Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Sulawesi Selatan

Publication Berita
BPTD Kelas II Sulawesi Selatan Laksanakan Rampcheck Angkutan Nataru 2025/2…
3 Jan. 2026, 10.34, 6

Dalam rangka menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas serta angkutan jalan pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Rampcheck) di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Kegiatan ini dilaksanakan selama periode 31 Desember 2025 hingga 02 Januari 2026.Rampcheck dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan angkutan umum, meliputi aspek kelengkapan administrasi kendaraan, kondisi teknis dan laik jalan kendaraan, serta kesiapan pengemudi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas serta memastikan kendaraan yang beroperasi selama masa Nataru memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.Melalui kegiatan rampcheck ini, BPTD Kelas II Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggara angkutan jalan, khususnya pada periode dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Diharapkan, pelaksanaan inspeksi keselamatan ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa transportasi, sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara.

Publication Berita
BPTD Kelas II Sulawesi Selatan Laksanakan Rampcheck Angkutan Pariwisata Di…
31 Des. 2025, 14.00, 5

Dalam rangka memastikan keselamatan dan kenyamanan transportasi pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan melalui staf Lalu Lintas Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (LLJSDP) melaksanakan kegiatan monitoring dan rampcheck angkutan pariwisata di kawasan wisata Malino. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 25 hingga 26 Desember 2025.Monitoring dan rampcheck difokuskan pada kendaraan angkutan pariwisata yang melayani mobilitas wisatawan menuju dan dari kawasan Malino, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan dan mengalami peningkatan volume kunjungan selama periode Nataru. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi persyaratan administrasi, kondisi teknis, serta standar laik jalan sesuai ketentuan yang berlaku.Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga melakukan pengecekan terhadap kesiapan dan kelayakan pengemudi, termasuk kelengkapan surat-surat kendaraan dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan berlalu lintas. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas serta memastikan operasional angkutan pariwisata berjalan dengan aman, tertib, dan lancar selama puncak arus libur Natal dan Tahun Baru.Melalui pelaksanaan monitoring dan rampcheck ini, BPTD Kelas II Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan transportasi yang selamat dan andal, khususnya pada kawasan wisata dengan tingkat pergerakan masyarakat yang tinggi. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan serta mendukung kelancaran lalu lintas dan aktivitas pariwisata di kawasan Malino selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Publication Berita
BPTD Kelas II Sulsel Bahas Isu Strategis Dalam Rakor Persiapan Angkutan Na…
16 Des. 2025, 9.44, 2

Dalam menyambut perayaan Nataru, stakeholder bidang transportasi dan angkutan jalan mulai melakukan persiapan. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di Hotel Dalton, Kota Makassar, Senin, 15 Desember. Rakor turut dihadiri oleh Dishub Sulsel, Dirlantas Polda Sulsel, Jasa Raharja, BBPJN, Basarnas, BMKG, dan stakeholder lainnya.Plt Kepala BPTD Kelas II Sulsel Andi Sanjaya menjelaskan bahwa tujuan Rakor Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini adalah untuk mengantisipasi situasi peningkatan permintaan perjalanan Nataru, potensi cuaca ekstrem dan tanggap bencana, serta tingkat kepatuhan masyarakat atas kebijakan pemerintah yang masih rendah. Kegiatan ini berupaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan Nataru, serta menyediakan layanan angkutan umum yang berkeselamatan, serta keterpaduan antar sektor transportasi untuk optimalisasi layanan.Andi Sanjaya menerangkan beberapa isu strategis yang memerlukan persiapan matang, diantaranya kemacetan pada ruas jalan utama dan menuju kawasan wisata, penyelenggaraan rampcheck, serta maraknya bus wisata yang melakukan pelanggaran baik administrasi maupun teknis.“Lalu pembatasan angkutan barang, banyaknya angkutan dengan KPS tidak aktif, ketersediaan stok BBM, penggunaan travel gelap, keselamatan pemudik sepeda motor, penjualan tiket online, antisipasi cuaca buruk, serta kesiapan jalur alternatif,” ujar Andi Sanjaya.Isu yang paling mendasar adalah kenaikan jumlah penumpang pada saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selanjutnya adalah isu cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi pada periode Nataru.Puncak pergerakan pertama libur Natal 2025 untuk moda penyeberangan dan lalu lintas jalan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 20 dan 21 Desember 2025. Puncak pergerakan kedua libur Natal untuk moda penyeberangan dan lalu lintas jalan terjadi pada hari Rabu dan Kamis tanggal 24 dan 25 Desember 2025.

