20 Feb. 2026, 11.00,
46
Surabaya (20/02) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, gelar rapat kesiapan angkutan lebaran di wilayah Jawa Timur. Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan moda dan infrastruktur transportasi dalam mengantisipasi peningkatan pergerakan masyarakat.Menhub menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi langkah yang strategis dalam memastikan segala aspek transportasi dan infrastruktur pendukung dalam mewujudkan arus mudik dan balik yang aman, lancar dan selamat.“Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi yang kuat antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci dalam memastikan layanan transportasi yang aman, selamat, tertib dan lancar bagi masyarakat selama masa mudik dan arus balik Angkutan Lebaran 2026” ujar Menhub Dudy.Lonjakan mobilitas masyarakat selama musim Angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan RI, Jawa Timur menjadi provinsi tujuan mudik tertinggi kedua secara nasional setelah Jawa Tengah. Diproyeksikan sebanyak 27,29 juta pemudik dari total pergerakan nasional akan menuju Jawa Timur. Kota Surabaya diprediksi menjadi salah satu kota tujuan favorit nasional dengan estimasi pergerakan masyarakat mencapai 732 ribu pemudik.Untuk mencegah terjadinya penumpukan pemudik pada simpul-simpul transportasi tertentu, Kementerian Perhubungan mengimplementasikan strategi pelayanan terpadu antarmoda yang mencakup penguatan kapasitas angkutan massal, optimalisasi jadwal operasional, serta manajemen distribusi penumpang berbasis jaringan transportasi.Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, dukungan sarana dan prasarana di berbagai moda transportasi telah disiapkan. Pada sektor darat disiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas mencapai 1,25 juta penumpang. Sedangkan pada sektor laut, telah tersedia 829 unit kapal dengan daya angkut mencapai 3,26 juta penumpang melalui 636 pelabuhan.Sementara di moda transportasi kereta api, terdapat 3.821 unit sarana dengan dukungan operasional di 668 stasiun. Untuk tranportasi udara, 392 unit pesawat yang dioperasikan melalui 257 bandar udara. Adapun pada angkutan penyeberangan, tersedia 255 unit kapal dengan kapasitas mencapai 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan yang tersebar pada 15 lintas penyeberangan.“Selain penguatan kapasitas di seluruh moda transportasi, kami juga menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, antara lain penyediaan delaying system di kawasan Pelabuhan Ketapang, penyiapan UPPKB sebagai rest area, penerbitan SKB pengaturan Angkutan Lebaran 2026 bersama POLRI, serta pelaksanaan Program Mudik Gratis,” jelas Menhub.Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan dukungan transportasi lintas moda guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, dengan menyiagakan 6.637 unit bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, serta 126 kapal laut dan penyeberangan. Seluruh operasional tersebut didukung oleh 8.991 personel gabungan yang bersiaga di berbagai simpul transportasi strategis di Jawa Timur guna menjamin kelancaran, keselamatan, dan ketertiban perjalanan masyarakat.Adapun aspek keselamatan juga menjadi perhatian penting dalam rapat tersebut. Melalui pelaksanaan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (ramp check) terhadap bus AKDP dan pariwisata di 29 terminal tipe B serta pool kendaraan se-Jawa Timur pada 2 Februari hingga 25 Maret 2026 guna memastikan kelaikan jalan.Selain itu, pengawasan juga diperketat di titik rawan seperti perlintasan sebidang, jalur arteri padat, dan akses pelabuhan, dengan dukungan posko pemantauan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan operasional.Menhub juga menyatakan bahwa Posko Lebaran 2026 akan dijadwalkan pada 13 hingga 29 Maret 2026 dan akan menindaklanjuti permintaan tambahan armada laut di Situbondo.Gubernur Jawa Timur berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, operator transportasi, maupun unsur pendukung lainnya, dapat berjalan optimal guna menjamin kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran 2026.