Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Jambi

Publication Siaran Pers
Rakor Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 Kemenhub Prediksi Pe…
25 Feb. 2026, 15.03, 195

Jakarta – Kementerian Perhubungan memprediksi bahwa pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta). Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta). Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub.Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (24/2) malam.Adapun menurut survei yang sama, prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang.“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” kata Menhub Dudy.Pada level kabupaten-kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi. Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah. Daerah asal pergerakan masyarakat Jabodetabek terbesar adalah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Sementara itu, provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah.Masih berdasarkan hasil survei yang sama, Kemenhub mencatat moda transportasi yang akan paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebesar 76,24 juta orang, disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang). Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebesar 50,63 juta orang, dan untuk pengguna sepeda motor mayoritas memilih jalur alternatif selain jalur utama yaitu sebesar 8,65 juta orang.“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” pesan Menhub.Berikutnya adalah prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan Lebaran 2026, di antaranya stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen sebesar 2,38 juta orang dan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu sebesar 867 ribu orang. Bandara asal terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 2,13 juta orang dan bandara tujuan terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 1,05 juta orang. Terminal asal terpadat adalah Terminal Pulo Gebang sebesar 2,31 juta orang dan terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi sebesar 1,44 juta orang. Pelabuhan asal terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 214 ribu orang, dan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 158 ribu orang. Serta lintas penyeberangan terpadat adalah Penyeberangan Merak – Bakauheuni sebesar 6,06 juta orang.Kemenhub juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung angkutan Lebaran 2026, di antaranya untuk transportasi darat dipersiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas angkut 1,25 juta penumpang. Transportasi laut dipersiapkan 829 unit kapal dengan kapasitas angkut 3,26 juta penumpang, dan prasarana sebanyak 636 pelabuhan laut. Transportasi penyeberangan dipersiapkan sebanyak 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan. Transportasi udara dipersiapkan 392 unit pesawat (serviceable) dengan 257 bandar udara. Transportasi kereta api dipersiapkan 3.821 unit sarana dengan prasarana sebanyak 668 stasiun.Seperti tahun sebelumnya, pemerintah kembali memberikan diskon tarif transportasi kepada masyarakat, di antaranya diskon penyeberangan sebesar 100% untuk tarif jasa kepelabuhanan atau setara 21,9% dari tiket terpadu, pada periode 12-31 Maret 2026 (selama 20 hari); Diskon angkutan laut sebesar 30% untuk seluruh trayek kapal PSO PELNI kelas ekonomi, pada periode 11 Maret-5 April 2026 (selama 26 hari); Diskon kereta api sebesar 30% untuk tiket ekonomi pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari); diskon angkutan udara 17-18%, berlaku tiket ekonomi dengan rute penerbangan domestik pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari) untuk pembelian tiket mulai tanggal 10 Februari 2026.Guna membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik secara aman dan nyaman sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta menekan kepadatan lalu lintas, Kemenhub telah mempersiapkan program mudik gratis, di antaranya:- Moda transportasi darat, dengan 34 kota tujuan di 9 provinsi, menggunakan 401 unit bus (15.834 penumpang) dan 8 unit truk (240 sepeda motor) pada periode arus mudik (16-18 Maret 2026) dan arus balik (24-25 Maret 2026).- Moda transportasi kereta api, untuk jalur kereta api di Pulau Jawa meliputi Lintas Utara, Lintas Tengah, dan Lintas Selatan sebanyak 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor, pada periode arus mudik (13-19 Maret 2026) dan arus balik (24-30 Maret 2026).- Moda transportasi laut, dengan kuota 50.000 penumpang ekonomi pada periode 11 Maret-5 April 2026.Dari sisi regulasi dan pengaturan lalu lintas, Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan Angkutan Lebaran 2026 telah disusun bersama POLRI dan Kementerian PU. Pembatasan dilakukan untuk truk sumbu 3 atau lebih, dikecualikan untuk kendaraan yang mengangkut BBM/BBG, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan barang pokok.“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan (over loading) dan lebih dimensi (over dimension), untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Menhub Dudy.Turut hadir pada kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenhub, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Kepala BNPB Suharyanto, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, perwakilan Kemenpar, Komdigi, Kemenag, Kemenaker, Kemendikdasmen, KemenESDM, Kemendag, Kemendagri, Kemenperin, Kemenkes, KemenPANRB, KemenPPPA, TNI, Basarnas, Korlantas Polri, pimpinan lembaga non-kementerian dan ketua asosiasi, serta para direktur utama BUMN, jalan tol, juga operator bidang transportasi.(HH/GT/ETD)

