Publikasi

Publikasi BPTD Kelas II Aceh

Publication Berita
Kerja Sama BPTD Kelas II Aceh dan Pemerintah Kota Lhokseumawe Membahas Pen…
3 Juni 2025, 12.00, 666

Lhokseumawe, 3 Juni 2025 - Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh melakukan audiensi dengan Walikota Lhokseumawe, dalam membahas potensi kerja sama meningkatkan sistem transportasi darat di wilayah tersebut. Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi yang berkelanjutan demi kemajuan infrastruktur transportasi di Kota Lhokseumawe.Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPTD Kelas II Aceh menyampaikan harapan akan adanya kerja sama yang baik dalam pengembangan jaringan transportasi di Lhokseumawe.Beberapa poin utama yang dibahas meliputi pembangunan Area Traffic Control System (ATCS), peningkatan fasilitas keselamatan jalan, serta rencana strategis untuk membangun sistem angkutan umum terintegrasi di Terminal Tipe A Lhokseumawe. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transportasi publik bagi masyarakat.Kunjungan Kepala BPTD Kelas II Aceh disambut positif oleh Walikota Lhokseumawe. Dalam sambutannya, Walikota yang Didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe menyatakan Respon positif terhadap rencana pengembangan yang dipaparkan.Kepala Balai hadir didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kasi Lalu Lintas SDP, PPK Faskes dan Perintis, serta Pengawas Terminal Tipe A Lhokseumawe. Kehadiran jajaran lengkap ini menunjukkan keseriusan BPTD dalam merealisasikan potensi kerja sama ini.

Publication Berita
FORUM LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN FOKUS PADA SOLUSI TERKAIT DAMPAK OPERASIO…
30 April 2025, 12.14, 663

Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) kembali menggelar pertemuan penting yang membahas berbagai permasalahan yang selama ini menjadi kendala, khususnya terkait hewan ternak dan truk pengangkut minyak sawit atau Clude Palm Oil (CPO) yang kerap menimbulkan insiden di jalan raya. Rabu (30/4)Forum ini bertujuan untuk mencari solusi bersama agar lalu lintas angkutan jalan dapat berjalan lebih aman dan tertib.Pada pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Perhubungan Aceh, Kepala BPTD Kelas II Aceh memberikan materi mengenai regulasi yang mengatur operasional truk CPO.Ia menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan yang melibatkan truk CPO antara lain rem blong, tangki bocor, penutup tangki yang tidak rapat, ketidaktahuan pengemudi tentang keselamatan, serta tidak adanya pelebelan bahaya pada truk oleh perusahaan pengangkut.Kepala Balai juga menerangkan konsep penanganan masalah ini melalui Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) yang diterapkan dengan beberapa langkah strategis.Di antaranya adalah mewajibkan pemohon izin untuk menghadirkan kendaraan guna inspeksi, pengujian kendaraan bermotor yang fokus pada pemeriksaan titik kebocoran dan kondisi karet-karet agar selalu dalam keadaan baik, serta memperkuat peran tera oleh metrologi sebagai acuan beban kendaraan agar sesuai standar keselamatan.Forum ini dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh dan dihadiri Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kasatpol PP, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Kepala BPJN Wilayah Aceh, serta seluruh stakeholder terkait dalam bidang lalu lintas angkutan jalan.Dengan pertemuan ini, semua pihak berharap untuk mewujudkan keselamatan dan profesionalisme angkutan jalan di wilayah Aceh

Publication Berita
KEPALA BPTD KELAS II ACEH MELAKUKAN PERTEMUAN DENGAN WAKIL BUPATI BENER ME…
12 April 2025, 12.25, 674

Guna membahas pengembangan layanan transportasi darat di Kabupaten Bener Meriah, Kepala BPTD Kelas II Aceh melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Bener Meriah (11/5) di Kantor Bupati Bener Meriah.Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merencanakan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan infrastruktur transportasi yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Bener Meriah.Salah satu fokus utama dalam diskusi adalah perlengkapan jalan di jalan nasional dan di jalur kabupaten/kota melalui program Bantuan Teknis (BANTEK), yang dirancang untuk memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur lokal.Dalam pertemuan tersebut, ZOSS atau Zona Selamat Sekolah menjadi topik penting lainnya. Penerapan ZOSS bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak sekolah.Selain itu, layanan angkutan perintis jalan juga dibahas sebagai solusi untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, sehingga distribusi barang dan mobilitas penduduk dapat terjamin.Sebagai penutup diskusi, keberadaan Terminal Angkutan Barang atau Dry Port menjadi sorotan utama. Terminal ini sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan logistik dan perdagangan antar wilayah, serta memfasilitasi aksesibilitas barang ke berbagai lokasi.Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan pengembangan transportasi di Kabupaten Bener Meriah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.

