Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Tengah, M. Andi Rachmatullah, S.E., M.M.Tr, bersama pejabat struktural, jajaran, dan staf teknis, mengikuti Penutupan Posko Pusat Angkutan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) secara daring dari Ruang Rapat Kantor BPTD Kelas II Kalimantan Tengah, Senin (5/1/2026).
Penutupan posko Nataru 2025/2026 dilakukan secara daring yang di ikuti oleh jajaran pejabat struktural
Kegiatan penutupan Posko Pusat Nataru dilaksanakan dari Ruang Mataram, Gedung Karya Lantai 1, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Drs. Aan Suhanan, M.Si menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan baik dan lancar, sesuai dengan kebijakan serta rencana operasi yang telah disusun. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kejadian kecelakaan transportasi serta kendala teknis selama masa operasional posko.
Selama masa Posko Nataru, dilakukan pemantauan di 1.549 titik simpul dan jaringan transportasi pada seluruh moda, yang meliputi:
222 titik terminal,
248 titik pelabuhan penyeberangan,
264 titik pelabuhan laut,
257 titik bandar udara,
471 titik stasiun kereta api,
43 titik gerbang tol,
44 titik jalan arteri.
Selain itu, pengawasan juga didukung oleh 7.159 titik CCTV serta 80 lokasi pemantauan menggunakan drone pada simpul dan jaringan transportasi di seluruh Indonesia. Kendala teknis yang ditemukan selama pelaksanaan Angkutan Nataru ini akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan.tutur-nya
Penutupan Posko Pusat secara resmi dilakukan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi. Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mematuhi imbauan pemerintah selama masa Nataru, para operator transportasi atas kerja sama yang baik, serta rekan-rekan media yang turut berperan dalam menyampaikan informasi secara luas dan berimbang kepada masyarakat.
“Dengan ini, Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” pungkas Menteri Perhubungan.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan juga menyapa langsung para petugas Posko Lapangan dan operator transportasi melalui zoom meeting dari subsektor darat, laut, udara, dan perkeretaapian, termasuk UPT, posko, serta mitra kerja perhubungan darat.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur terkait, antara lain Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan beserta seluruh Direktorat Jenderal, Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dinas Perhubungan, Badan Usaha Jalan Tol, ASDP, perusahaan pelayaran laut, maskapai penerbangan dan operator bandara, perusahaan AKAP, perusahaan bus pariwisata, serta asosiasi terkait.(SS/BY).