Publication Siaran Pers
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyiapkan s…
25 Feb. 2026, 14.55, 32

Jakarta (25/2) – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyiapkan sebanyak 401 unit bus untuk program mudik gratis angkutan jalan pada Angkutan Lebaran tahun 2026. Adapun dari jumlah bus tersebut memuat kapasitas sebanyak 15.834 penumpang mudik gratis yang terdiri untuk arus mudik dan balik."Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 1 Maret 2026 secara online melalui laman nusantara.kemenhub.go.id. Pendaftaran akan ditutup ketika seluruh kuota telah terpenuhi," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan di Jakarta, Rabu (25/2).Program mudik gratis angkutan jalan tahun ini dibuka ke 34 kota tujuan di 10 provinsi di antaranya Palembang, Lampung, Bengkulu, Padang, Medan, Aceh, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, Demak, Boyolali, Klaten, Pati, Blora, Cilacap, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Wonosari, Jepara, Sragen, Madiun, Surabaya, Tuban, Malang dan Tulungagung.Sementara untuk arus balik diberangkatkan dari 12 kota di 8 provinsi di antaranya Kuningan, Madiun, Surabaya, Palembang, Padang, Medan, Aceh, Semarang, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Purwokerto."Selain itu, kami juga menyediakan 8 unit truk pengangkutan sepeda motor diperuntukkan bagi pemudik yang akan pulang kampung dengan sepeda motor. Sejumlah truk tersebut mampu menampung 240 unit sepeda motor," terang Dirjen Aan.Kota pada arus mudik dan balik yang disertai dengan pengangkutan sepeda motor ialah Solo, Yogyakarta, Wonogiri dan Purwokerto.Lebih lanjut, Ia menjelaskan waktu keberangkatan arus mudik terbagi menjadi tiga hari di lima lokasi yakni di tanggal 16 Maret 2026 dari Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan, tanggal 17 Maret 2026 dari Terminal Jatijajar Depok dan Terminal Pulogebang Jakarta. Sedangkan, di tanggal 18 Maret 2026 akan ada pemberangkatan dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta dan Terminal Poris Plawad Tangerang."Untuk bus pada arus balik, keberangkatan dilakukan pada tanggal 25 Maret 2026 dari Terminal Bulupitu Purwokerto, Terminal Mangkang Semarang, Terminal Giwangan Yogyakarta, Terminal Tirtonandi Solo, Terminal Giri Adipura Wonogiri, Terminal Kertawangunan Kuningan, Terminal Purboyo Madiun, Terminal Bungurasih Surabaya, Terminal Alang-Alang Lebar Palembang, Terminal Anak Air Padang, Terminal Amplas Medan, Terminal Batoh Aceh," ujarnya.Kemudian, untuk penyerahan sepeda motor pada arus mudik dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2026 di Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan dan akan diberangkatkan pada tanggal 16 Maret 2026 malam hari dari lokasi yang sama."Kami juga memastikan bus - bus mudik gratis yang akan diberangkatkan telah melaksanakan inspeksi keselamatan atau _rampcheck_. Hal ini dilakukan untuk memastikan dan menjamin kondisi bus dan pengemudi dalam keadaan prima sehingga diharapkan seluruh penumpang dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan nyaman," imbuhnya.Dengan adanya program mudik gratis seperti ini merupakan bentuk pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan utamanya untuk menyambung silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya."Kami mengapresiasi K/L/pihak swasta yang juga turut menyelenggarakan program mudik gratis. Dari banyaknya penyelenggaraan mudik gratis, kami mengimbau agar masyarakat mendaftar pada salah satu program mudik gratis agar tidak ada duplikasi pendaftar di berbagai program mudik gratis yang diselenggarakan dan kuotanya bisa dimanfaatkan oleh pemudik lain yang betul-betul membutuhkan," pungkasnya. (ALV/WBW/MB)