Publication Siaran Pers
Tak Punya Izin Usaha, BPTD Kelas II Sulsel Tertibkan Bengkel Karoseri di M…
10 Juni 2024, 17.06, 1463

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan sosialisasi dan penertiban terhadap bengkel-bengkel karoseri yang tidak memiliki izin usaha di Kota Makassar, Senin (10/6/2024).Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPTD Kelas II Sulsel Bahar, bersama Kasie LLAJSDP, Kadishub Kota Makassar, Dirlantas Polda Sulsel, Reskrimsus Polda Sulsel, Satlantas Polrestabes Makassar, Ketua IPKBI Sulsel. Kepala BPTD Kelas II Sulsel, Bahar mengatakan, dibutuhkan sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan dan penerapan regulasi yang tegas.Pihaknya pun melakukan pemasangan spanduk himbauan di beberapa lokasi atau bengkel-bengkel karoseri yang ada di kota Makassar“Kita meminta kepada pihak perusahaan angkutan barang agar mematuhi dan tidak membawa muatan melebihi dari jumlah berat yang diizinkan (JBI) pada kelas jalan yang dilalui,” kata Bahar, dalam keterangan tertulis.Bahar memastikan penindakan hukum akan selalu ditegakkan bagi para perusahaan  karoseri angkutan barang over dimension dan overload (ODOL).Hal ini sesuai yang tertuang pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Ia menambahkan, spesifikasi teknis kendaraan bermotor harus sesuai dengan daya angkut kendaraan, dan memodifikasi truk angkutan barang kelebihan dimensi dan muatan, akan dikenakan kita cabut izin usahanya.Bila perlu, kata Bahar, akan dipidanakan sehingga aspek keselamatan menjadi sangat penting.Itu untuk menurunkan angka kecelakaan yang melibatkan angkutan barang, mempertahankan umur jalan dan menghindari kerusakan dini jalan.“Pelanggaran ODOL pada angkutan barang di wilayah Sulawesi Selatan sudah menjadi permasalahan yang sangat serius baik dari sudut pandang penyelenggara jalan, penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan maupun pelaku usaha,” tambah Bahar. (*)

Publication Siaran Pers
BPTD Sulsel Ungkap Usulan Rute Baru Teman Bus Makassar-Gowa ke Kemenhub
28 Mei 2024, 11.00, 1128

