Publikasi

Publikasi BPTD Kelas I Jawa Barat

Publication Siaran Pers
Pengawasan & Pemeriksaan Bus Pariwisata Pada Libur Hari Raya Waisak di Obj…
26 Mei 2024, 8.00, 1021

(Bandung 26/5) - BPTD Kelas II Jawa Barat terus melakukan Langkah - Langkah yang Komperhensif dalam meningkatkan pengawasan terhadap operasional Angkutan Pariwisata, dengan melakukan kegiatan Rampcheck dilokasi objek wisata Favorit yang ada di Provinsi Jawa Barat.Adapun Lokasi Rampcheck Angkutan Pariwisata oleh BPTD Kelas II Jawa Barat bersama unsur terkait, antara lain:Pemandian Air Panas Garut dan Kawah Darajat GarutPantai PangandaranPantai Pelabuhan RatuSitu Patenggang dan Situ Cileunca PangalenganCiater, D'Castello, Tangkuban Perahu dan Grafika Cikole"Kami bersama Tim dari BPTD Kelas II Jawa Barat, secara serentak melakukan kegiatan Pengawasan Angkutan Pariwisata yang dilakukan pada Lokasi Wisata yang ada di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama masa Libur Panjang, dari tanggal 23 s.d 26 Mei 2024." Ungkap Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Barat, Muhammad Fahmi di Bandung, Minggu (26/5). Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan Pengecekan Kelaikan Teknis dan Administrasi Kendaraan untuk menjamin Keselamatan dari setiap kendaraan. Kelengkapan Administrasi tersebut berupa Surat wajib kendaraan yang harus dimiliki serta dibawa oleh Angkutan Pariwisata berupa KIR, Kartu Pengawasan, STNK, dll. Sedangkan terkait dengan Pengecekan Kelaikan Teknis Kendaraan, dilakukan oleh Penguji Kendaraan Bermotor bersama sama dengan PPNS Kemenhub dalam mengecek Komponen Teknis Utama dan Teknis Penunjang dalam menentukan Kelaikan Teknis Kendaraan pada Angkutan Pariwisata. Pada kegiatan ini juga BPTD Jabar berkolaborasi dengan stakeholder terkait yaitu Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, Satlantas POLRI serta Jasa Raharja."Kami mengerahkan Staf dan Penguji Kendaraan Bermotor pada kegiatan tersebut untuk melakukan Pengecekan Kelaikan Kendaraan Pariwisata (Rampcheck). Pengecekan dilakukan pada Administrasi dan Teknis dari kendaraan yang terdiri dari komponen teknis utama dan teknis penunjang. Selain itu, pada kegiatan ini, kami berkolaborasi dengan stakeholder terkait dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini, antara lain dari Dishub Kab/Kota, Satlantas POLRI serta dari Jasa Raharja." Urai Kepala BPTD Jabar.Dari hasil Pemantauan dilapangan, BPTD Kelas II Jawa Barat telah selesai melakukan kegiatan Rampcheck Kendaraan Pariwisata sebanyak 237 Kendaraan, dengan hasil 44,73 % dinyatakan LAIK JALAN dan 55,27 % dinyatakan TIDAK LAIK JALAN. Kendaraan Pariwisata yang dinyatakan TIDAK LAIK JALAN, dinilai dari aspek admistrasi dan teknis kendaraan sesuai dengan kondisi aktual saat dilakukan pemeriksaan kendaraan.Adapun Jenis Pelanggaran yang banyak ditemukan oleh Tim dari BPTD Kelas II Jawa Barat, antara lain:Kartu Pengawasan (KPS) Tidak Berlaku & KPS Tidak AdaUji Berkala sudah Tidak Ada/ Masa Berlaku HabisPenyimpangan Trayek (Bus yang seharusnya beroperasi reguler sesuai trayek seperti AKAP & AKDP tetapi di gunakan untuk Pariwisata) BPTD Kelas II Jawa Barat melakukan penindakan berupa Penilangan oleh PPNS dan Satlantas Polri hingga Penundaan Perjalanan terhadap Angkutan Pariwisata yang Dinyatakan TIDAK LAIK JALAN, serta mengarahkan Perusahaan Otobus untuk menyediakan Mobil Pengganti apabila saat dilakukan Rampcheck Kendaraan tidak memenuhi aspek utama pemerikasaan (seperti Sistem Rem, Sistem Lampu, Indikator Pengukur Kecepatan, Kaca dan Kondisi Ban dll)."BPTD Kelas II Jawa Barat, sudah selesai melaksanakan kegiatan Pengawasan Angkutan Pariwisata yang dilakukan di Lokasi - Lokasi Wisata yang ada di Provinsi Jawa Barat namun demikian BPTD dan Stakeholder terkait akan terus melaksanakan secara terus menerus terutama pada libur akhir pekan dengan tujuan untuk terus memastikan seluruh armada bus pariwisata dalam kondisi laik jalan.Adapun data yang diperoleh dari hasil Rampcheck serentak di Provinsi Jawa Barat, yakni sebanyak 237 Kendaraan yang di periksa, dengan rincian 44,73 % Kendaraan dinyatakan LAIK JALAN dan 55,27 % dinyatakan TIDAK LAIK JALAN. Tentunya ini semua dinilai dari aspek Administrasi serta Teknis dari Kendaraan tersebut. Dan Kami juga sudah melakukan tindakan preventif berupa memberikan edukasi kepada pengemudi maupun Pemilih Perusahaan Otobus tentang pemahaman pentingnya aspek Keselamatan Kendaraan dalam menjamin Perjalanan yang Aman, Nyaman dan Berkeselamatan" ujar Kabalai, Muhammad Fahmi.Selain melakukan Pengawasan secara langsung di Lapangan, BPTD juga melakukan Sosialisasi kepada Masyarakat melalui Platform Radio dalam sesi Dialog Pagi di RRI Bandung. Dalam kesempatan ini, Kepala BPTD Jabar menyampaikan bahwa Kesadaran akan Keselamatan Berkendara bukan hanya menjadi tanggung jawab 1 pihak saja, tetapi semua unsur yang terlibat, harus secara bersama peduli dalam mengecek kendaraan yang akan digunakan sebelum melakukan perjalanan. Pada kesempatan ini juga hadir Kabid Destinasi dan Produk Pariwisata Kabupaten Subang, beliau mengapresiasi upaya serius dari Kementerian Perhubungan dalam melakukan antisipasi dan sosialisasi sehingga kejadian yang terjadi di Subang beberapa waktu lalu, tidak terulang kembali."Kami juga melakukan upaya lain dengan melakukan Dialog Pagi dengan RRI Bandung, untuk membahas program Kementerian Perhubungan dalam melakukan upaya pengawasan dari Angkutan Pariwisata, dan kami juga mengingatkan kepada seluruh pihak untuk benar - benar mengecek kendaraan yang akan digunakan sebelum melakukan perjalanan." Urai Muhammad Fahmi.Selain itu, terdapat juga upaya lainnya yang dilakukan oleh BPTD Kelas II Jawa Barat dalam melakukan Sosialisasi Keselamatan Angkutan Pariwisata, yaitu dengan memberikan edukasi kepada Komunitas Bus Mania Indonesia serta Pengemudi yang hendak melakukan kegiatan Jambore Nasional di salah satu destinasi Wisata yang ada di Jawa Barat. BPTD Jabar memberikan pemahaman kepada seluruh peserta Jambore Nasional Bus Mania Community tentang pentingnya Keselamatan Berkendara, demi menjaga Keselamatan Diri sendiri dan juga orang lain. Dan Kepala Balai juga menekankan kepada komunitas Bus Mania untuk memastikan kendaraan yang akan digunakan lengkap secara administrasi serta sehat secara teknis kendaraan sebelum digunakan untuk perjalanan."Berkolaborasi dengan Komunitas Bus Mania, Kami lakukan kegiatan sosialisasi dengan mengedukasi Komunitas Pecinta Bus (Bus Mania) yang kita adakan di Terminal Tipe A Banjar dalam acara Jambore Nasional Bus Mania Se - Indonesia. Kami juga mengingatkan kepada seluruh Peserta Jambore Bus Mania untuk memastikan kembali kelengkapan administrasi serta kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan untuk menjamin keselamatan dalam berkendara di jalan." Imbuhnya.(FHS,RO,REP,NPA,TACN)

