Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Jambi

Publication Siaran Pers
Rakor Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 Kemenhub Prediksi Pe…
25 Feb. 2026, 15.03, 195

Jakarta – Kementerian Perhubungan memprediksi bahwa pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta). Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta). Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub.Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (24/2) malam.Adapun menurut survei yang sama, prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang.“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” kata Menhub Dudy.Pada level kabupaten-kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi. Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah. Daerah asal pergerakan masyarakat Jabodetabek terbesar adalah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Sementara itu, provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah.Masih berdasarkan hasil survei yang sama, Kemenhub mencatat moda transportasi yang akan paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebesar 76,24 juta orang, disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang). Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebesar 50,63 juta orang, dan untuk pengguna sepeda motor mayoritas memilih jalur alternatif selain jalur utama yaitu sebesar 8,65 juta orang.“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” pesan Menhub.Berikutnya adalah prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan Lebaran 2026, di antaranya stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen sebesar 2,38 juta orang dan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu sebesar 867 ribu orang. Bandara asal terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 2,13 juta orang dan bandara tujuan terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 1,05 juta orang. Terminal asal terpadat adalah Terminal Pulo Gebang sebesar 2,31 juta orang dan terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi sebesar 1,44 juta orang. Pelabuhan asal terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 214 ribu orang, dan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 158 ribu orang. Serta lintas penyeberangan terpadat adalah Penyeberangan Merak – Bakauheuni sebesar 6,06 juta orang.Kemenhub juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung angkutan Lebaran 2026, di antaranya untuk transportasi darat dipersiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas angkut 1,25 juta penumpang. Transportasi laut dipersiapkan 829 unit kapal dengan kapasitas angkut 3,26 juta penumpang, dan prasarana sebanyak 636 pelabuhan laut. Transportasi penyeberangan dipersiapkan sebanyak 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan. Transportasi udara dipersiapkan 392 unit pesawat (serviceable) dengan 257 bandar udara. Transportasi kereta api dipersiapkan 3.821 unit sarana dengan prasarana sebanyak 668 stasiun.Seperti tahun sebelumnya, pemerintah kembali memberikan diskon tarif transportasi kepada masyarakat, di antaranya diskon penyeberangan sebesar 100% untuk tarif jasa kepelabuhanan atau setara 21,9% dari tiket terpadu, pada periode 12-31 Maret 2026 (selama 20 hari); Diskon angkutan laut sebesar 30% untuk seluruh trayek kapal PSO PELNI kelas ekonomi, pada periode 11 Maret-5 April 2026 (selama 26 hari); Diskon kereta api sebesar 30% untuk tiket ekonomi pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari); diskon angkutan udara 17-18%, berlaku tiket ekonomi dengan rute penerbangan domestik pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari) untuk pembelian tiket mulai tanggal 10 Februari 2026.Guna membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik secara aman dan nyaman sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta menekan kepadatan lalu lintas, Kemenhub telah mempersiapkan program mudik gratis, di antaranya:- Moda transportasi darat, dengan 34 kota tujuan di 9 provinsi, menggunakan 401 unit bus (15.834 penumpang) dan 8 unit truk (240 sepeda motor) pada periode arus mudik (16-18 Maret 2026) dan arus balik (24-25 Maret 2026).- Moda transportasi kereta api, untuk jalur kereta api di Pulau Jawa meliputi Lintas Utara, Lintas Tengah, dan Lintas Selatan sebanyak 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor, pada periode arus mudik (13-19 Maret 2026) dan arus balik (24-30 Maret 2026).- Moda transportasi laut, dengan kuota 50.000 penumpang ekonomi pada periode 11 Maret-5 April 2026.Dari sisi regulasi dan pengaturan lalu lintas, Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan Angkutan Lebaran 2026 telah disusun bersama POLRI dan Kementerian PU. Pembatasan dilakukan untuk truk sumbu 3 atau lebih, dikecualikan untuk kendaraan yang mengangkut BBM/BBG, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan barang pokok.“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan (over loading) dan lebih dimensi (over dimension), untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Menhub Dudy.Turut hadir pada kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenhub, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Kepala BNPB Suharyanto, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, perwakilan Kemenpar, Komdigi, Kemenag, Kemenaker, Kemendikdasmen, KemenESDM, Kemendag, Kemendagri, Kemenperin, Kemenkes, KemenPANRB, KemenPPPA, TNI, Basarnas, Korlantas Polri, pimpinan lembaga non-kementerian dan ketua asosiasi, serta para direktur utama BUMN, jalan tol, juga operator bidang transportasi.(HH/GT/ETD)

Publication Siaran Pers
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyiapkan s…
25 Feb. 2026, 14.55, 32