Makassar - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap rute baru operasional Teman Bus Trans Mamminasata trayek Kota Makassar-Kabupaten Gowa usai usulan Universitas Hasanuddin (Unhas) diakomodir Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Rute baru tersebut kini menghubungkan Kampus Unhas Tamalanrea Makassar dengan Kampus Teknik Unhas Gowa."Iya itu menghubungkan seperti yang saya sampaikan (Kampus Unhas Tamalanrea Makassar terhubung ke Kampus Unhas Teknik Gowa). (Nama koridornya) Masih (koridor) 4. Cuma jalurnya nda sama kayak yang kemarin. Ada perubahan, nda sama persis," kata Kepala BPTD Kelas II Sulsel Bahar Latif kepada detikSulsel, Selasa (28/5/2024).Bahar mengatakan rute baru ini didapatkan dengan mencermati hasil survei yang telah dilakukan. Dia menyebut rute ini menjadi usulan trayek layanan Buy The Service (BTS) baru yang akan diajukan ke Kemenhub."Dari hasil survei tersebut, akan diusulkan untuk Sulsel sebagai usulan trayek baru. Trayek BTS baru," tuturnya.Dia menjelaskan, usulan Unhas yang diakomodir oleh Kemenhub ini berdampak pada evaluasi dan usulan perubahan rute bagi koridor lainnya. Sehingga, kata Bahar, total ada 2 perubahan rute yang akan diusulkan nantinya kepada Kemenhub."Usulan pengoperasian kembali koridor 4 (rute) Mal Panakkukang Square-Teknik Unhas Gowa akan diakomodir sekaligus diusulkan untuk mengevaluasi seluruh koridor BTS. Selanjutnya, insyaallah dalam pekan ini akan dilakukan survei re-routing koridor 2 existing dan eks koridor 4," ungkapnya.Rute pada koridor 4 yang sebelumnya disetop oleh Kemenhub bakal dioperasikan kembali dengan tambahan rute lainnya. Kali ini, rute pada koridor 4 tersebut akan menghubungkan Kampus Unhas Tamalanrea Makassar dengan Kampus Unhas Teknik Gowa via Jalan Urip Sumoharjo hingga Jalan Hertasning."Untuk koridor 4 Panakkukang Square-Teknik Unhas Gowa itu di-re-routing menjadi Kampus Unhas Tamalanrea-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan AP Pettarani-Mal Panakkukang Square-Jalan Hertasning-Kampus Teknik Unhas Gowa," jelas Bahar.Sedangkan pada koridor 2, juga akan ada perubahan rute. Yakni, awalnya Mal Panakkukang ke Bandara Sultan Hasanuddin via Jalan Ir Sutami berubah menjadi Kampus Unhas Tamalanrea hingga Stasiun Mandai di Maros."Untuk survei re-routing koridor 2 dari Mal Panakkukang-Bandara Sultan Hasanuddin via Jalan Ir Sutami diusulkan menjadi Kampus Unhas Tamalanrea-Bandara Sultan Hasanuddin-Stasiun Mandai via Jalan Perintis Kemederkaan," sebutnya.Sebelumnya diberitakan, Kemenhub mengakomodir usulan Unhas yang meminta agar Teman Bus Trans Mamminasata trayek Kota Makassar-Kabupaten Gowa beroperasi kembali. UPT Trans Mamminasata Dishub Sulsel mengaku sudah berkoordinasi dengan Kemenhub terkait hal ini."Iya (Teman Bus rute Kampus Teknik Unhas Gowa-Makassar akan beroperasi kembali). Kan berdasarkan usulan dari kampus, Pemprov, kemudian dari masyarakat juga. Tetapi peran besarnya dari Unhas. Yang jelasnya, yang dilayani di koridor itu adalah bisa dikata pelanggan tetapnya dulu Trans Mamminasata," kata Kepala UPT Transportasi Mamminasata Andi Nur Diyana kepada detikSulsel, Selasa (28/5).Baca artikel detiksulsel, "BPTD Sulsel Ungkap Usulan Rute Baru Teman Bus Makassar-Gowa ke Kemenhub" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/makassar/d-7362402/bptd-sulsel-ungkap-usulan-rute-baru-teman-bus-makassar-gowa-ke-kemenhub.

Publication Siaran Pers
BPTD KELAS II SULSEL Laporkan Kelancaran Arus Mudik Lebaran 1445 H
18 April 2024, 13.02, 1278

