Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Kalimantan Timur

Publication Berita
Dirjen Perhubungan Darat Resmikan BTS (Buy The Service) di Kota Balikpapan
1 Juli 2024, 10.30, 998

Warga Balikpapan dalam waktu dekat bisa menikmati secara gratis angkutan umum massal berupa bus dengan skema Buy The Service (BTS) yang merupakan program Direktorat Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) "Tarifnya masih nol rupiah. Kita tunggu pembahasan dari Pemkot Balikpapan kaitan tarif. Karena, ditunggu Kementerian Keuangan. Selama belum diputuskan, maka sifatnya gratis,” kata Dirjen Hubdat Kemenhub Irjen Pol Risyapudin Nursin usai penandatangan Memorandum of Understanding (MoU)  antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan Pemkot Balikpapan dan ujicoba pengoperasian bus Balikpapan City Trans dengan skema Buy The Service (BTS) di Aula Balaikota, Senin (1/07/2024). Penandatanganan antara Dirjen Hubdat dan Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME itu disaksikan Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub Suharto, Kasubdit Angkutan Perkotaan dan Antarmoda Iman Sukandar, Kadishub Provinsi Kaltim Yudha Pranoto, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT, forkompimda, sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkot dan undangan lainnya.

Publication Berita
BPTD Kaltim Temukan Bus AKAP Tidak Memiliki Surat dan Ijin Parawisata
25 Mei 2024, 8.00, 1645

Boleh disebut ini bus untuk trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) nekat. Karena, diduga melakukan pelanggaran izin trayek dan operasi. Armadanya mengangkut penumpang dengan jurusan Jawa-Kalimantan (PP)Hal ini membuat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim turun tangan mengawasi. Karena, jika itu bus untuk trayek AKAP, maka secara regulasi harus mengantongi perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat).“Saya sudah sampaikan ke Kemenhub Hubdat. Karena, bus ini juga mengangkut penumpang di Kaltim ke  Jawa Timur. Tentu, langkah persuasif dan pembinaan akan dilakukan,” kata Kepala BPTD Kelas II Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT saat dikonfirmasi keberadaan bus lintas provinsi itu beroperasi, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/05/2024).Bermula bus ‘nekat’ ini terungkap dari  hasil rapat yang dilakukan BPTD Kaltim  kaitan bus-bus pariwisata yang yang beroperasi dan dilanjutkan pengawasan di  dua objek pariwisata yakni Pantai Manggar dan Pantai Lamaru Sabtu (25/05/2024).Tim gabungan turun lengkap yang dipimpin Kepala Seksi Lalu-Lintas Jalan, Sungai, Danau, Penyeberangan dan Pengawasan Bagus Panuntun Kuncoro Edi S SiT MAP dan BPTD Kaltim juga menyertakan Kepala Seksi Subag Tata Usaha Sudarmaji SAP MM serta Pengawas Terminal Batu Ampar Sulis Setyawan S Kom.Bahkan, tim gabungan itu pun melibatkan Dishub Provinsi Kaltim, PT Jasa Raharja Kaltim, Dishub Balikpapan, Dishub Samarinda yang menyisir  dua lokasi. Yang mendapatkan sekitar 21 bus pariwisata tak sesuai peruntukan bahkan tak memiliki KIR.Informasi bus AKAP nekat itu dikembangkan Bagus Panuntun dan staf yang mendatangi agen yang menjual tiket  trayek Jawa-Kalimantan di kawasan kilometer 38 Samboja Kaltim “Ternyata benar ada agennya. Mereka mengumpulkan penumpang dari Tenggarong dengan pola pemesanan tiket harus ke agen. Kalau ada sekitar 5 penumpang maka diangkut ke jurusan sesuai keinginan penumpang,” kata Bagus Panuntun dibenarkan stafnya Rachmaniar Destyanti yang melakukan identifikasi di lapangan.Disebutkan Bagus, bus itu berkapasitas sekitar 40 penumpang. Dan sesuai dengan brand yang ditulis di bagian depan kaca tertara Jawa Langsung Kalimantan PP dengan jurusan Trenggalek, Blitar, Samarinda dan Tenggarong. Bahkan, di bus itu juga disebutkan hotline pemesanan tiket. “Kita masih melakukan penelusuran dan pengawasan. Terkejut saja saat dari Dishub Samarinda menyampaikan saat rapat di BPTD Kaltim. Apalagi secara profil bus nomor polisi (nopol)-nya berwarna putih dan jelas bus itu milik pribadi,” kata Bagus PanuntunJika itu sifatnya kendaraan umum dan mengangkut penumpang apalagi profit, maka kata Bagus, harus menggunakan plat warna kuning. Karena, untuk memudahkan penumpang dan pihak berwenang  mengidentifikasi kendaraan yang beroperasi dalam layanan transportasi publik.“Sepengetahuan saya Korlantas Polri sudah mengeluarkan plat nomor itu. Untuk angkutan umum menggunakan kuning. Kalau putih, itu semakin jelas disebutkan sebagai Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) mobil pribadi. Tapi, ini kan mengangkut penumpang, ke daerah Jawa Timur lagi,” urai Bagus Panuntun.Justru, pemilik bus itu pun sudah memasarkannya via sosial media (sosmed) facebook kaitan melayani trayek AKAP dari Jawa-Kalimantan dan sebaliknya lewat Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

