan moda transportasi terintegrasi di wilayah kerjanya.Kepala BPTD Kelas II Sulsel, Amanna Gappa menuturkan, saat ini, pihaknya memfokuskan kinerja untuk terus meningkatkan layanan integrasi antar lima moda transportasi, yakni Bandara Sultan Hasanuddin, Bus Trans Maminasata (BTS), Kereta Api, Koridor Wisata dan Halte Sungai yang sudah dilauncing dan mulai beroperasi sejak beberapa waktu lalu.“Kita berharap dengan adanya layanan transportasi publik, masyarakat secara bertahap akan beralih penggunaan sistem transportasinya dari angkutan pribadi ke angkutan publik, Dengan begitu, kami harapkan akan mengurai kepadatan di jalan raya,” kata Kepala BPTD Kelas II Sulsel, Ir. Amanna Gappa, Senin (17/7/2023).Perubahan Jalur Moda Transportasi TerintegrasiSejauh ini, BPTD Kelas II Sulsel telah melakukan perubahan jalur integrasi moda transportasi dari Makassar menuju ke Maros melalui Bandara Intenasional Sultan Hasanuddin.“Itu sudah operasional saat ini, dari Mall Panakkukang masuk tol ke bandara kemudian ke Maros. Jadi buat penumpang kereta api tidak usah pusing. Dia bisa naik dari Mall Panakkukang,” papar Amanna Gappa.Sedangkan untuk masyarakat yang mau ke Parepare dari stasiun Garongkong (Barru), lanjut Amanna Gappa, juga sudah disiapkan layanan transportasinya.“Itu sudah standby. Jadi ada Damri yang melayani dari Terminal Parepare menuju Garongkong. Begitu juga yang dari Maros menuju Garongkong sudah ada Damri yang melayani,” terangnya.Trans Andalan Layani Koridor WisataPemerintah daerah melalui Pemerintah Provinsi Sulsel beberapa waktu lalu juga sudah melaunching Trans Andalan terintegrasi untuk kendaraan kereta api maupun ke lokasi tempat-tempat wisata.“Contohnya di Stasiun Ramang-ramang, Pak Gubernur sudah melaunching ada layanan dari Stasiun Ramang-ramang menuju ke dermaga Ramang-ramang. Kemudian di beberapa daerah kabupaten kota itu juga sudah dilaunching,” kata Amanna Gappa.Ia memastikan, secara bertahap pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan terus berbenah untuk menyiapkan fasilitas publik.“Jadi masyarakat nyaman naik busnya, kemudahan sistem pembayaran juga secara bertahap akan diintegrasikan. Jadi nanti dengan satu tiket saja masyarakat bisa naik bus, bisa naik kereta, bahkan bisa ke lokasi wisata. Ini yang terus digodok,” katanya.Operasional Teman Bus Trans MamminasataLayanan Teman Bus Trans Mamminasata yang terkoneksi dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Pelabuhan Galesong dan Stasiun Maros sudah beroperasi sejak beberapa waktu lalu.Dengan jumlah armada sebanyak total 87 unit yang melayani rute di 4 koridor, angkutan ini menjadi penunjang mobilisasi masyarakat Makassar.Adapun koridor yang dilayani, yakni Koridor 1 rute Mall Panakukkang – Pelabuhan Galesong; Koridor 2 rute Mall Panakkukang – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin; Koridor 3 rute Kampus 2 PNUP – Kampus 2 PIP; dan Koridor 4 rute Kampus Teknik Unhas Gowa – Mall Panakukkang.Pada rencana jangka menengah, terdapat rencana perubahan karakteristik rute pada koridor 5, dari yang sebelumnya point to point menjadi pick up in demmand pada titik Kantor Dishub Provinsi Sulsel dan BPTD Kelas II Sulsel, serta mulai aktifnya Stasiun Mandai. (adv)

Publication Berita
Fun Run BPTD Kelas II Sulsel Angkat Tema Running With Love, Diikuti 1.000 …
21 Nov. 2023, 14.02, 1051

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulawesi Selatan (BPTD Kelas II Sulsel) menggelar Fun Run, Minggu (22/10/2023). Berlangsung di Pantai Akkarena, Makassar.Kepala BPTD Kelas II Sulsel Amanna Gappa menyebut, Fun Run tersebut merupakan puncak dari Pekan Keselamatan Jalan. Program tahunan yang diadakan seluruh BPTD di Indonesia.“Jadi tidak hanya dilaksanakan di Sulawesi Selatan, tapi seluruh wilayah yang ada BPTD-nya,” kata Amanna Gappa saat ditemui di lokasi Fun Run di Pantai Akkarena, Makassar.Di kegiatan tersebut, ia mengatakan pihaknya mengangkat tema Running With Love. Sebagai bentuk kampanye keselamatan berlalu lintas.“Temanya Running With Love. Kami ingin menggugah kesadaran untuk diri kita dan keluarga. Jadi belajar mencintai diri dan keluarga sehingga kita sadar pentingnya berkeselamatan berlalu lintas,” jelasnya.Fun Run dengan jarak 7 kilometer itu, disebutnya disambut baik oleh masyarakat. Terbukti dari jumlah peserta yang menembus 1.000 orang.“Alhamdulillah kalau kita lihat dari awal jumlah pendaftar itu 1.000. Kalau tadi yang hadir waktu pagi-pagi kelihatan sekali. Ramai sekali,” terangnya.Amanna Gappa mengungkapkan, sebelum Fun Run, pihaknya melakukan sosialisasi ke lembaga pendidikan. Mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Perguruan Tinggi.“Tahapannya tidak hanya mengadakan kegiatan lari, Fun Run, tapi kita juga melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ujarnya.“Kurang lebih kita ingin memberi banyak kesempatan pada masyarakat untuk ikut berpartisipasi,” tandasnya.Hal senada disampaikan Direktur Lalu Lintas Jalan BPTD Sulsel, Ahmad Yani.Ia mengatakan kegiatan tersebut pada intinya untuk sosialisasi pada masyarakat.“Pekan keselamatan ini, itu dilakukan di seluruh Indonesia. Dalam rangka mengingatkan bahwa siapa saja bisa mengalami kecelakaan. Kapan saja, dimana saja bisa terjadi kecelakaan,” jelasnya.Ahmad Yani mengungkapkan, keselamatan merupakan paling penting dalam berkendara. Karena itu pula, kata dia, tema Fun Run yang diangkat tentang cinta.“Oleh sebab itu tadi sudah disampaikan bahwa kita harus cinta pada diri sendiri. Kita harus tahu aturan lalu lintas, mengerti namanya bersepeda motor harus menggunakan helm, jaket dan sebagainya,” tandasnya.(Arya/Fajar)