Publication Berita
Antisipasi Libur Panjang BPTD Jabar Siap Laksanakan Pengawasan & Pemeriksa…
22 Mei 2024, 17.00, 208

Antisipasi libur panjang, BPTD Kelas II Jawa Barat Akan Melaksanakan Pengawasan & Pemeriksaan Bus Pariwisata pada Long Weekend Hari Besar Keagamaan Waisak.Kegiatan yang dimulai pada hari Kamis, 23 Mei 2024 hingga hari Minggu 26 Mei 2024 ini, Akan dilaksanakan diberbagai titik Objek Wisata di Provinsi Jawa Barat.Berbagai titik objek wisata tersebut diantaranya berada di Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran serta di Kawasan Objek Wisata Bandung Raya.Dalam kegiatan melaksanakan Pengawasan & Pemeriksaan Bus Pariwisata ini akan dilakukan Pencatatan, Inventarisasi Data Kendaraan, Perusahaan dan alamat perusahaan kepada bus pariwisata yang tengah melakukan perjalanan wisata untuk diperiksa apakah Laik dalam menjalankan kendaraan ataukah sebaliknya.Sebagai upaya dalam Memitigasi terjadinya resiko kecelakaan Angkutan Umum dan Angkutan Pariwisata, BPTD Kelas II Jawa Barat Secara Rutin telah melaksanakan Rampcheck ke seluruh Pool PO Bus di Wilayah Provinsi Jawa Barat.Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Petugas dan Penguji dari BPTD Kelas II Jawa Barat dan berkolaborasi dengan Dishub Kota dan Kabupaten serta jajaran Kepolisian. Hal ini penting, mengingat bahwa memastikan Keselamatan Transportasi adalah tugas bersama, dan kita harapkan kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada setiap pelaku usaha Sektor Transportasi serta Pengguna Jasa Angkutan Bus Pariwisata.(FHS,RO,REP,NPA,TACN)

Publication Berita
Kunjungan Kerja dan Study Banding BPTD Kelas III D.I Yogyakarta
10 Jan. 2024, 15.00, 1033

Pada hari Rabu, 18 Januari 2024BPTD Kelas III D.I Yogyakarta melaksanakan kunjungan ke BPTD Jabar

Publication Galleri Video
PENINGKATAN MOTIVASI PEGAWAI BPTD KELAS II JAWA BARAT 2023
18 Des. 2023, 10.00, 323

PENINGKATAN MOTIVASI PEGAWAI BPTD KELAS II JAWA BARAT 2023

Publication Galleri Video
Vidio Testimoni Layanan Pengaduan Masyarakat BPTD Kelas II Jawa Barat (Alu…
28 Nov. 2023, 10.00, 331

Vidio Testimoni Layanan Pengaduan Masyarakat BPTD Kelas II Jawa Barat (Alunan Jawara)

Publication Berita
Pekan Keselamatan Jalan, Upaya BPTD Jabar Turunkan Angka Kecelakaan
20 Nov. 2023, 12.13, 1177

SUBANG, iNewsSubang.id - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Barat menggelar acara puncak Pekan Keselamatan Jalan (PKJ) di Terminal Tipe A Subang, Jawa Barat, Minggu (24/9/2023). Dalam kegiatan tersebut, BPTD juga menggelar lomba mewarnai, Kampung UMKM Dharma Wanita Persatuan BPTD Kelas II Jawa Barat, serta dialog pekan keselamatan jalan. Sebelumnya, PKJ telah dilaksanakan di beberapa Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, sejak Jumat (8/9/2023). Kegiatan PKJ tersebut diisi dengan sosialisasi safety riding Bandung Ciwidey, bersih bersih fasilitas keselematan jalan, fun run, olahraga sembari belajar sejarah di Tahura, bersepeda sekaligus kampanye keselamatan berlalulintas, dan kegiatan lainnya. Menurut Kepala BPTD Kelas II Jabar, Muhammad Fahmi, saat ini angka kecelakaan untuk usia pelajar di Jawa Barat cukup tinggi. Pada tahun 2022, dari 130.000 angka kecelakaan, 70 persen diantaranya sepeda motor dan pelajar. "Melihat banyaknya potensi-potensi kecelakaan, terutama itu kepada usia-usia produktif anak-anak sekolah. Kalau menurut data yang kami dapatkan 130.000 angka kecelakaan di tahun 2022 dan itu 70 persennya dari sepeda motor. Diantara sepeda motor ini kebanyakan dari anak-anak yang berusia sekolah," ujarnya.Fahmi menambahkan, untuk menekan angka kecelakaan tersebut, pihaknya telah berkolaborasi dengan jajaran Kepolisian, Dirjen Perhubungan Darat, dan Pemerintah Daerah dalam mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas. "Ini yang terus kita kampanyekan, dan memang kami dengan akan berkolaborasi terus menerus mengkampanyekan, karena kita tahu dengan meningkatnya angka kecelakaan, tentu tugas kita untuk memitigasi itu secara baik," katanya. Tidak hanya saat PKJ, Kabalai juga akan terus melaku sosialisasi kepada masyarakat dapat mengurangi angka kecelakaan khusus di Jawa Barat. "Kita berharap kedepan bisa mengurangi angka-angka kecelakaan tersebut. Kegiatan ini kita terusan tidak hanya berhenti pada hari ini saja tetapi terus kita lakukan sebagaimana kita melakukan sebelum puncak hari ini," ungkapnya.Sementara menurut Sekda Kabupaten Subang, Asep Nuroni, pihaknya mengucapkan terimakasih telah memilih Kabupaten Subang sebagai acara puncak PKJ. Sekda menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan lebih dapat dipahami oleh masyarakat sehingga dapat tertib dalam berlalu lintas. "Pertama berkaitan dengan edukasi untuk masyarakat Subang, yang namanya sosialisasi kalau sifatnya kaku biasanya persentase diterimanya rendah, tetapi kalai dikolaborasikan seperti ini, dikemas dalam suatu acara Insya Allah tingkat penyerapan dan pemahaman akan semakin tinggi," ucapnya. Apalagi Subang kedepannya akan menjadi Kabupaten Industrialisasi, dan secara otomatis akan meningkatkan kepadatan lalu lintas. Pola sosialisasi seperti ini sangat diperlukan untuk menjadikan masyarakat siap tertib berlalu lintas saat Subang menjadi Kabupaten Industrialisasi. "Subang kedepan, akan menuju sebagai Kabupaten Industrialisasi, dengan ada Patimbannya, Segitiga Rebana, pasti dampak langsung dengan kepadatan lalu lintas dan identik dengan angka kecelakaan. Sehingga pola-pola, kiat-kiat termasuk sekarang bagian untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas khusus di Kabupaten Subang," jelasnya.