Publication Berita
Tim Gabungan Bakal Awasi Bus untuk Pariwisata. Sosialisasi ke Sekolah, Waj…
24 Mei 2024, 9.00, 815

Tim gabungan akan bersama-sama untuk mengawasi bus-bus yang digunakan untuk kepentingan pariwisata di Balikpapan bahkan Kaltim secara umum. Semua demi keselamatan dan memenuhi ketentuan standar pelayanan minimum (SPM) bus pariwisata. “Kasus di Subang memang jadi perhatian. Karena, daerah Jawa itu pusat pariwisata. Tetapi, kita sebagai insan perhubungan tak boleh lengah. Harus juga melakukan edukasi dan pengawasan,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, Sungai, Danau, Penyeberangan dan Pengawasan BPTD Kaltim, Bagus Panuntun Kuncoro Edi S SiT MAP saat memimpin rapat pembahasan kaitan penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum seperti bus dan lainnya di ruang rapat Terminal Batu Ampar, BPTD Kaltim Rabu (22/05/2024)Rapat dihadiri  Hadi Sutopo (Dishub Provinsi Kaltim), Bramantyo Hadi P (Jasa Raharja Kaltim), Rachman (Dishub Samarinda), Suparli (Dishub Balikpapan), jajaran Satlantas Polres Balikpapan, Pengawas Terminal Batu Ampar Sulis Setyawan S Kom dan undangan lainnya.Dalam rapat itu berkembang ide-ide segar demi keselamatan masyarakat. Nantinya diperketat ke pihak sekolah agar ketika menyewa bus pariwisata wajib memastikan busnya laik jalan dan berizin dan tak tergiur dengan harga atau tarif sewa yang murah semata.“Kita akan awasi mulai Sabtu (25/05/2024). Dan konsentrasi tim gabungan nanti ada di dua tempat yakni tempat wisata Lamaru dan Manggar,” jelas Bagus Panuntun.Tim yang akan turun kata Bagus, BPTD Kaltim, Dishub Kaltim, Dishub Balikpapan, Dishub Samarinda, Jasa Raharja Kaltim, Satlantas Polresta Balikpapan. Dan, mengawasi setiap bus yang masuk ke dua tempat wisata itu. Gelaran rapat ini memang mengantisipasi atas kejadian berkaitan study tour yang jadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat. Sebab, baru-baru ini terjadi kecelakaan maut rombongan siswa dari salah satu sekolah di Subang Jawa Barat sebanyak 11 siswa meninggal dunia.Sebelumnya sejumlah kepala seksi di BPTD Kaltim juga membahas kaitan bus pariwisata ini secara informal. Mereka adalah Wisnu Herlambang (Kasi Sarana  dan Angkutan Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan), Sudarmaji (Kasubag Tata Usaha). Mengusulkan agar sosialisasi masif dilakukan di sekolah-sekolah.“Sosialisasi itu untuk mengetahui hak dan kewajiban pihak sekolah dan produsen bus atau Perusahaan Otobus (PO). Sehingga, konsumen itu terlindungi dari aspek keselamatan. Jangan sampai hanya cari harga murah tetapi secara perizinan dan KIR tidak dimiliki bus itu,” ujar Sudarmaji.Bukan itu saja, sosialisasi ke sekolah bahkan menghadirkan komite sekolah kata Sudarmaji, agar orangtua mengetahui anaknya yang akan study tour atau menggunakan bus untuk perjalanan pendidikan (education trip) dan busnya memiliki izin dan layak jalan.“Memang di Kaltim itu  tidak seperti daerah di Jawa yang jadi pusat pariwisata. Sehingga, bus-bus yang digunakan masyarakat khususnya pihak sekolah itu dari menyewa. Hanya, menyewa pun aspek keselamatan harus terjaga,” ungkap Sudarmaji.

Publication Berita
Kunjungan Bappenas-World Bank ke BPTD Kaltim untuk Penyusunan SUMP ,Kepala…
17 Mei 2024, 9.00, 961