TRIBUN-TIMUR.COM - Kepala BPTD Kelas II Sulsel Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, hari ini melaporkan bahwa arus balik mudik lebaran tahun 1445 H di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe berjalan dengan lancar dan terkendali.Hal ini menjadi indikator kesuksesan rangkaian operasional angkutan lebaran 1445 H yang telah dipersiapkan dan dijalankan dengan matang oleh berbagai pihak.Sampai hari ini jumlah penumpang sebesar 3.285 orang dan penambahan menjadi 4 Trip di masa Angkutan Lebaran 1445 H."Kami bersyukur atas kelancaran arus balik mudik Lebaran tahun ini dan kami akan terus melakukan pengawasan keselamatan dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat ," ujar Bahar, S.T., M.T Kepala BPTD Kelas II Sulsel."Ini adalah hasil dari kerja keras, koordinasi dan sinergitas yang baik antara operator transportasi, dan instansi terkait lainnya." lanjutnya.Capaian Utama dalam Arus Balik Mudik Lebaran 1445 H:Tingkat Keamanan Tinggi: Berkat peningkatan keamanan dan pengawasan, tidak tercatat insiden besar yang mengganggu arus balik. Pengamanan yang ditingkatkan di semua titik krusial telah memastikan perjalanan kembali pemudik berjalan aman.Kelancaran Lalu Lintas: Penerapan rekayasa lalu lintas dan optimalisasi penggunaan jalur-jalur utama telah berhasil mengurangi kemacetan signifikan, membuat perjalanan balik lebih cepat dan nyaman bagi para pemudik.Pelayanan Publik yang Responsif: Pusat Komando Lebaran Kemenhub telah berhasil menangani berbagai aduan dan permintaan informasi dari masyarakat, menunjukkan tingkat responsivitas dan kesiapsiagaan yang tinggi.Sinergi Antar Lembaga: Kerjasama antara Kemenhub, kepolisian, dan pemerintah daerah terbukti efektif dalam mengatur dan mengelola arus balik, menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor."Kami mengapresiasi kesabaran dan kerjasama masyarakat selama mengikuti proses mudik dan arus balik ini serta terus melakukan langkah-langkah penanganan pengawasan dan keselamatan agar tidak terjadi lonjakan," tambah Bahar, S.T., M.T"Keberhasilan ini adalah bukti komitmen bersama untuk memastikan bahwa tradisi mudik dapat dilaksanakan dengan aman dan nyaman."Kementerian Perhubungan terus menganalisis dan mengevaluasi seluruh operasi mudik tahun ini untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di masa yang akan datang.(*)Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul BPTD Kelas II Sulsel Laporkan Kelancaran Arus Balik Mudik Lebaran 1445 H, https://makassar.tribunnews.com/2024/04/18/bptd-kelas-ii-sulsel-laporkan-kelancaran-arus-balik-mudik-lebaran-1445-h.

Publication Siaran Pers
BPTD SulSel Kurangi Operasional Truk Selama Arus Mudik
9 April 2024, 11.26, 1198

KBRN, Makassar : Medukung kelancaran arus mudik dan juga nanti saat arus balik Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan memberlakukan beberapa aturan. salah satunya membatasi operasional truk tronton dan gandengan termasuk menyediakan rest area yang bisa digunakan para pemudik.Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Selatan Bahar mengatakan dalam mendukung kelancaran arus mudik dan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat bersama Dirlantas Polri maka operasional kendaraan tertentu dibatasi saat arus mudik dilaksanakan namun yang masih diperbolehkan melintas ada angkutan bahan pokok."Operasional truk akan dibatasi, Selain itu, seperti tahun sebelumnya, BPTD kembali membuka rest area yang dapat dimanfatkan oleh pemudik selama perjalanan ke kampung halamannya" ujar Bahar, saat dikonfirmasi rri.co.id, Selasa (9/4/2024).Bahar menyebutkan pembukaan rest area berada di unit jembatan timbang yang berada di wilayahnya sejak 3-18 April atau hingga berakhirnya arus balik."Jembatan timbang digunakan sebagai rest area selama arus mudik dan arus balik untuk mendukung kenyamanan pemudik," jelas Bahar.

Publication Siaran Pers
BPTD Kelas II Sulsel Periksa Angkutan NATARU, Kendaraan Tak Layak Dilarang…
23 Jan. 2024, 14.06, 1075

