Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Jawa Timur

Publication Berita
KUNJUNGAN KERJA RESES KOMISI V DPR RI DI JAWA TIMUR
23 Feb. 2026, 10.43, 44

Surabaya (23/02) - Komisi V DPR RI melaksanakan kunjungan kerja reses ke Provinsi Jawa Timur untuk meninjau pembangunan infrastruktur dan kesiapan sektor transportasi. Mengawali agenda, rombongan anggota dewan tersebut mengunjungi Terminal Purabaya, guna mengecek kesiapan Terminal Tipe A terbesar di Jawa Timur tersebut dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Andy Karyono, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Direktur Prasarana Transportasi Jalan (DPTJ) Kemenhub RI Toni Tauladan, serta Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur Bambang Hermanto.Agenda kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait yang diselenggarakan di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III. Rapat ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan konektivitas dan pelayanan transportasi di Jawa Timur.Melalui dialog dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, diharapkan berbagai masukan, aspirasi, serta tantangan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi dalam perumusan kebijakan di masa mendatang."Kita mengharapkan semua perjalanan Lebaran ini harus lancar, nyaman dan aman. Masyarakat harus diberikan kemudahan, oleh karena itu, perhatian bagi seluruh insan transportasi di wilayah Jawa Timur agar dapat berjalan secara optimal," ujar Ridwan.Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan layanan transportasi yang andal dan berkeselamatan.

Publication Berita
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Menhub Dudy Bahas Kesiapan Angkutan Lebaran 2…
20 Feb. 2026, 11.00, 46

Surabaya (20/02) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, gelar rapat kesiapan angkutan lebaran di wilayah Jawa Timur. Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan moda dan infrastruktur transportasi dalam mengantisipasi peningkatan pergerakan masyarakat.Menhub menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi langkah yang strategis dalam memastikan segala aspek transportasi dan infrastruktur pendukung dalam mewujudkan arus mudik dan balik yang aman, lancar dan selamat.“Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi yang kuat antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci dalam memastikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib dan lancar bagi masyarakat selama masa mudik dan arus balik Angkutan Lebaran 2026” ujar Menhub Dudy.Lonjakan mobilitas masyarakat selama musim Angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI, Jawa Timur menjadi provinsi tujuan mudik tertinggi kedua secara nasional setelah Jawa Tengah. Diproyeksikan sebanyak 27,29 juta pemudik dari total pergerakan nasional akan menuju Jawa Timur. Kota Surabaya diprediksi menjadi salah satu kota tujuan favorit nasional dengan estimasi pergerakan masyarakat mencapai 732 ribu pemudik.Untuk mencegah terjadinya penumpukan pemudik pada simpul-simpul transportasi tertentu, Kementerian Perhubungan mengimplementasikan strategi pelayanan terpadu antarmoda yang mencakup penguatan kapasitas angkutan massal, optimalisasi jadwal operasional, serta manajemen distribusi penumpang berbasis jaringan transportasi.Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, dukungan sarana dan prasarana di berbagai moda transportasi telah disiapkan. Pada sektor darat disiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas mencapai 1,25 juta penumpang. Sedangkan pada sektor laut, telah tersedia 829 unit kapal dengan daya angkut mencapai 3,26 juta penumpang melalui 636 pelabuhan.Sementara di moda transportasi kereta api, terdapat 3.821 unit sarana dengan dukungan operasional di 668 stasiun. Untuk tranportasi udara, 392 unit pesawat yang dioperasikan melalui 257 bandar udara. Adapun pada angkutan penyeberangan, tersedia 255 unit kapal dengan kapasitas mencapai 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan yang tersebar pada 15 lintas penyeberangan.“Selain penguatan kapasitas di seluruh moda transportasi, kami juga menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, antara lain penyediaan delaying system di kawasan Pelabuhan Ketapang, penyiapan UPPKB sebagai rest area, penerbitan SKB pengaturan Angkutan Lebaran 2026 bersama POLRI, serta pelaksanaan Program Mudik Gratis,” jelas Menhub.Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan dukungan transportasi lintas moda guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, dengan menyiagakan 6.637 unit bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, serta 126 kapal laut dan penyeberangan. Seluruh operasional tersebut didukung oleh 8.991 personel gabungan yang bersiaga di berbagai simpul transportasi strategis di Jawa Timur guna menjamin kelancaran, keselamatan, dan ketertiban perjalanan masyarakat.Adapun aspek keselamatan juga menjadi perhatian penting dalam rapat tersebut. Melalui pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (ramp check) terhadap bus AKDP dan pariwisata di 29 terminal tipe B serta pool kendaraan se-Jawa Timur pada 2 Februari hingga 25 Maret 2026 guna memastikan kelaikan jalan.Selain itu, pengawasan juga diperketat di titik rawan seperti perlintasan sebidang, jalur arteri padat, dan akses pelabuhan, dengan dukungan posko pemantauan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan operasional.Menhub juga menyatakan bahwa Posko Lebaran 2026 akan dijadwalkan pada 13 hingga 29 Maret 2026 dan akan menindaklanjuti permintaan tambahan armada laut di Situbondo.Gubernur Jawa Timur berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, operator transportasi, maupun unsur pendukung lainnya, dapat berjalan optimal guna menjamin kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran 2026.