Publication Berita
BPTD Kelas II Aceh siapkan posko di Terminal Tipe A dan pengawasan 24 jam …
17 Maret 2025, 9.59, 176

Kepala BPTD Kelas II Aceh Hadiri Rapat Persiapan Angkutan Lebaran 2025Banda Aceh, 17 Maret 2025 – Kepala BPTD Kelas II Aceh, menghadiri rapat koordinasi bersama Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Kepala BMKG Aceh, serta seluruh Kepala Dinas Perhubungan dari Kabupaten dan Kota di Aceh. Rapat ini diadakan dalam rangka persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2025 yang akan datang. Diruang rapat Dishub Aceh.Dalam rapat tersebut, Kepala BPTD menekankan pentingnya penempatan posko Angkutan Lebaran (Angleb) di seluruh terminal tipe A di Aceh. Posko ini akan ditempatkan di Terminal Tipe A Banda Aceh, Terminal Tipe A Lhokseumawe, Terminal Tipe A Langsa, dan Terminal Tipe A Paya Ilang. Posko ini akan beroperasi selama 24 jam untuk mengawasi keadaan terminal selama periode mudik, guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.Kepala BPTD juga menginformasikan bahwa diperkirakan akan terjadi lonjakan angkutan umum sebesar 10 persen selama periode Lebaran. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPTD akan melakukan penambahan armada bus dan memperketat kegiatan rampcheck pada bus-bus yang beroperasi di seluruh terminal tipe A. Ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.Selain itu, BPTD Kelas II Aceh juga akan melakukan Standar Penilaian Minimal (SPM) pada kapal dan menyelenggarakan program mudik gratis bekerja sama dengan PT ASDP. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman mereka selama Lebaran.Dengan berbagai langkah persiapan yang telah direncanakan, BPTD Kelas II Aceh berharap jolaborasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten Kota serta Stakeholder lainnya dapat memastikan Angkutan Lebaran Tahun 2025 berjalan dengan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat Aceh.

Publication Berita
HADIRI FORUM KONSULTASI PUBLIK KOTA BANDA ACEH: BPTD ACEH RENCANAKAN PENAM…
18 Feb. 2025, 14.56, 715

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh menghadiri Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RPKD) Kota Banda Aceh Tahun 2026 serta Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Banda Aceh Tahun 2025-2029. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan, sekaligus memastikan keterlibatan stakeholder dalam proses perencanaan pembangunan. Berlangsung di Aula Gedung Mawardi, Selasa (18/2)Kepala BPTD Kelas II Aceh menegaskan komitmennya sebagai perwakilan pemerintah pusat di Kota Banda Aceh untuk mendukung dan berkolaborasi secara aktif dengan dinas-dinas terkait di lingkungan pemerintah kota. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Banda Aceh yang baru, yaitu menjadikan Banda Aceh sebagai “Kota Kolaborasi”. Kolaborasi ini khususnya akan difokuskan pada bidang transportasi darat, yang menjadi salah satu sektor kunci dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.BPTD Kelas II Aceh juga telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang diharapkan dapat bersinergi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banda Aceh. Salah satunya adalah meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di Kota Banda Aceh, seperti penambahan 5 titik Area Traffic Control System (ATCS). Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung program prioritas Wali Kota Banda Aceh dalam mewujudkan kota yang aman dan nyaman, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan sistem transportasi darat yang terintegrasi.Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan harmonisasi antara kebijakan pusat dan daerah, sehingga program-program pembangunan di bidang transportasi darat dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.Melalui forum ini, Kepala BPTD Kelas II Aceh juga akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Kota Banda Aceh guna mewujudkan sebagai kota yang maju, inovatif, dan kolaboratif, khususnya dalam bidang transportasi darat.

Publication Berita
Peluncuran Layanan Subsidi Perintis Damri di Aceh Barat: Meningkatkan Akse…
22 Jan. 2025, 10.43, 482