Publication Berita
BPTD Kelas II Jambi dan Dinas Kesehatan Kota Jambi Tingkatkan Layanan Kese…
30 Okt. 2025, 15.12, 2

Kota Jambi, 30 Oktober 2025 — Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di sektor transportasi darat, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi menjalin kerja sama dengan UPTD Puskesmas Kenali Besar di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Jambi.Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr., Drs. Benny Nurdin Yusuf, A.Md. LLAJ., M.H., dan Plt. Kepala UPTD Puskesmas Kenali Besar, dr. Afrini, yang berlangsung di Terminal Tipe A Alam Barajo, Kota Jambi.Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan layanan kesehatan di lingkungan terminal, guna menciptakan terminal yang sehat, aman, dan ramah bagi pengguna jasa transportasi.Dalam kerja sama tersebut, disepakati pelaksanaan berbagai kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir, penumpang, dan masyarakat sekitar terminal, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kegiatan bebas jentik nyamuk sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan terminal yang bersih dan sehat.Penandatanganan disaksikan oleh Wasatpel Terminal Tipe A Alam Barajo, Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Prasarana Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan, serta tenaga medis dari UPTD Puskesmas Kenali Besar, yaitu dr. Afrini, Zulkarnalin (Korlap), dan Dence, S.Kep., S.Pd. (KTU).Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr., Drs. Benny Nurdin Yusuf, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Kesehatan Kota Jambi.“Kami berharap layanan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pengguna transportasi. Terminal bukan hanya tempat transit, tetapi juga ruang publik yang sehat dan manusiawi,” ujar Benny Nurdin Yusuf.Langkah kolaboratif ini sejalan dengan visi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat pengguna transportasi darat.Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jambi
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Publication Berita
BPTD Jambi Fokus Sosialisasi ODOL, Dealer dan Karoseri Jadi Sasaran Beriku…
24 Juni 2025, 14.05, 177

SENJARI.ID, JAMBI – Dalam upaya memperkuat kebijakan nasional terkait penanganan kendaraan over dimension dan over load (ODOL), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah V Provinsi Jambi menyatakan siap melaksanakan penegakan hukum terpadu mulai Agustus 2025 mendatang.Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Korlantas Polri dan Ditjen Perhubungan Darat, serta hasil kolaborasi lintas sektor dengan kepolisian, kejaksaan, hingga DPRD Provinsi Jambi. Kepala BPTD Jambi, Benny, mengungkapkan bahwa tahapan pelaksanaan program ini telah disusun dengan sistematis. "Bulan Juni ini kita fokus pada sosialisasi. Juli nanti akan ada operasi penegakan hukum melalui Operasi Patuh yang digelar kepolisian, dan Agustus kita mulai aksi penindakan penuh," ujarnya usai rapat koordinasi. Selasa 24 Juni 2025.Dalam pertemuan tersebut, disepakati pula bahwa jembatan timbang tetap menjadi garda depan pengawasan ODOL. Penindakan di lapangan akan diperkuat oleh pihak Ditlantas, Reskrim, Kejaksaan, serta jajaran Polres dan Kejari. "Untuk pelanggaran berat yang bersifat pidana, kita siapkan proses pemberkasan dan penerapan pasal 277," jelas Benny.Tak hanya fokus pada pengemudi dan pemilik kendaraan, BPTD juga akan melakukan penertiban terhadap karoseri, dealer, dan showroom yang menjual kendaraan dengan spesifikasi yang melanggar aturan dimensi dan beban muatan.Semantara itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis ini. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap ODOL, karena dampaknya sangat signifikan terhadap infrastruktur dan keselamatan. "Kerusakan jalan akibat ODOL ini luar biasa. Jalan yang didesain untuk usia 15 tahun bisa rusak hanya dalam tiga tahun. Ini merugikan fiskal daerah dan membahayakan keselamatan masyarakat," tegas Ivan.Ia juga mendorong pemerintah pusat untuk segera mengeluarkan instruksi presiden atau Perpres guna memperkuat dasar hukum pelaksanaan program ini. "Kalau kita serius ingin memperbaiki sistem transportasi dan menjaga anggaran daerah, ini harus menjadi gerakan nasional yang berkelanjutan dan punya kekuatan hukum tetap," tambahnya.Rapat yang juga dihadiri unsur kepolisian, kejaksaan, dan DPRD ini diakhiri dengan kesepakatan untuk segera melaporkan hasilnya kepada Gubernur Jambi serta meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah demi kelancaran implementasi program bebas ODOL di Provinsi Jambi. (*)