Jakarta (25/2) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyiapkan sebanyak 401 unit bus untuk program mudik gratis angkutan jalan pada Angkutan Lebaran tahun 2026. Adapun dari jumlah bus tersebut memuat kapasitas sebanyak 15.834 penumpang mudik gratis yang terdiri untuk arus mudik dan balik."Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 1 Maret 2026 secara online melalui laman nusantara.kemenhub.go.id. Pendaftaran akan ditutup ketika seluruh kuota telah terpenuhi," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan di Jakarta, Rabu (25/2).Program mudik gratis angkutan jalan tahun ini dibuka ke 34 kota tujuan di 10 provinsi di antaranya Palembang, Lampung, Bengkulu, Padang, Medan, Aceh, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Demak, Boyolali, Klaten, Pati, Blora, Cilacap, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Wonosari, Jepara, Sragen, Madiun, Surabaya, Tuban, Malang dan Tulungagung.Sementara untuk arus balik diberangkatkan dari 12 kota di 8 provinsi di antaranya Kuningan, Madiun, Surabaya, Palembang, Padang, Medan, Aceh, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Purwokerto."Selain itu, kami juga menyediakan 8 unit truk pengangkutan sepeda motor diperuntukkan bagi pemudik yang akan pulang kampung dengan sepeda motor. Sejumlah truk tersebut mampu menampung 240 unit sepeda motor," terang Dirjen Aan.Kota pada arus mudik dan balik yang disertai dengan pengangkutan sepeda motor ialah Solo, Yogyakarta, Wonogiri dan Purwokerto.Lebih lanjut, Ia menjelaskan waktu keberangkatan arus mudik terbagi menjadi tiga hari di lima lokasi yakni di tanggal 16 Maret 2026 dari Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan, tanggal 17 Maret 2026 dari Terminal Jatijajar Depok dan Terminal Pulogebang Jakarta. Sedangkan, di tanggal 18 Maret 2026 akan ada pemberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta dan Terminal Poris Plawad Tangerang."Untuk bus pada arus balik, keberangkatan dilakukan pada tanggal 25 Maret 2026 dari Terminal Bulupitu Purwokerto, Terminal Mangkang Semarang, Terminal Giwangan Yogyakarta, Terminal Tirtonandi Solo, Terminal Giri Adipura Wonogiri, Terminal Kertawangunan Kuningan, Terminal Purboyo Madiun, Terminal Bungurasih Surabaya, Terminal Alang-Alang Lebar Palembang, Terminal Anak Air Padang, Terminal Amplas Medan, Terminal Batoh Aceh," ujarnya.Kemudian, untuk penyerahan sepeda motor pada arus mudik dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2026 di Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan dan akan diberangkatkan pada tanggal 16 Maret 2026 malam hari dari lokasi yang sama."Kami juga memastikan bus - bus mudik gratis yang akan diberangkatkan telah melaksanakan inspeksi keselamatan atau _rampcheck_. Hal ini dilakukan untuk memastikan dan menjamin kondisi bus dan pengemudi dalam keadaan prima sehingga diharapkan seluruh penumpang dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan nyaman," imbuhnya.Dengan adanya program mudik gratis seperti ini merupakan bentuk pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan utamanya untuk menyambung silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya."Kami mengapresiasi K/L/pihak swasta yang juga turut menyelenggarakan program mudik gratis. Dari banyaknya penyelenggaraan mudik gratis, kami mengimbau agar masyarakat mendaftar pada salah satu program mudik gratis agar tidak ada duplikasi pendaftar di berbagai program mudik gratis yang diselenggarakan dan kuotanya bisa dimanfaatkan oleh pemudik lain yang betul-betul membutuhkan," pungkasnya. (ALV/WBW/MB)

Publication Siaran Pers
Rampcheck Bus Pariwisata di Jambi
20 Juni 2024, 15.48, 475

JAMBI - Bus Pariwisata di lokasi wisata di Jambi diperiksa petugas selama libur lebaran hari raya Idul Adha 1445 Hijriah.Pemeriksaan kelaikan jalan atau rampcheck ini dilakukan dibeberapa tempat wisata.Kegiatan rampchek tersebut bersama Ditlantas Polda Jambi beserta jajaran serta Dinas Perhubungan Provinsi Jambi hingga kabupaten kota. Menurut Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf mengatakan operasi pemeriksaan kelaikan jalan terhadap bus pariwisata itu sebenarnya rutin pihaknya lakukan. Hal itu bertujuan untuk mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas.Dalam kegiatan ini petugas memeriksa kelengkapan administrasi dan melakukan pemeriksaan laik jalan terhadap angkutan pariwisata dan memberikan imbauan tentang penegakan hukum. "Selama long weekend Hari raya Idul adha kita berhasil melakukan pemeriksaan terhadap 13 bus pariwisata. Hasilnya ada 10 bus pariwisata diberikan surat pernyataan karena melanggar," kata Benny pada Rabu (19/6/2024).Benny mengatakan pelanggaran didominasi dari masa berlaku KIR yang habis hingga tak mempunyai dokumen. "Belum mempunyai dokumen administrasi lengkap seperti kepemilikan bus dan kartu pengawasan," ujarnya.Temuan pelanggaran itu ditemukan petugas diantaranya di lokasi wisata di Kabupaten Muaro Jambi, Sarolangun, Merangin dan Kabupaten Bungo. "Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan busa pariwisata ada baiknya dicek dulu melalui website mitradaratdephub.go.id dan aplikasi mitradarat "Kepada masyarakat dan pengguna jada transportasi untuk memperhatikan kelengkapan syarat-syarat kendaraan tang layak," pungkasnya.