Meulaboh, Aceh Barat – Pada Selasa, 21 Januari 2025, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Aceh, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat yang mewakili Penjabat (PJ) Bupati, serta Perum Damri Cabang Kota Banda Aceh, secara resmi meluncurkan Layanan Subsidi Perintis Damri di Wilayah Aceh Barat. Acara peluncuran ini berlangsung di Terminal Tipe A Meulaboh dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat setempat.Layanan subsidi ini dirancang untuk melayani dua rute utama, yaitu dari Terminal Tipe A Meulaboh menuju Alue Kuyun dan dari Terminal Tipe A Meulaboh menuju Teupin Peuraho. Dengan adanya layanan ini, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat di wilayah tersebut, serta memberikan alternatif moda transportasi yang lebih terjangkau dan efisien.Untuk informasi lebih lanjut mengenai tarif, jadwal, dan jalur yang dilalui, silakan cek postingan di profil BPTD Kelas II Aceh (https://www.instagram.com/bptd_aceh/?hl=id).Marhaban, SE MSi, perwakilan dari PJ Bupati Aceh Barat, dalam sambutannya menekankan pentingnya konektivitas moda angkutan dalam upaya menekan angka kecelakaan yang semakin meningkat di wilayah Aceh Barat. Ia mengharapkan agar jadwal operasional angkutan perintis dapat dijaga dengan baik, sehingga layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama oleh anak sekolah, pegawai, dan masyarakat umum.Acara peluncuran ini dibuka oleh Kasi Sarana Angkutan Jalan SDP BPTD Kelas II Aceh, yang menekankan perlunya dukungan dari pemerintah daerah, khususnya para camat, untuk berperan aktif dalam sosialisasi dan pengawasan operasional angkutan perintis. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan manfaat layanan transportasi ini secara maksimal, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Aceh Barat.Dengan peluncuran Layanan Subsidi Perintis Damri ini, masyarakat Aceh Barat diharapkan dapat merasakan manfaat nyata dari peningkatan layanan transportasi. Layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan daerah secara keseluruhan.Keberadaan layanan transportasi yang efisien dan terjangkau merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak dapat berkolaborasi untuk menjaga keberlangsungan dan kualitas layanan ini, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Barat.

Publication Berita
JELANG NATARU: BPTD KELAS II ACEH LAKUKAN RAMPCHECK TERHADAP ANGKUTAN PARI…
21 Nov. 2024, 13.14, 1060

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh secara proaktif melaksanakan Rampcheck atau inspeksi terhadap kendaraan angkutan pariwisata guna memastikan keselamatan dan kelaikan operasional menjelang periode liburan Natal dan Tahun Baru. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 20 dan 21 November 2024, dengan fokus pemeriksaan di sejumlah objek wisata dan pool angkutan pariwisata di Banda Aceh.Pada tanggal 21 November 2024, tim inspeksi BPTD Kelas II Aceh melakukan patroli di berbagai objek wisata sekitar Banda Aceh. Hasilnya, tercatat hanya tiga unit angkutan pariwisata ditemukan di kawasan Ulee Lheue. Hal ini diindikasikan oleh masih rendahnya mobilitas masyarakat untuk berlibur di kawasan tersebut. Meskipun jumlah kendaraan tergolong minim, pemeriksaan teknis dan administratif menunjukkan bahwa semua kendaraan dalam kondisi laik jalan tanpa kendala yang berarti.Di hari kedua, tim bergeser ke pool angkutan wisata dan memeriksa lima unit kendaraan. Dari pemeriksaan ini, terungkap bahwa hanya satu unit yang dinyatakan laik jalan, sementara empat unit lainnya memiliki izin trayek yang sudah kadaluarsa. Meskipun izin trayek mati, kondisi teknis kendaraan, seperti ban, lampu, dan alat keselamatan, dipastikan memenuhi standar kelaikan jalan.Tim Rampcheck memberikan teguran kepada pihak pengelola angkutan pariwisata yang memiliki izin trayek kadaluarsa. Pihak pengelola berjanji untuk segera menyelesaikan proses pengurusan izin tersebut dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan memastikan keselamatan penumpang.Kegiatan Rampcheck ini merupakan instruksi langsung dari Dirjen Perhubungan Darat guna memastikan kesiapan dan keselamatan angkutan wisata dalam melayani mobilitas masyarakat selama masa liburan Natal dan Tahun Baru.Dengan pelaksanaan Rampcheck yang komprehensif, BPTD Kelas II Aceh dan pihak pengelola angkutan pariwisata di Aceh secara bersama-sama berupaya menciptakan sistem transportasi yang aman dan nyaman bagi para wisatawan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi

Publication Berita
TERMINAL TIPE A BANDA ACEH LAKUKAN RAMPCHECK PERSIAPAN LONJAKKAN PENUMPANG…
15 Nov. 2024, 15.00, 617