Publication Berita
BPTD Jambi Laksanakan Penanganan ODOL Dalam Tiga Tahap
13 Juni 2025, 5.55, 182

KBRN, Jambi : Pemerintah secara terpadu melalui sejumlah instansi terkait akan melakukan penanganann kendaraan yang melebihi dimensi dan melebihi muatan atau Over Dimension and Over Loading (ODOL), termasuk di Provinsi Jambi. Penanganan dilakukan untuk mewujudkan zero ODOL atau tidak  ada lagi kendaraan melebihi dimensi dan melebihi muatan. Di Jambi , penanganan dilakukan oleh  Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi bersama stakeholder terkait diantaranya Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi serta Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD)  Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf mengatakan, ada tiga tahap dalam penanganan yang akan dilakukan terhadap kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan, yaitu pertama adalah tahap sosialisasi yang dilaksanakan di bulan Juni ini, tahap kedua berupa peringatan yang dilaksanakan di bulan Juli  dan tahap ketiga berupa penindakan yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025.     Untuk tahap sosialisasi dilaksanakan pada bulan Juni ini melalui berbagai sarana ataupun media, dengan sasaran  pelaku industry dan pelaku jasa pengangkutan barang, dengan tagar Satu Nyawa Terlalu Banyak dan tagar Keselamatan Jalan Untuk Indonesia.  “Kalau kita melihat dari fenomena yang terjadi dari terkait Odol, tentu objek dan sosialisasi kita yang pertama bahwa ujung tombak daripada angkutan barang ini kan sebenarnya pelaku industri. Pelaku industri dan pelaku jasa pengangkutan, sehingga memang sasaran kita adalah pertama adalah pelaku industri, yang kedua adalah pelaku jasa pengangkutan. Termasuk juga kepada industri karoseri yang membuat kendaraan itu sendiri,” kata Kepala BPTD  Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, Kamis (12/6/2025). “Nah, kalau di Jambi kita kan melihat bahwa Jambi ini potensi besarnya adalah tambang batu bara dan kelapa sawit. Sehingga sosialisasi ini juga kita akan menyasar ke kendaraan-kendaraan barang curah, bak terbuka yang mengangkut batubara, pelaku usaha batubara,  penambang, sawit juga termasuk kendaraan CPO yang memuat komoditas sawit. Ini yang saat ini kita indikasikan kendaraan yang lalu lalang hampir berkisar kurang lebih 80 persen pengangkut CPO dan batubara terindikasi pada kategori ODOL, tentu ini menjadi sasaran kita. Dan kita berharap bahwa nanti saat kita lakukan tahapan peringatan, dan selanjutnya tahapan penindakan, pelaku usaha  sudah tidak kaget,”ujarnya.  Beny menjelaskan bahwa permasalahan kendaraan yang melebihi kapasitas muatan dan melebihi ketentuan merupakan  permasalahan yang sudah menahun. Pelanggaran ketentuan terkait dimensi dan kapasitas tersebut tidak hanya mengancam keselamatan dalam berlalulintas namun juga menyebabkan kerusakan jalan yang dapat memperpendek usia pakai jalan sehingga sangat merugikan masyarakat.  “Jadi sebenarnya kalau bicara mengenai penanganan over dimensi dan overload atau Odol, ini kan permasalahan yang sudah menahun. Dan ini sejak dulu problem kendaraan melebihi kapasitas muatan dan melebihi ketentuan. Ini pelanggaran yang bisa menimbulkan atau mengancam keselamatan lalu lintas angkutan jalan baik angkutan barang itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” uajr Benny. Oleh sebab itu dibutuhkan kesadaran dan kepatuhan dari seluruh pihak dalam memenuhi ketentuan terkait batasan dimensi dan kapasitas kendaraan.