Publication Berita
Dirjen Perhubungan Darat Bahas Perencanaan Anggaran Transportasi Darat 202…
8 Jan. 2026, 9.19, 37

Jakarta (08/01) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan membahas perencanaan anggaran tahun 2026 serta penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2027, sebagai upaya memperkuat program dan layanan transportasi darat di Indonesia.Rapat yang digelar di Jakarta ini, dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat serta dihadiri oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), termasuk BPTD Jawa Timur, serta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan pejabat terkait.Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kebijakan pengelolaan anggaran pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, antara lain Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.02/2017 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Anggaran, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 245 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107 Tahun 2024 tentang Perencanaan, Pelaksanaan Anggaran, Akuntansi, dan Pelaporan Keuangan.Melalui pembahasan ini, Ditjen Perhubungan Darat mendorong agar penyusunan anggaran dan RKA mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, mendukung peningkatan pelayanan transportasi darat, serta memperkuat aspek keselamatan dan konektivitas nasional.Disamping itu, guna memperkuat pemahaman dan keselarasan kebijakan, rapat ini juga diisi dengan paparan sejumlah narasumber lintas kementerian dan lembaga yang membahas kebijakan pelaksanaan anggaran Tahun 2026, pengadaan barang dan jasa pemerintah, penegakan hukum dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, serta perencanaan penyusunan Rencana Kerja dan anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) tahun 2027.

Publication Siaran Pers
Menteri Perhubungan Tutup Posko Penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Ta…
5 Jan. 2026, 11.09, 24

Jakarta (5/1) - Menteri Perhubungan Republik Indonesia secara resmi menutup Posko Penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sebagai penanda berakhirnya masa layanan dan pengendalian transportasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan secara nasional.Selama masa penyelenggaraan angkutan Nataru, Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan melakukan pemantauan dan pengendalian transportasi secara terpadu di berbagai simpul angkutan, meliputi transportasi jalan, penyeberangan, sungai, danau, serta pengawasan lalu lintas pada ruas jalan nasional dan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).Berdasarkan laporan pelaksanaan di daerah, salah satunya di wilayah kerja BPTD Kelas II Jawa Timur, puncak pergerakan penumpang dan kendaraan pada Terminal Tipe A terjadi pada 24 Desember 2025 (H-1 Natal), baik untuk kedatangan maupun keberangkatan bus dan penumpang. Secara umum, kinerja angkutan di Terminal Tipe A Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya, dengan Terminal Tipe A Purabaya menjadi simpul dengan volume pergerakan tertinggi.Pada sektor penyeberangan di Jawa Timur, Pelabuhan Ketapang tercatat sebagai salah satu simpul terpadat selama periode Nataru, dengan pergerakan penumpang dan kendaraan yang signifikan pada rentang H-7 hingga H+9. Aktivitas pelabuhan sungai dan danau juga terpantau meningkat, meskipun dalam skala lebih kecil, terutama di Pelabuhan Sungai Pema Ngunut, Megaluh, serta Pelabuhan Danau Karangkates.Sementara itu, dari sisi lalu lintas jalan di Jawa Timur, peningkatan volume kendaraan terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru. Kepadatan lalu lintas tertinggi tercatat pada sejumlah ruas jalan nasional dan UPPKB, khususnya di Trowulan dan Singosari, dengan komposisi lalu lintas yang didominasi kendaraan roda dua, diikuti kendaraan penumpang dan angkutan barang.Meski selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kondisi cuaca di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur, didominasi cuaca berawan hingga hujan, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu kelancaran penyelenggaraan angkutan.Secara keseluruhan, penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Penutupan Posko Penyelenggaraan Angkutan Nataru oleh Menteri Perhubungan menjadi momentum evaluasi nasional guna meningkatkan koordinasi lintas sektor serta kualitas pelayanan transportasi pada masa angkutan berikutnya.