Halo SobatBPDKaltim! Kepala Balai Pengelola Tansportasi Darat (BPTD) Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT menegaskan, bahwa transportasi yang sudah diujicoba menuju Ibu Kota Negara (IKN) adalah jenis kendaraan listrik atau Electronic Bus (E-Bus). Selain didukung bus konvensional dari Sinar Jaya juga kendaraan eksisting mini bus berbagai jenis menuju Sepaku-Semoi (kawasan IKN).“Sebagai kepanjangan tangan Direktorat Jenderal Hubdat (Ditjen Hubdat) Kemenhub di Kaltim, kami juga memadukan berbagai rencana transportasi publik di daerah ini. Sebab, BPTD Kaltim sebagai simpul IKN bidang transportasi juga melakukan berbagai antisipasi,” kata Muiz Thohir ketika menerima kunjungan tim dari Bappenas-World Bank dan Bappeda Kaltim Jumat (17/05/2024) di ruang rapat Terminal Batu Ampar BPTD Kaltim. Tim Bappenas terdiri dari Eri Mulia dari Biro Perencanaan Organisasi dan Tata Laksana, Faiz dari Direktorat Transportasi, Ali Akbar, Anindita Wilandari, Echa, dan Friska (World Bank). Rombongan juga mengikutsertakan Baihaqi Hazmi, Dian SN (Bappeda Kaltim)Muiz yang didampingi Kepala Seksi Prasarana Jalan Sungai, Danau dan Penyeberangan (JSDP) BPTD Kaltim Dailimianus S Sos MAP, Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, Sungai, Danau, Penyeberangan dan Pengawasan BPTD Kaltim Bagus Panuntun Kuncoro Edi S SiT MAP mengurai kewenangan BPTD Kaltim baik di darat maupun sungai, danau dan penyeberangan.Dijelaskan Muiz, untuk mobil listrik sebenarnya ujicoba dilakukan untuk mengakomodir dan melakukan sinkronisasi dengan Ditjen Hubdat berkaitan IKN. Sebab, di IKN nanti moda transportasi yang digunakan adalah kendaraan listrik (electric vehicle).Untuk melayani masyarakat, BPTD Kaltim kata Muiz, juga menyiapkan 6 bus konvensional (diesel) yang melayani rute dari Bandara Sepinggan-Pelabuhan Semayang-Terminal Batu Ampar dan menuju IKN. “Kita menggunakan bus milik Sinar Jaya dan setiap hari pelayanan berjalan maksimal,” kata Muiz.Kaitan bus listrik, menurut Muiz kendati baru ujicoba yang dilakukan Kalista menggandeng Sinar Jaya, tetapi ke depan harapannya bisa menjadi moda transportasi berbasis listrik (electric mobility) dalam melayani masyarakat menuju IKN.“BPTD Kaltim akan mengikuti kebijakan pusat. Jika didesain bahwa mobil listrik ke IKN harus jalan, tentu kita siap,” kata Muiz kepada Bappenas, Worl Bank dan Bappeda Kaltim.Selain kaitan bus listrik yang melayani ke IKN, Muiz juga menjelaskan kondisi Terminal Batu Ampar dan Terminal Samarinda Seberang (SS). Untuk di Balikpapan terminal melayani bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute Balikpapan-Banjarmasin dan juga Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Balikpapan-Samarinda.“Kalau yang di Samarinda lebih banyak bus AKAP dengan tujuan Banjarmasin. Dan baru saja Terminal SS itu diresmikan Presiden RI Jokowi dan terjadi peningkatan jumlah penumpang,” kata Muiz. Muiz juga mengatakan, mini bus untuk jurusan Balikpapan-Sepaku (menuju IKN), memang harus tetap dipertahannkan. Sebab, mereka adalah bus eksisting dan sudah memiliki asosiasi bernama Persatuan Sopir dan Kernet (Personet). “Saat itu Pak Menhub Budi Karya Sumadi (BKS) sempat berdikusi dengan para sopir ada rencana agar minibus jurusan Sepaku itu akan direvitalisasi. Itu baru rencana sih,” jelas Muiz.Dalam kaitan penyeberangan, BPTD Kaltim kata Muiz bertindak selaku regulator untuk melayani penumpang yang akan menyeberang ke Penajam Paser Utara (PPU) dengan menggunakan feri. Termasuk ke jurusan jarak jauh yakni Mamuju (Sulbar) dan Taipa (Palu).“Tetapi penyeberangan Pelabuhan Kariangau ini banyak tantangan. Sebab, masyarakat pelan tapi pasti sudah menggunakan jalur darat dari jalan tol kilometer 38 menuju PPU bahkan IKN. Sehingga, terjadi penurunan penumpang,” urai Muiz Thohir yang menyarankan data-data tentang angkutan dapat dizounding ke Direktorat Angkutan Kemenhub.Bukan itu saja kata Muiz, ke depan Jembatan Pulau Balang juga berfungsi. Praktis akan jadi tantangan besar bagi operator feri yang beroperasi melintasi ke PPU bahkwan jalur jarak jauh lainnya.Kunjungan Bappenas, World Bank dan Bappeda Kaltim itu menurut Eri Mulia untuk memadukan berbagai rencana transportasi publik di wilayah Kaltim termasuk Balikpapan menuju IKN. Karena, Bappenas juga sedang menyusun program Sustainable Urban Mobility Plan/Perencanaan Mobilitas Perkotaan Berkelanjutan (SUMP).“Kami hanya mengumpulkan data skunder dan primer melalui survei dan wawancara. Dan akan juga menemui sejumlah pihak yang nanti data itu digunakan untuk analisa pengembangan transportasi berkelanjutan dan jadi bahan diskusi bersama,” ujar Eri Mulia

Publication Berita
BPTD Kaltim Dukung Analisis BKT-UGM tentang Fasilitas Integrasi Transporta…
16 Mei 2024, 9.00, 867