Publication Berita
Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2025 (1446 H) Balai Pengelola Transportas…
12 April 2025, 9.14, 236

SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI — Penutupan Posko Nasional Angleb 2025 resmi di tutup oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada haru sabtu tanggal 12 April 2025 di Ruang Mataram Kementerian Perhubungan.Hadir dalam acara tsb Menko Infrastruktur, Ka.Basrnas, Ka.BMKG, Polri Wamenhub dan seluruh stakholder terkait termasuk seluruh UPT Kementerian Perhubungan se Indonesia secara during.Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jambi, Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, A.Md LLAJ., M.H., pasca mengikuti penutupan secara nasional juga secara resmi menutup pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran Tahun 2025 (1446 H) di Wilayah Kerja BPTD Kelas II Jambi yang berlangsung sejak H-10 hingga H+10 Lebaran.Penutupan posko Angleb 2025Pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama di Terminal Tipe A Alam Barajo, yang kini beroperasi secara maksimal.Data menunjukkan bahwa pada arus mudik (H-10 s.d. H-1), tercatat jumlah penumpang berangkat mencapai 7.830 orang dan 424 bus dengan puncak arus mudik pada H-5 dengan jumlah pnp sebanyak 1.113 penumpang.Sementara untuk arus balik (H+1 s.d. H+10), penumpang yang datang tercatat mencapai 1.955 orang dengan 130 bus, dan puncaknya terjadi pada H+6 dengan 425 penumpang.Terjadi perbedaan data arus mudik dan balik yg cukup signifikan. Idealnya arus mudik dan arus balik hampir sama atau sebaliknya. Hal ini berdasarkan pantauan BPTD disebabkan oleh pada arus balik kecenderungan bus tidak masuk terminal dan menurunkan pnp di Pool atau tempat tempat yg dinginkan pnp.Untuk terminal tipe A transit seperti Terminal Sribulan Sarolangun, Pulau Tujuh Bangko, dan Muara Bungo, arus mudik mencapai 71.652 penumpang dan 2.928 bus, dengan puncak pada H-4 (8.421 orang). Arus balik tercatat 78.732 penumpang dan 2.381 bus, dengan puncak arus balik pada H+9 (19.422 orang).Perbandingan data antara tahun 2024 dan 2025 menunjukkan:• Puncak arus mudik tahun 2025 terjadi lebih awal di H-5, naik 207% dari tahun 2024.• Arus balik tahun 2025 memuncak di H+6, naik 57% dibandingkan tahun sebelumnya.• Untuk terminal transit, arus mudik menurun 17%, namun arus balik meningkat 27%.BPTD juga melakukan pendataan loket PO di luar Terminal Tipe A yang masih beroperasi di Kota Jambi dan melakukan pendataan pada tahun 2025, sehingga total kedatangan penumpang (terminal +pool) meningkat menjadi 6.763 orang (naik 215%) dan total keberangkatan (terminal +pool) mencapai 17.200 orang (naik 409%).Sedangkan pergerakan angkutan penyeberangan Jambi – Batam (telaga pungkur) – Kepri (Dabo) pada Pelabuhan Penyeberangan Kuala Tungkal, tercatat total 5.930 penumpang datang dan 6.545 berangkat, dengan rata-rata 567 penumpang per hari. Kendaraan yang melintas sebanyak 902 datang dan 699 berangkat. Puncak arus balik tercatat pada H+6 dengan 651 kendaraan.Untuk data angkutan penyeberangan arus mudik tahun 2025 dibandingkan data tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 6 % dan arus balik 50 %.Selain itu, UPPKB Jambi Merlung, Pelawan Sarolangun, dan Muara Tembesi juga difungsikan sebagai rest area, tercatat melayani 30 pemudik dengan 7 kendaraan singgah.“Keberhasilan pengelolaan angkutan Lebaran tahun ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor bersama Ditlantas Polda Jambi, Dishub Provinsi dan Kabupaten/Kota, Polres, BNN, Dinas Kesehatan, BPJN dan PT Jasa Raharja,” ungkap Kepala BPTD Kelas II Jambi.Penutupan posko ini menandai selesainya operasi angkutan Lebaran 2025, dengan komitmen berkelanjutan untuk terus meningkatkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi di Provinsi Jambi.Kepala BPTD Jambi menghimbau seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan agar menggunakan bus yg laik jalan dan naik/turun di Terminal. Masyarakat dapat mengecek secara on line kelayakan administrasi dan teknia bus melalui aplikasi Mitra Darat. Sedangkan para operator bus baik AKAP dan AKDP agar mematuhi aturan penyelenggaraan angkutan orang di jalan termasuk tidak menaikkan dan menurunkan penumpang di Pool atau loket penjualan ticket “Pool hanya sebagai tempat penjualan tiket dan garasi bus”.