Publication Berita
Tim Gabungan Lakukan Uji Kelaikan Bus Pariwisata di Pasuruan
30 Des. 2025, 19.48, 28

Pasuruan (30/12) – Tim gabungan menggelar uji keselamatan jalan atau ramp check terhadap bus pariwisata di sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Pasuruan, Selasa (30/12). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Subdirektorat Uji Tipe Direktorat Sarana, dengan melibatkan tim gabungan dari Polres Pasuruan, Jasa Raharja, Direktorat Sarana, Direktorat Angkutan Jalan, Polda Jawa Timur, serta BPTD Kelas II Jawa Timur sebagai tim penguji di lapangan.Uji keselamatan tersebut dilaksanakan di dua destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, yakni Cimory Dairyland dan Lembah Pandawa, yang menjadi titik kedatangan bus pariwisata. Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan administrasi, kelaikan teknis kendaraan, dan kesiapan pengemudi, seiring meningkatnya arus wisata Natal dan Tahun Baru (Nataru).Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sembilan unit bus, empat unit diberikan peringatan perbaikan karena ditemukan pelanggaran pada aspek teknis penunjang kendaraan. Sementara itu, lima unit bus lainnya dikenakan sanksi tilang dan dilarang beroperasi sementara akibat pelanggaran administrasi yang tidak memenuhi ketentuan.Selain pemeriksaan kendaraan, tim gabungan juga melakukan tes urine terhadap pengemudi bus pariwisata sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan perjalanan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh zat berbahaya saat mengemudikan kendaraan.Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan tim gabungan dalam memastikan seluruh angkutan pariwisata beroperasi sesuai standar keselamatan, demi mendukung kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama masa libur akhir tahun.

Publication Berita
Kunjungan Sekretaris BPSDMP Ungkap Kesiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru …
29 Des. 2025, 15.48, 35

Sidoarjo (29/12) – Jelang puncak arus Natal dan Tahun Baru 2025, Sekretaris BPSDMP Kementerian Perhubungan, Dr. Capt. Wisnu Handoko, M.Sc. melakukan kunjungan spesifik ke Terminal Purabaya, Bungurasih, untuk memonitor langsung kesiapan angkutan. Monitoring ini dilakukan guna memastikan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat ditengah potensi lonjakan penumpang selama periode Nataru.Di lokasi, Sekretaris BPSDMP didampingi langsung oleh Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur bersama Kasubag TU, serta Plh. Wastatpel TTA Purabaya. Rombongan meninjau langsung sejumlah fasilitas terminal, mulai dari area kedatangan dan keberangkatan penumpang, sarana keselamatan, hingga kesiapan petugas operasional.Selain meninjau fasilitas, Sekretaris BPSDMP juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan sejumlah penumpang bus AKDP. Interaksi tersebut dilakukan untuk mengetahui langsung kondisi layanan di lapangan, sekaligus memastikan penumpang merasa aman dan nyaman selama perjalanan.Pemantauan juga dilakukan di Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru di Terminal Purabaya. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan arus penumpang dan pengendalian layanan selama masa libur, termasuk dalam menangani potensi gangguan operasional maupun kondisi darurat.Kementerian Perhubungan menegaskan pengawasan akan terus dilakukan selama periode Natal dan Tahun Baru 2025 guna menjaga kelancaran layanan transportasi darat, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan angkutan umum yang aman dan andal.

Publication Berita
Pastikan Kelaikan dan Keselamatan, Kemenhub Intensifkan Ramp Check Bus Par…
27 Des. 2025, 21.44, 28