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim menduking kebijakan analisis yg dilakukan Pusat Kebijakan Prasarana dan Integrasi Moda (PTIM) Tahun 2024 yg dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) dan tenaga ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM)Hal itu disampaikan Kepala BPTD Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT yang membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dan kunjungan tim BKT dan UGM di ruang rapat Terminal Batu Ampar BPTD, Kamis (16/05/2024)Menurut Muiz, BPTD juga ingin mengetahui bagaimana pola analisis sehingga implementasinya bisa didukung BPTD selaku kepanjangtanganan Kemenhub di Kaltim khususnya untuk kondisi pelayanan, sarana dan prasarana serta pengumpulan data dan informasi yg dibutuhkanMuiz melihat, kegiatan FGD yg melibatkan multistakehokders sangat baik. Sebab dukungan itu juga membantu Otorita IKN di lapangan dalam bidang transportasi sebab OIKN secara tugas2 struktural perlu integrasi kepada kementerian dan lembaga"Sehingga peran Kemenhub, BPTD, PUPR dan lainnya sangat penting," ujar MuizKunjungan BKT-UGM juga jadi referensi BPTD Kaltim, sehingga yg dilakukan bisa sinkron. Sebab integrasi tranportasi antarmoda diperlukan apalagi datanya unt merumuskan kebijakan tranportasi dan rekomendasi kepada MenhubKunjungan dipimpin tim dari pusat kajian (pusjak) PTIM BKT yakni Yanril Hans Haigman MT, Muhammad Fadel Assagaf SH, Bramanto Aji Maulana S Kom, Okta Alviandi AMD LLASDP, Melya Aziza, Nila Fakhriyati Sukma dan tenaga ahli UGM yakni Ir Ikaputra M Eng PhD, Jan Prabowo Harmanto, Danny Setiawan ST dan Arsito Bayu Pramono PutroDalam acara itu juga digelar secaea online nembedah kriteria integrasi moda unt Kota Hijau di KIPP IKN kaitan smart & green transport dan integrasi moda di simpul tranportasi dalam mendukung ketepaduan di KIPP IKN.

Publication Berita
29 Perusahaan Siap Terapkan e-SMKPAU di Kaltim. Dit Sarana Kemenhub Beri P…
14 Mei 2024, 8.23, 2794