Publication Berita
BPTD Jambi : Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun Ini Lancar dan Lebih B…
10 April 2025, 4.12, 224

KBRN, Jambi : Hasil evaluasi sementara yang dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi menunjukkan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2025, baik untuk angkutan yang melalui terminal maupun pelabuhan Penyeberangan di Provinsi Jambi secara umum berlangsung dengan lancar dan lebih baik dibanding periode angkutan lebaran tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala BPTD Kelas II Jambi Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, Rabu (9/4/2025). Menurutnya di Provinsi Jambi, terdapat empat terminal yang terdiri dari satu terminal kedatangan dan keberangkatan yaitu terminal Alam Barajo, serta tiga terminal transit yaitu terminal Sribulan di Sarolangun, Terminal Bungo dan terminal Bangko.  Sedangkan untuk penyeberangan terdapat pelabuhan penyebarangan terdapat di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat.Untuk pergerakan penumpang di terminal Alam Barajo, selama periode arus mudik dan balik lebaran sejauh ini, untuk kedatangan terdapat peningkatan sekitar 28 persen dibanding tahun sebelumnya, sedangkan untuk keberangkatan terdapat peningkatan sekitar 150 hingga 170 persen.“Di Terminal Alam Barajo kenaikannya cukup tinggi ya dan ini artinya bahwa animo masyarakat terhadap angkutan penumpang seperti bus ini cukup cukup diminati. Jambi ini kalau  menurut saya ini kan dia strategis tempatnya, menghubungkan ke Padang, ke Pekanbaru, ke Palembang. Memang pergerakan kendaraan yang cukup tinggi untuk bus ini adalah ke arah Padang dan  Pekanbaru juga ada yang ke Jawa dan bahkan sampai ke Jawa Timur,” ujar Kepala BPTD Kelas II Jambi Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf.Dari data pihak BPTD, sejak di H-10 sampai H-1 lebaran untuk kedatangan tercatat kurang lebih sekitar 1.246 penumpang, dengan jumlah bus sekitar 311 unit. Puncak pergerakan untuk kedatangan terjadi di H-6, dengan jumlah penumpang 332 orang. “Sementara untuk keberangkatannya sendiri di H-10 dan sampai HA-1 itu tercatat sekitar 7.374 penumpang dan puncaknya itu kalau kita lihat di data itu di H-5 untuk  keberangkatan, sebanyak 1.013 penumpang. Jadi ini untuk keberangkatan dari Terminal Alam Barajo  ke tujuan,  ada yang ke Padang ke Palembang ada ke Pekanbaru ada juga yang ke Pulau Jawa,” ucapnya.Sementara untuk arus balik, sejak H+1 hingga H+7, untuk di kedatangan sekitar 1.246  penumpang, dengan puncaknya terjadi pada H+6 yaitu sekitar 470 penumpang. “ Ini tentu kita akan masih berharap bahwa pergerakan masih ada di H+7, H+8, H+9 dan H+10. Nanti sampai di tanggal 11 kita masih memantau terus,” lanjutnya.Sementara untuk keberangkatan dari Terminal Alam Barajo ke beberapa tujuan itu, terdata sebanyak  3.255 , dengan puncaknya  terjadi di H+6 sebanyak 598 penumpang.  “Nah ini menandakan bahwa sebenarnya Provinsi Jambi ini  kalau kita analogkan kayak Jakarta ya,  jadi banyak orang yang datang ke Jakarta bekerja . Jambi pun demikian, menjadi salah satu Provinsi tujuan orang untuk sekolah mencari nafkah, karena ini terlihat dari data bahwa begitu arus mudik berlangsung itu tingkat pergerakan orang yang keluar dari Jambi cukup tinggi,” kata Benny.

Publication Berita
Keberangkatan Penumpang di Terminal Tipe A Naik 10 Persen, Kepala BPTD Jam…
11 Jan. 2025, 15.49, 498

JAMBI – Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi, Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, A.Md. LLAJ., M.H., mengklaim bahwa Hasil Anev pelaksanaan Posko Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Provinsi Jambi, yang berlangsung dari H-7 (18 Desember 2024) hingga H+10 (5 Januari 2025), berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.Sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, BPTD Kelas II Jambi tidak hanya mendirikan posko tetapi juga menyediakan layanan tambahan berupa pemeriksaan kesehatan gratis di terminal-terminal di Provinsi Jambi dan melaksanakan rampcheck terhadap kendaraan angkutan penumpang. Selain itu, untuk menunjang keselamatan para pemudik, disediakan rest area di UPPKB Jambi Merlung, UPPKB Muara Tembesi, dan UPPKB Pelawan Sarolangun bagi para pemudik yang ingin beristirahat.Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, A.Md. LLAJ., M.H., menyampaikan bahwa selama masa Angkutan Nataru 2024/2025, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah kedatangan dan keberangkatan kendaraan serta penumpang di terminal Tipe A di Provinsi Jambi. Total keberangkatan dan kedatangan selama masa Nataru 2024/2025 di terminal Tipe A Provinsi Jambi mengalami kenaikan sekitar 10% dengan jumlah 8.341 bus. Untuk kedatangan penumpang, terjadi kenaikan sekitar 194% dengan jumlah 4.986 orang, sementara keberangkatan penumpang naik sekitar 415% dengan jumlah 15.627 orang. Berikut adalah data perbandingan :– Terminal Tipe A Alam Barajo yang merupakan asal – tujuan yang mengalami kenaikan Kedatangan penumpang naik 207% (4.198 penumpang) dan Keberangkatan penumpang naik 452% (14.853 penumpang) sedangkan Kedatangan bus turun 10% (304 bus) dan Keberangkatan bus naik 55% (665 bus). – Terminal Tipe A Alam Barajo mencatat kenaikan signifikan dalam jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang selama tahun 2024 dibandingkan tahun – tahun sebelumnya dikarenakan optimalisasi operasional Terminal Tipe A Alam Barajo dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan penyediaan fasilitas sanitasi, kebersihan seluruh area terminal, penyediaan toilet yang bersih, ruang tunggu dan nyaman yang telah dilengkapi kipas angin, Penyediaan troli untuk meminimalkan praktik percaloan, tersedianya kios – kios seperti makanan dan minuman di terminal di Terminal Tipe A Alam Barajo. – Terminal Tipe A Sribulan Sarolangun yang merupakan terminal lintasan yang Kedatangan penumpang turun 49% (86 penumpang) dan Keberangkatan penumpang turun 63% (60 penumpang) untuk Kedatangan dan kebetangkatan bus naik 12% (928 bus). – Terminal Tipe A Pulau Tujuh Bangko termasuk terminal lintasan Kedatangan penumpang naik 109% (396 penumpang) dan Keberangkatan penumpang naik 121% (356 penumpang) untuk Kedatangan dan keberangkatan bus turun 16% (698 bus). – Terminal Tipe A Muara Bungo merupakan terminal lintasan yang Kedatangan penumpang naik 147% (306 penumpang) dan Keberangkatan penumpang naik 134% (358 penumpang) untuk Kedatangan dan keberangkatan bus naik 17% (2.060 bus). BPTD Kelas II Jambi juga melakukan rampcheck terhadap kendaraan yang beroperasi di terminal. Kendaraan yang dinyatakan laik jalan diberi stiker khusus, sedangkan kendaraan yang tidak laik jalan diberikan arahan untuk perbaikan segera. Selama masa posko, BPTD bekerja sama dengan PT. Jasa Raharja Cabang Jambi dan Dinas Kesehatan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di terminal, seperti cek tekanan darah bagi penumpang dan pengemudi.Pemantauan arus lalu lintas di jalan nasional di Provinsi Jambi menunjukkan rata-rata kendaraan melintas sebanyak 8.210 kendaraan per hari. Data kendaraan per lintasan yaitu Lintas Timur 8.018 kendaraan/hari (perbatasan Jambi-Riau), Lintas Penghubung 10.308 kendaraan/hari (Jl. Muara Tembesi) dan Lintas Tengah 6.305 kendaraan/hari (perbatasan Jambi-Sumatera Selatan). Puncak pergerakan kendaraan terjadi pada H+2 (28 Desember 2024) dengan jumlah 11.458 kendaraan yang melintas, didominasi oleh sepeda motor, mobil pribadi, dan truk barang.Hasil Operasi Lilin 2024 oleh Korlantas Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 12%, dengan total 2.497 kasus kecelakaan. Tingkat fatalitas juga turun 13%.Dirlantas Polda Jambi Mengatakan selama masa Angkutan Nataru 2024/2025 di Provinsi Jambi tercatat 12 Kecelakaan Lalu Lintas dan korban nihil, Hal ini menunjukkan efektivitas upaya bersama seluruh pihak dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas.Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, kepolisian, pemerintah daerah, serta operator transportasi, dalam mendukung kelancaran Posko Angkutan Nataru 2024/2025. “Kami akan terus meningkatkan pelayanan transportasi darat demi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat,” pungkasnya.