Makassar - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pemeriksaan atau ramp check terhadap angkutan umum darat maupun laut menjelang Natal dan tahun baru (Nataru). Angkutan yang tidak layak dilarang untuk beroperasi. "Kami melakukan ramp check artinya memeriksa kelengkapan administrasi dan teknis, baik untuk angkutan antarprovinsi maupun dalam provinsi yang ada di terminal," kata Kepala BPTD Kelas II Sulsel Bahar kepada detikSulsel, Rabu (20/12/2023).Bahar mengatakan, pemeriksaan angkutan Nataru tidak hanya menyasar angkutan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antar provinsi (AKAP). Pemeriksaan juga dilakukan untuk kapal-kapal penyeberangan di pelabuhan."Kita juga ramp check kapal-kapal penyeberangan yang melintasi beberapa lintasan baik Bira, Pamatata, Pajukukang, Bajoe, Kolaka, Siwa, Lasusua, Garongkong, dan ada juga Danau Matano dan Towuti," sebutnya.Dia menjelaskan, ramp check ini sudah dilakukan secara bertahap yang dimulai sejak awal November 2023. Ramp check ini memeriksa kelengkapan administrasi angkutan umum termasuk hal teknis kendaraan maupun kapal. "Kalau memang tidak memenuhi standar, kita arahkan ke para pengusaha atau pemilik kendaraan untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada di kendaraan itu," tambahnya.Bahar menegaskan ramp check ini untuk memberikan jaminan keselamatan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan saat momen Nataru. Angkutan yang tidak layak, tidak akan diizinkan beroperasi sampai memenuhi standar kelayakan. "Kita arahkan untuk memenuhi standar dulu baru bisa dioperasikan," imbuh Bahar.Bahar pun mengimbau kepada para pemudik selama melakukan perjalanan mudik untuk memperhatikan kesehatan. Apalagi momen Nataru tahun ini diprediksi ada peningkatan pergerakan orang. "Jadi perlu kami sampaikan ke masyarakat bahwa dalam melakukan mudik Nataru betul-betul memperhatikan kondisi kendaraan, waktu istirahat, terus menggunakan rest area yang sudah ditentukan untuk beristirahat," pungkasnya. https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7099095/bptd-sulsel-periksa-angkutan-nataru-kendaraan-tak-layak-dilarang-operasi.

Publication Siaran Pers
BPTD Kelas II Sulsel Melaksanakan Normalisasi Kendaraan ODOL
23 Jan. 2024, 13.46, 1474

BANTAENG, RAKSUL - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan normalisasi angkutan darat Over Dimensi dan Over Loading (Odol) di Lapangan Hitam, Pantai Seruni, Kecamatan Bantaeng, Rabu (10/1).Sebagai perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, BPTD Kelas II Sulawesi Selatan terus menunjukkan keseriusannya dalam memberikan sosialisasi dampak dari kendaraan odol tersebut. "Kami laksanakan kegiatan untuk memberikan sosialisasi kepada pengusaha angkutan tentunya, dimana kendaraan over loading dan over dimensi ini merupakan kendaraan yang seharusnya tidak beroperasi dijalan raya," kata Kepala BPTD kelas II Sulsel, Bahar.Bahar juga menyampaikan jika salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas disebabkan kendaraan odol. "Hampir sekitar 70 persen kecelakaan yang diakibatkan oleh kendaraan Odol tersebut. Ada yang rem blong dan sebagainya," kata dia.Dalam wilayah kerja BPTD Kelas II Sulsel terdapat delapan jembatan timbang yang aktif setiap hari melakukan penegakan hukum kendaraan Odol. Dia juga menjelaskan penindakan dilapangan melakukan sosialisasi, transfer muatan bahkan memutar arah kendaraan odol untuk memberikan efek jerah kepada sopir dan pengusaha."Kendaraan yang over loading dan over dimensi kita kembalikan ketempat semula sehingga memberikan efek jera bagi pengemudi dan pengusaha tersebut,"kata dia.Sementara itu, Kapolres Bantaeng AKBP Edward Jacky Tofani Umbu Kaledi mengatakan dampak odol sangat luar biasa sehingga menurutnya kepolisian di wilayah hukum Bantaeng khususnya satuan lalu lintas akan terus bersinergi pihak terkait untuk meminimalisir dampak odol. "Upaya kami dilapangan dalam sentuhan hukum pasti akan menyesuaikan aturan. Kami tegakkan supaya dampak itu bisa kita meminimalisir," kata dia. Dia juga mengatakan dalam pendekatan awal mengedepankan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dampak odol sangat membahayakan.(Jet)https://rakyatsulsel.fajar.co.id/2024/01/11/bptd-kelas-ii-sulsel-normalisasi-kendaraan-odol-di-bantaeng-2/