Sebanyak 29 perusahaan angkutan umum di Kaltim merespons positif dan antusias untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan  Perusahaan Angkutan Umum (SMK-PAU). Mereka mendapatkan ilmu bagaimana perusahaan harus ikut SMK demi menjaga keselamatan di jalan dan menciptakan citra positif perusahaan (corporate image).Itu terlihat dari kegiatan  bimbingan teknis (bimtek) atau pembinaan teknis dokumen dan sosialisasi e-SMKPAU sekaligus penerapannya yang digelar Direktorat Sarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Swissbel Hotel Balikpapan, Selasa (14/05/202).Acara yang berlangsung produktif itu dibuka Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Kaltim Yudha Pranoto SE dan dihadiri Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT serta pengarahan Direktur Sarana Tarnsportasi Jalan Ir Danto Restyawan MT diwakili Kasubdit Manajemen Keselamatan Joko Kusnanto ST MSc sekaligus narasumber.Peserta mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber yakni Kasubdit Angkutan Barang Direktorat Angkutan Jalan Handa Lesmana, Sekretaris DPD Aptrindo Kaltim Muhammad Tahir, Kepala Bidang LLAJ Dishub Kaltim Endang Suherlan S SiT MSi, Ketua Tim Kelompok Substansi Pengembangan Keselamatan Diyah Fitra Permata Sari dan Staf Bagian Perencanaan, Sesditjen Hubdat Fuad Nauwal dan Ferdian yang dipandu moderator H Sugito SH (Wk Ketua Media Online Kaltim).Dikatakan Yudha dalam opening ceremony, bahwa SMK-PAU sangat didukung. Karena, itu bagian dari  merealisasikan aspek keselamatan perusahaan angkutan umum di Provinsi Kaltim.“Kasihan kita kalau sudah terjadi kecelakaan. Tentu, keluarga yang ditinggalkan oleh kepala keluarga akan menghadapi persoalan ekonomi. Makanya, seluruh perusahaan angkutan umum di Kaltim harus mendukung kebijakan ini,” kata Yudha.Sejumlah kejadian kecelakaan kata Yudha, memang penyebabnya sejumlah faktor yang salahsatunya adalah human error. Tetapi, faktor kendaraan juga sering terjadi. “Makanya saya mendukung kebijakan Direktorat Sarana Kemenhub ini untuk penerapan SMK-PAU. Karena, untuk angkutan barang umum juga dilakukan Dishub Kaltim,” ujar YudhaSementara itu, dalam paparannya Joko Kusnanto menjelaskan, SMK-PAU juga menjaga citra perusahaan. Karena, akibat kecelakaan di jalan dapat mengakibatkan kerugian bisnis dan manusia.“Jika sudah terjadi kecelakaan,  maka sisi bisnisnya adalah adanya kerusakan sarana produksi, tuntutan hukum dan citra perusahaan menurun. Implikasinya pada usaha dan profit pun menurun,” jelas Joko.Menurut Joko, Kemenhub membuat langkah-langkah konkret untuk mencegah kecelakaan umum lewat Permenhub Nomor 85 tahun 2018 kaitan Sistem Manajemen Keselamatan yang tujuannya mewujudkan keselamatan dan mengelola risiko kecelakaan.“Dalam Permenhub itu juga ada aturan sanksinya dari peringatan tertulis, pembekuan izin sampai pencabutan izin. Makanya, keselamatan itu adalah investasi sehingga harus diwujudkan lewat SMK-PAU,” urai Joko.Target penerapan SMK-PAU kata Joko,  dipetakan terdiri dari target renstra, realisasi dan capaian.  Di tahun 2023 rencananya sekitar 100 dan tercapai 122 yang menunjukkan 122 persen. “Setelah sosialisasi ini renstra dan capaian harus meningkat di Kaltim, penyusunan dokumennya juga diajarkan. Target kita se-Indonesia 1.000  SMK-PAU ,”  kata Joko.Joko juga menjelaskan kewajiban perusahaan angkutan umum  dalam merealisasikan SMK termasuk juga harus dibuat paling lama 3 bulan sejak izin penyelenggaraan angutan umum  diberikan untuk perusahaan baru.“Karena ini baru disosialisasi, ayo kita punya niat tulus untuk membuat SMK-PAU. Sebab, nanti setelah dibuat harus dilaporkan kepada pemberi izin penyelenggaraan angkutan umum sesuai dengan kewenangannya,” ungkap Joko.Dari sisi proses pengurusan kata Joko,  untuk sertifikat SMK diterbitkan oleh Dishub Provinsi untuk jenis barang angkutan umum. Untuk barang khusus yakni Barang Berbahaya Beracun (B3) seperti angkutan BBM, batu bara dan sawit diterbitkan Kemenhub via Spionam dengan kartu pengawasan dan izinnya melalui OSS.