Publication Berita
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Bapak Dr. Drs. Benny Nurdin Yusuf, A.Md. LLAJ.…
6 Nov. 2024, 14.30, 690

Jambi - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi mengungkapkan data menyenangkan, hampir keseluruhan angkutan umum yang beroperasi antar maupun dalam Provinsi Jambi tak mengantongi surat izin beroperasi atau disebut travel gelap. Hal itu terungkap dalam pertemuan “Sinkronisasi Pelayanan Angkutan Umum” bersama Dirlantas Polda Jambi, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Polresta Jambi, Dinas Perhubungan Kota Jambi dan DPD Organda Kota Jambi, bertempat di ruang kantor BPTD Kelas II Jambi, Kota Jambi, Selasa (4/11/24).Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf mengatakan dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan pengecekan di lapangan bersama pihak terkait yakni kepolisian. “Banyak ditemukan travel-travel atau angkutan angkutan gelap yang tidak memiliki izin berdasarkan data yang kami terima,” kata Benny.Ia menyebut dari sampel yang ada Perusahaan Otobus (PO) yang tercatat berizin pun ditemukan sudah mati. “Khusus untuk angkutan antar jemput dalam provinsi (AJDP) itu yang memiliki izin baru satu yaitu restu ibu, itu pun berdasarkan data izinnya juga sudah mati,” kata Benny. Fenomenan lainnya, lanjut Benny, kendaraan angkutan umum yang memiliki izin menggunakan pelat berwarna kuning, namun di lapangan sedikit sekali ditemukan."Pada faktanya di lapangan banyak kita temui ada Avanza ada APV ada Kijang, Panther itu mengangkut penumpang dengan menggunakan plat hitam,” sampainya.Kedepan, lanjutnya pihaknya akan melakukan penertiban di lapangan dan menentukan titik keberangkatan bagi angkutan umum dalam provinsi dimulai dari terminal Tipe A Alam Barajo.“Hari ini kita sudah sepakat bahwa semua layanan angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), itu semua berasal atau titik asal dari terminal Alam Barajo kecuali layanan yang menuju ke Suak Kandis dan Sabak itu dimulai dari titik awal dari terminal sijenjang,” ujarnya.“Adapun untuk loket hanya sebatas penunjang penjualan tiket bukan untuk naik turunnya penumpang,” tambahnya. Ia memastikan kedepan bagi kendaraan yang ditemukan menggunakan plat hitam membawa penumpang, maka akan dilakukan penindakan tegas seperti penyitaan mobil. “Kita juga sudah melakukan penghimbauan kepada semua PO yang ada di Jambi untuk masuk ke dalam terminal,” pungkasnya. (*)