Banda Aceh – Dalam upaya memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang, Terminal Tipe A Banda Aceh melaksanakan kegiatan rampcheck atau inspeksi terhadap kendaraan angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) pada Jumat, (15/11). Kegiatan ini merupakan langkah proaktif terminal dalam menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi akan terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode tersebut, penting bagi semua pihak untuk memastikan bahwa setiap kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.Dalam pemeriksaan yang dilakukan, sebanyak enam unit bus diperiksa secara menyeluruh oleh tim teknis yang ditugaskan. Proses inspeksi mencakup pemeriksaan kondisi fisik kendaraan, kelayakan mesin, serta kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk operasional. Hasil dari inspeksi tersebut menunjukkan bahwa hanya dua unit bus yang dinyatakan laik jalan, sementara empat unit lainnya masih dalam catatan karena belum melengkapi dokumen yang diperlukan, seperti Buku Uji Kendaraan Bermotor dan dokumen administratif lainnya.Pihak Terminal Tipe A Banda Aceh menegur tegas armada yang dokumen kendaraannya masih belum lengkap. Penegasan ini bertujuan untuk mendorong perusahaan angkutan umum agar segera memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku. "Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap armada yang tidak memenuhi ketentuan. Keamanan penumpang adalah prioritas utama kami," ungkap salah satu pejabat terminal. Hal ini menunjukkan komitmen terminal dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan penumpang.Selain itu, pihak terminal juga mengingatkan pentingnya kelengkapan dokumen sebagai syarat utama operasional kendaraan AKAP. Kelengkapan dokumen tidak hanya berfungsi untuk mematuhi regulasi yang ada, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap kendaraan yang beroperasi dalam kondisi yang baik dan aman. "Kami berharap semua perusahaan angkutan umum dapat bekerja sama untuk memenuhi semua persyaratan yang diperlukan, agar perjalanan penumpang tidak terganggu," tambahnya.Kegiatan rampcheck ini merupakan instruksi langsung dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat kepada seluruh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di Indonesia. Dengan adanya instruksi ini, diharapkan setiap terminal di seluruh Indonesia dapat melaksanakan pemeriksaan serupa untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan publik di sektor transportasi.Melalui kegiatan rampcheck ini, diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan dan pelayanan publik di sektor transportasi, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan umum, khususnya selama masa libur panjang yang akan datang. Dengan langkah-langkah preventif yang diambil, diharapkan penumpang dapat merasa lebih aman dan nyaman saat menggunakan angkutan umum selama periode liburan, sehingga perjalanan mereka menjadi lebih menyenangkan dan lancar.

Publication Berita
TERMINAL TIPE A LANGSA LAKUKAN RAMPCHECK JELANG LIBUR NATARU
14 Nov. 2024, 16.00, 537

Langsa – Dalam rangka menyambut Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Terminal Tipe A Langsa melaksanakan kegiatan Rampchek pada Kamis (14/11). Kegiatan ini diadakan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang yang menggunakan angkutan umum selama periode liburan. Kegiatan Rampchek ini merupakan instruksi dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Aceh, yang bertujuan untuk mencegah potensi kecelakaan yang mungkin terjadi pada angkutan umum.Sebanyak 25 kendaraan angkutan umum menjalani pemeriksaan menyeluruh dalam kegiatan Rampchek tersebut. Tim pemeriksa melakukan analisis terhadap berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik kendaraan hingga kelengkapan dokumen. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari total kendaraan yang diperiksa, empat unit dinyatakan tidak laik jalan. Kendaraan-kendaraan tersebut tidak memenuhi ketentuan administratif, terutama terkait kelengkapan dokumen penting seperti Buku Uji Kendaraan Bermotor, yang merupakan syarat utama untuk operasional angkutan umum.Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Langsa, dalam kesempatan tersebut, menegaskan pentingnya kepatuhan dari perusahaan angkutan umum terhadap regulasi yang ada. Ia menjelaskan bahwa keberlangsungan operasi armada sangat bergantung pada kelengkapan dokumen dan keselamatan kendaraan. "Kami akan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi persyaratan administrasi. Mereka diharapkan segera melengkapi dokumen armada mereka agar dapat beroperasi dengan baik," ujarnya.Kegiatan Rampchek ini tidak hanya bertujuan untuk menegakkan kepatuhan, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi secara keseluruhan. Dengan meningkatnya volume perjalanan selama periode Nataru, penting bagi semua pihak untuk memastikan bahwa setiap kendaraan yang beroperasi dalam kondisi yang aman dan layak. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan yang dapat membahayakan penumpang.Selain itu, Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Langsa juga mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam memilih angkutan umum yang aman. Penumpang diimbau untuk memeriksa kelayakan kendaraan sebelum menggunakan layanan angkutan umum. "Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam memastikan keselamatan mereka sendiri dengan memilih kendaraan yang memenuhi standar," tambah Koordinator Satuan Pelayanan.Dengan adanya kegiatan Rampchek ini, diharapkan penumpang dapat merasa lebih aman dan nyaman saat menggunakan layanan angkutan umum. Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Langsa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan transportasi, terutama pada momen-momen penting seperti Libur Natal dan Tahun Baru, di mana mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem transportasi yang lebih aman dan efisien di wilayah Aceh.