“Kalau alur proses untuk kegiatan transportasi  yang beroperasi di pelabuhan maka harus ada pendaftaran untuk Single Truck Identification Data (STID) serta Pemberitahuan Melakukan Kegiatan Usaha (PMKU). Tapi, prosesnya harus melewati penerapan SMK-PAU dahulu,” tambah Joko.Sementara itu Diyah Fitra Permatasari menjelaskan bagaimana menyusun dokumen SMK-PAU. Diawali dari persyaratan administrasi yang diwajibkan dalam pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) pada Online Single Submission (OSS).“Jadi setiap perusahaan angkutan umum termasuk angkutan barang umum  dan khusus wajib untuk menyiapkan informasi dan menyusun dokumen yang terkait  dengan penerapan SMK-PAU,” kata DiyahDiyah menjelaskan, ada 10 elemen yang harus diisi dan di-upload datanya dan kirim (submit) di aplikasi e-SMKPAU yakni  kaitan komitmen dan kebijakan, pengorganisasian, manajemen bahaya dan risiko, fasilitas pemeliharaan dan perbaikan kendaraan, dokumentasi dan data, peningkatan kompetensi dan pelatihan, tanggap darurat, pelaporan kecelakaan internal, monitoring dan evaluasi serta pengukuran kinerja.“Nanti akan ada mekanisme penilaian dokumen hingga penerbitan sertifikat SMK-PAU dan harus menunjukkan angka 100 persen,” jelas Diyah.Dalam acara itu juga ada praktek yang dilakukan dari bagian perencanaan (bagren) yang mendesain aplikasi Informasi Teknologi (IT) kaitan e-SMK. Seluruh peserta langsung praktek kaitan bagaimana melakukan login dan submit atau mengirim data-data yang diperlukan untuk melengkapi 10 elemen.“Jadi dokumen seluruhnya harus lengkap. Aplikasi tidak bisa menerima kalau belum secara keseluruhan diselesaikan. Makanya bisa disimpan datanya sambil nanti ada perbaikan,” kata Fuad Nauval dari Bagren Hubdat Kemenhub.Misalnya OSS harus clear & clean dulu. Contoh  untuk Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)  nomor 49432 yang kualifikasinya untuk usaha  Angkutan Bermotor Barang Khusus tidak bisa jika Nomor Induk Berusaha (NIB) itu harus  menggunakan  Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) Nomor 52291.“Tapi ini masih kita koordinasikan. Karena ini tujuannya untuk SMK-PAU, apakah nomor KBLI lainnya yang bersinggungan dengan transportasi dapat dilakukan rekonsiliasi dalam askes dan submit di aplikasi e-SMKPAU itu,” jelas Joko KusnantoDari 10 elemen SMK-PAU yang harus dilengkapi kata Fuad Nauval, total dokumen yang harus di-submit atau kirim sekitar 56 dokumen. “Mudah-mudahan nanti ada diskresi kaitan ke-10 elemen ini. Prinsipnya dikirim dulu baru nanti diverifikasi, sebab penilaian itu penting,” ujar Nauval dibenarkan rekannya Ferdian serta Iqbal.Peserta yang hadir dari perusahaan angkutan umum sebanyak 29 perusahaan itu, rata-rata belum secara maksimal memahami bagaimana mengisi dokumen e-SMKPAU. Sehingga, Direktorat Sarana Angkutan Jalan Kemenhub memberikan pendampingan lewat hotline untuk personal in charge (PIC) yang bisa dihubungi.“Silakan dihubungi sesuai PIC yang kami kirim. Nanti akan dijawab segala kesulitan bapk-ibu,” ujar Iqbal, staf Direktorat Sarana yang menampilkan nomor-nomor hotline PIC di screen sekitar 10 hotline lebih.Sedang dari Aptrindo lebih banyak memberikan dukungan bagaimana mencegah terjadinya kecelakaan perusahaan angkutan barang. Justru, asosiasi ini selalu mengikuti berbagai kegiatan yang tujuannya untuk menjaga keselamatan.“Aptrindo selalu mendukung bagaimana perusahaan angkutan umum harus selamat. Bahkan, praktek pengereman dengan menghadirkan investigator senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Achmad Wildan yang mengajari langsung pernah Aptrindo ikutu dan gelar ,” kata Sekjen Aptrindo Kaltim Muhammad Tahir.Bukan itu saja, Aptrindo concern dengan keselamatan. Kendati diakui aspek ekonomi juga penting. “Kebijakan kami juga selalu koordinasi dengan BPTD Kaltim, KSOP. Karena, perusahaan angkutan  umum ini ada barang dan orang dan sifatnya umum serta khusus,” kata Muhammad Tahir.

Publication Berita
BPTD Kelas II Kaltim Ikut hadir Dalam Rapat Akomodasi, Transportasi dan Mo…
26 Maret 2024, 12.09, 792

Kendati hanya daerah penyangga dan bukan menjadi tempat utama upacara, tetapi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, merancang persiapan event 17 Agustus 2024 yang digelar di Ibu Kota Negara (IKN) khususnya untuk Akomodasi, Transportasi dan Mobilisasi (ATM).KSOP mengajak stakeholders lainnya di bawah institusi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendiskusikan kaitan mobilitas transportasi darat bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim, Otoritas Bandara dan stakeholders lainnya. Karena, pergerakan dua titik utama yakni Kota Balikpapan dan Samarinda ke IKN  diprediksi traffic-nya tinggi menggunakan jalur darat, laut dan udara. “Kita bertemu ini untuk koordinasi dan sinkronisasi. Kendati panitia inti juga ikut membahas sebab Kemenhub melalui Menhub bisa secara tiba-tiba meminta jajaran hubungan laut (hubla) dan hubungan darat (hubdat) di daerah ikut menyiapkan mobilitas ke IKN,” kata Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Capten Bharto Ari Raharjo MSi memimpin rakor terbatas itu di Kantor KSOP kawasan Pelabuhan Semayang, Senin (25/04/2024)Rakor itu dihadiri Kepala BPTD Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT dan Kepala Seksi Sarana, Sungai, Danau dan Penyeberangan Wisnu Herlambang AMD LLAJ SAP MM, Distrik Navigasi, Otoritas Bandara Balikpapan dan undangan lainnya. Bharto menjelaskan, sejauh ini tim protokol kepresidenan secara masif juga membahas persiapan upacara di IKN. Tetapi, ia punya tanggung jawab moral sebagai ‘orang Kemenhub’ bidang laut untuk ikut merancang bagaimana transportasi atau mobilitas tamu dari Balikpapan ke IKN.“Jika ada dari instansi lain di bawah Kemenhub  jangan segan-segan. Sampaikan jika ingin menggunakan transportasi laut. Hanya, sesuai dengan laveling misalnya eselon 2 ke atas. Tentu tidak semua bisa dilayani,” kata Bharto di hadapan peserta rapat. Menurut Bharto, koordinasi lintas direktorat di bawah dirjen masing-masing di Kemenhub memang dilakukan. Tetapi, secara teknis Kemenhub harus siap kapan waktu saja. Karena, Otoritas IKN kendati memiliki otoritasasi (authority) tetapi tak bisa mengambil tindakan sebab kemampuan teknisnya (ability) tak dimiliki.Melalui stafnya Komang, Bharto menegaskan sudah mempersiapkan sebaran dermaga alternatif kebutuhan sandar kapal akomodasi. Ada 8 dermaga yakni  PT Pelindo (Semayang), Terminal Kampung Baru, PT Indika Logistik dan Suport Service, Terminal Petikemas Kaltim Kariangau Terminal (KKT), PT IDC East Indonesia, Dermaga Logistik IKN, PT Penajam Banua Taka (Eastkal) dan Fasilitas Pelabuhan PPU.“Nanti kami juga koordinasi dengan jajaran Polda Kaltim yakni Ditpoalairud. Sehingga, seluruh yang berkaitan mobilitas laut menjadi domain teknis kita,” kata Bharto.Bharto mengakui, jika tim kepresidenan melalui Menteri Sekretariat Negara dan Pemprov Kaltim ikut membahas kaitan persiapan upacara di IKN. Hanya, undangan yang jumlahnya sekitar 6.800 orang tetap menggunakan jalur laut, udara dan darat.“Pergerakan tamu paling cepat memang lewat laut dan udara. Tetapi, lewat darat juga bisa karena jalan tol dijadwalan bulan Juli 2024 fungsional dari Balikpapan,” jelas Bharto. MOBIL LISTRIKSementara itu Kepala BPTD Kaltim Muiz Thohir menegaskan, prinsipnya  jika memang harus menggunakan mobil listrik dari Balikpapan siap. Karena, ujicoba pernah dilakukan ke IKN menggunakan sarana bus kerjasama Kalista-Sinar Jaya.“Hanya kita memerlukan guidance dari Dirjen Hubdat untuk proses layanan mobilisasi mobil listrik. Sebab, nanti polanya apakah dengan sewa. Intinya sama tergantung dari kebijakan. Prinsipnya BPTD Kaltim tinggal merancang bagaimana proses penyediannya,” kata Muiz Thohir. Dikatakan Muiz, kaitan mobil listrik memang akan ada pembiayaan sebesar Rp25 miliar. Hanya itu baru masuk pagu anggaran dan baru bisa direalisasikan di semester II Tahun 2024. Kewenangannya ada di Direktorat Sarana Kemenhub Ditjen Hubdat.“Kalau diesel sejauh ini ke IKN sudah berjalan. Tinggal nanti bisa saja kita siapkan bus kapasitas besar untuk transportasi darat ke IKN. Tentu, semua menunggu koordinasi dari pusat. Khususnya juga untuk pangkalan parkir bus besar,” kata Muiz Thohir.ZONA LABUHGuna meningkatkan keamanan kapal di pelabuhan, dalam rapat itu tim dari Distrik Navigasi akan menyiapkan zona labuh di dua tempat yang salahsatunya di depan Pelabuhan KKT. Termasuk juga mempersiapkan pemasangan 4 navigasi buoy (alat pelampung sebagai mitigasi risiko laut).“Secara kewaspadaan jalur laut dari Distrik Navigasi sudah siap. Tinggal koordinasi lebih lanjut untuk jalur transportasi lautnya bersama KSOP dan lainnya,” kata tim dari Distrik Navigasi. Sementara itu dalam rakor itu, Tarmadi dari Otban menjelaskan, pergerakan tamu juga dikonsentrasikan selain Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan juga di Bandara APT Pranoto Samarinda.“Memang undangan yang akan hadir di IKN itu berkisar 6.800 orang, tetapi kita juga menyiapkan untuk jalur udara sekitar 10.00 orang,” kata Tarmadi yang menambahkan bahwa melayani tamu-tamu untuk upacara IKN menjadi tanggung jawab bersama.HYBRIDSementara itu, perkembangan persiapan upacara HUT ke-79 dari informasi Tintakaltim.Com, terus berjalan. Selain dari jajaran Kemenhub, Pemprov Kaltim pun melakukan rapat-rapat bersama jajaran biro Kementerian Sekretariat Negara. Upacara itu, dijadwalkan akan digelar di Lapangan Istana Garuda IKN dan berbagai pihak terus melakukan persiapan.“Kelompok kerja (pokja) sudah dibentuk untuk mengurus upacara itu. Semua sudah bekerja paralel dan  bisa pula dilakukan dengan zoom meeting dari Jakarta sebagai bahan evaluasi,” kata Kepala  Biro Humas Kementerian Setneg Eddy Cahyono Sugiarto menjelaskan bahwa panitia nasionalnya adalah Mensetneg Pratikno. Disebutkan Eddy,  semua pihak memang harus mematangkan persiapan khususnya dalam kaitan pengaturan lalu-lintas di sekitar kawasan IKN, jajaran kepolisian sangat dominan untuk mengatur sehingga jalur buka tutup saat acara bisa dilakukan.Upacara 17 Agustus di IKN kata Eddy akan memadukan teknologi dan tatap muka. Karena era digital menggunakan konsep hybrid menggabungkan  yang ada di TMP Kalibata dan tersabung  dengan presiden yang ikut upacara di IKN.“Kan tidak mungkin semua tertampung di IKN, makanya bisa bergabung secara hybrid. Termasuk akomodasi dan data tamu undangan siapapun yang hadir dikoordinasikan dengan Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan,” ujar EddyPemprov Kaltim diketuai Sekprov Sri Wahyuni  juga membentuk panitia khusus dari jajaran OPD Pemprov Kaltim agar melakukan pemetaan apa saja yang nantinya diperlukan untuk mobilisasi para tamu VIP.“Semua OPD seperti Dishub, Disporabud all out untuk suksesnya upacara di IKN. Termasuk tarian massal juga disiapkan,” ujar Sri Wahyuni.Dalam rakor di KSOP Balikpapan, juga sempat disinggung kaitan bagaimana akomodasi di hotel. Nantinya panitia dari Jakarta pun akan koordinasi dengan daerah.“Dari protokol kepresidenan akan handle dan sudah ada personal in charge (PIC) sesuai tamu dan penempatannya. Pemkot Balikpapan memfasilitasi dan mapping hotel yang diperlukan di Balikpapan,” kata Kepala Disporapar Ratih Tjokroda. (gt)