Batu (27/12) – Tim gabungan dari Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas II Jawa Timur bersama Polda Jawa Timur, Dishub Kota Batu, Polres Kota Batu, serta Jasa Raharja melangsungkan inspeksi keselamatan dan pengawasan lalu lintas angkutan jalan atau ramp check di sejumlah kawasan wisata Kota Batu, di antaranya Jatim Park 3 dan Selecta, Sabtu (27/12).Kegiatan ini dilakukan guna memastikan seluruh kendaraan angkutan wisata yang beroperasi selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dalam kondisi laik jalan, sekaligus untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama masa liburan.Kepala Subdirektorat Uji Berkala Kendaraan Bermotor, Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, Fery Subekti menuturkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan terstandar terhadap bus pariwisata yang beroperasi di beberapa kawasan wisata tersebut.“Kami bersama para pemangku kepentingan melaksanakan pemeriksaan keselamatan kendaraan angkutan umum, khususnya bus pariwisata, untuk memastikan seluruh armada yang beroperasi memenuhi persyaratan keselamatan. Target kami, seluruh kendaraan angkutan orang yang berada di area parkir Jatim Park 3 dapat diperiksa. Selanjutnya, tim juga akan melanjutkan pemeriksaan di kawasan wisata Selecta,” ungkapnya.Dalam kegiatan ramp check ini, petugas melakukan pemeriksaan terhadap 33 unit bus pariwisata. Hasil menunjukan lima unit bus dinyatakan laik jalan, empat unit bus mendapatkan peringatan perbaikan, serta lima unit bus dikenakan sanksi administratif. Tidak terdapat bus yang dilarang beroperasi karena tidak memenuhi persyaratan keselamatan. Sementara itu, 19 unit bus tidak dapat diperiksa, karena tidak berada dilokasi saat dilakukan pemeriksaan.

Publication Berita
BPTD Kelas II Jawa Timur Gelar Rampcheck Bus Pariwisata di Probolinggo
26 Des. 2025, 19.00, 26

Probolinggo (26/12) – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui BPTD Kelas II Jawa Timur melangsungkan kegiatan ramp check (monitoring) gabungan pada Jum’at (26/12). Kegiatan ramp check ini dilaksanakan di sejumlah titik di Kawasan Wisata di Probolinggo, yakni Rest Area Kawasan Wisata Gunung Bromo dan Pasar Sukapura. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memastikan kesiapan dan keselamatan angkutan wisata menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, khususnya di kawasan wisata dengan tingkat kunjungan yang tinggi.Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap empat unit bus pariwisata. Hasil pemeriksaan menunjukkan satu unit bus dinyatakan laik jalan, satu unit laik jalan dengan catatan, serta dua unit bus dinyatakan tidak laik jalan dan dilarang beroperasi karena tidak memenuhi persyaratan keselamatan.Kegiatan rampcheck gabungan ini melibatkan berbagai instansi terkait, antara lain Polres Probolinggo, Jasa Raharja, Kasubit Uji Tipe, Polda Jawa Timur, petugas Terminal Tipe A Bayuangga, petugas penguji BPTD Kelas II Jawa Timur, serta Plt. Kepala Seksi Prasarana Jalan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (JSDP).Sebagai tindak lanjut atas hasil pemeriksaan, terhadap bus pariwisata yang dinyatakan tidak laik jalan dilakukan pergantian armada guna memastikan keselamatan penumpang serta kelancaran aktivitas wisata. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BPTD Kelas II Jawa Timur dalam meningkatkan pengawasan dan keselamatan transportasi darat, khususnya angkutan wisata di kawasan Probolinggo.Kepala Kasubit Uji Tipe mengimbau operator dan pengguna jasa untuk memastikan kendaraan yang digunakan telah memenuhi persyaratan keselamatan.“Ketika menggunakan bus pariwisata, agar memilih bus yang dalam kondisi baik, dengan kelengkapan administrasi yang sesuai, termasuk surat-surat kendaraan, KIR yang masih berlaku, serta perizinan yang lengkap” ungkapnya.

Publication Siaran Pers
Kemenhub Gelar Rakor Teknis Isu Strategis Transportasi Jelang Nataru 2025/…
26 Des. 2025, 14.00, 20

Surabaya (26/12) — Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Teknis Isu Strategis dan Update Kondisi Penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (26/12) di Ruang Rapat Terminal Tipe A Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo.Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan dan dihadiri oleh para pimpinan unit pelaksana teknis Kementerian Perhubungan di wilayah Jawa Timur dari berbagai sektor, meliputi transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyikapi isu-isu strategis permasalahan transportasi di Provinsi Jawa Timur serta memastikan penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan aman, lancar, dan berkeselamatan.Dalam rapat tersebut, masing-masing instansi memaparkan update kondisi terkini di lapangan, potensi kerawanan, serta langkah antisipatif yang telah dan akan dilakukan selama periode Nataru. Paparan ini menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat.Melalui rapat koordinasi ini, Kementerian Perhubungan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antarinstansi serta memastikan kesiapan seluruh moda transportasi dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru.