Dalam menyambut perayaan Nataru, stakeholder bidang transportasi dan angkutan jalan mulai melakukan persiapan. Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, di Hotel Dalton, Kota Makassar, Senin, 15 Desember. Rakor turut dihadiri oleh Dishub Sulsel, Dirlantas Polda Sulsel, Jasa Raharja, BBPJN, Basarnas, BMKG, dan stakeholder lainnya.
Plt Kepala BPTD Kelas II Sulsel Andi Sanjaya menjelaskan bahwa tujuan Rakor Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini adalah untuk mengantisipasi situasi peningkatan permintaan perjalanan Nataru, potensi cuaca ekstrem dan tanggap bencana, serta tingkat kepatuhan masyarakat atas kebijakan pemerintah yang masih rendah. Kegiatan ini berupaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan Nataru, serta menyediakan layanan angkutan umum yang berkeselamatan, serta keterpaduan antar sektor transportasi untuk optimalisasi layanan.

Andi Sanjaya menerangkan beberapa isu strategis yang memerlukan persiapan matang, diantaranya kemacetan pada ruas jalan utama dan menuju kawasan wisata, penyelenggaraan rampcheck, serta maraknya bus wisata yang melakukan pelanggaran baik administrasi maupun teknis.
“Lalu pembatasan angkutan barang, banyaknya angkutan dengan KPS tidak aktif, ketersediaan stok BBM, penggunaan travel gelap, keselamatan pemudik sepeda motor, penjualan tiket online, antisipasi cuaca buruk, serta kesiapan jalur alternatif,” ujar Andi Sanjaya.
Isu yang paling mendasar adalah kenaikan jumlah penumpang pada saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selanjutnya adalah isu cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi pada periode Nataru.
Puncak pergerakan pertama libur Natal 2025 untuk moda penyeberangan dan lalu lintas jalan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 20 dan 21 Desember 2025. Puncak pergerakan kedua libur Natal untuk moda penyeberangan dan lalu lintas jalan terjadi pada hari Rabu dan Kamis tanggal 24 dan 25 Desember 2025.