Publication Berita
Mempererat sIlahturahmi dengan buka bersama Keluarga besar BPTD , Segenap …
21 Maret 2024, 5.30, 537

Pada Kamis (21/3) kemarin, BPTD Kelas II Kaltim menggelar agenda Buka Puasa Bersama di Ruang Rapat Kantor Induk, Lt. 2 TTA Batu Ampar, Balikpapan.Kegiatan buka puasa ini dibuka langsung oleh sambutan Kepala BPTD Kelas II Kaltim, Bapak Dr. Muiz Thohir, S.T., serta dilanjutkan oleh kegiatan pemberian Santunan kepada adik-adik Panti Asuhan Ummi Zahro Putra.Dalam agenda bukber yang dihadiri oleh para pegawai kantor induk serta perwakilan satuan pelayanan ini, Bapak Ust. Muhamad Nurussobah turut memberikan tausiyahnya bertajuk "Merajut Ukhuwah, Meraih Berkah".Semoga suasana kehangatan dan kebersamaan ini senantiasa mempererat tali silaturrahmi antar Keluarga Besar BPTD Kaltim! 🌙✨"Bahagia hanyalah ma'mum.Keberkahan ialah imamnya.Bersama kita fokus kejar imamnya, niscaya dapat bahagianya".@kemenhub151 @ditjen_hubdat @muizthohir #LewatDarat #MenghubungkanIndonesia #BukaBersamaBPTD #Silaturahmi #RamadanBerkah

Publication Berita
Jadi Simpul IKN, PPIT Berkunjung ke BPTD Kaltim. Jajaki dan Monev Pengemba…
20 Maret 2024, 11.00, 850

Sejalan dengan ditetapkannya Provinsi Kaltim menjadi Ibu Kota Negara (IKN), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim selalu dikunjungi tamu-tamu pusat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Termasuk jajaran unit kerja Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi (PPIT) PPIT hadir di Kaltim untuk melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Terminal Tipe A Samarinda Seberang yang baru diresmikan Presiden Jokowi dan Terminal Tipe A Batu Ampar Balikpapan. “Kunjungan ini hanya untuk melihat apakah mungkin pelaksanaan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Intinya pengembangan terminal di Pulau Kalimantan,” kata Kepala BPTD Kaltim Dr Muiz Thohir ST MT usai menerima jajaran PPIT di Kantor BPTD Kaltim, Selasa (20/04/2024). Tim PPIT terdiri dari Kepala Bidang Pembiayaan Infrastruktur Transportasi Darat dan Perkotaan Prih Galih, Koordinator/Ketua Tim Substansi Bidang Analisis Pembiayaan Infrastruktur Transportasi Darat dan Perkotaan Agus Jaya, Pengolah Data dan Informasi Devi Aprilia Sari, Staf Subbag TU Ridwan Stya Prabowo dan Pengelola Keuangan Lantif Anggrahita P.Di Terminal Batu Ampar, Muiz menerima rombongan tim PPIT didampingi Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan Wisnu Herlambang AMD LLAJ SAP MM, Pengawas Terminal Tipe A Batu Ampar Balikpapan Sulis Setyawan S Kom. Tim PPIT berada di Kaltim  19-21 Maret 2024. Dan selain ke Terminal Samarinda Seberang juga berdikusi di ruang Muiz Thohir dan berkeliling di seputar Terminal Batu Ampar.Muiz Thohir lebih banyak memberikan masukan dan data-data mengenai terminal dan kondisinya di Kaltim. Tentu tak bisa dibandingkan secara apple to apple dengan terminal di daerah Jawa yang jumlah penduduknya lebih besar. Tetapi karena Kaltim jadi IKN, Muiz pun menjelaskan kaitan angkutan umum massal ke IKN yang jadi stimulus Ditjen Hubdat Kemenhub. Juga rencana pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle) kerjasama Sinar Jaya-Kalista.Disebutkan Muiz, PPIT merupakan unit kerja yang mendukung lewat pembiayaan kreatif untuk sektor transportasi. Kehadiran PPIT juga sebagai pendorong percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia.“Sebenarnya lembaga PPIT ini untuk mendukung Kemenhub di dalam mengurangi ketergantungan pembiayaan melalui APBN. Tapi skemanya KPBU,” ujar Muiz. Sementara itu Kepala Seksi Sarana Angkutan, Sungai, Danau dan Penyeberangan BPTD Kaltim Wisnu Herlambang mengatakan, PPIT masih dalam tahap survei dan monitoring.“Kalaupun dinilai bahwa terminal di Kaltim karena masuk dalam simpul IKN tadi ada pembiayaannya, tentu kita bersyukur. Tetapi, ini masih tahap penjajakan saja,” ungkap Wisnu.Menurut Wisnu, selain ke terminal Samarinda Seberang dan Batu Ampar, rombongan PPIT juga akan berkunjung ke IKN. Tentu, melihat pula kondisi IKN yang skema anggarannya juga ada yang menggunakan creative financing. (gt)