Surabaya (15/4) – Guna menekan risiko kecelakaan di sektor logistik, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan menggelar Bimbingan Teknis dan Kompetisi Safety Driving bagi pengemudi angkutan barang di Surabaya, Rabu (15/4/2026).
Bimbingan teknis yang diikuti oleh 38 perusahaan angkutan barang, yang terdiri dari 58 pengemudi dan 20 perwakilan perusahaan ini merupakan kolaborasi antara Kemenhub dengan PT Gaya Makmur Mobil.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi JalanYusuf Nugroho, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan transportasi.
“Industri angkutan barang berperan penting dalam perekonomian, tetapi data dari Korlantas menunjukkan 10% kecelakaan di jalan melibatkan angkutan barang. Kecelakaan dapat mempengaruhi perekonomian nasional karena korbannya mayoritas berusia produktif, menyebabkan kerusakan materil, dan mempengaruhi pelayanan jasa angkutan,” jelas Yusuf.
Melalui bimtek ini, para pengemudi dibekali materi teknis dan praktis yang berfokus pada keselamatan, mulai dari tata cara muat barang, pemeriksaan kendaraan (pre-trip inspection), hingga klasifikasi barang angkutan. Peserta juga dilatih meningkatkan keterampilan mengemudi, menerapkan defensive driving, serta memahami regulasi yang berlaku.
Untuk memastikan pemahaman tidak hanya berhenti pada teori, peserta juga mengikuti praktik safety driving serta sesi wawancara sebagai bagian dari evaluasi kompetensi. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk pengemudi yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan.
Yusuf menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini sebagai upaya nyata meningkatkan standar keselamatan di sektor angkutan barang. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara konsisten agar memberikan dampak signifikan terhadap penurunan risiko kecelakaan di jalan.
Melalui kegiatan ini, mari kita bekerja sama dan bersinergi mewujudkan pelayanan transportasi angkutan barang yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami juga berharap kegiatan ini dilakukan konsisten sehingga ke depannya dapat berdampak pada tingkat keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan,” tutup Yusuf