Indonesian English

KEMENHUB TAWARKAN ENAM TERMINAL TIPE A KEPADA INVESTOR UNTUK DIJADIKAN PUSAT BISNIS

Rabu, 02 Desember 2020 09:10 Admin1
Cetak

investor-gathering

 

SEMARANG (1/12/2020) - Enam Terminal Penumpang Tipe A yang ditawarkan adalah Terminal Anak Air di Padang, Terminal Entrop di Jayapura Terminal Guntur Melati di Garut, Terminal Bulupitu di Purwokerto, Terminal Mangkang di Semarang, dan
Terminal Tirtonadi di Solo.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak investor dan pebisnis besar, menengah dan UMKM untuk memanfaatkan peluang ini. Hal tersebut disampaikan secara virtual dari Kantor Kementerian Perhubungan, ketika membuka acara Investor Gathering New Terminal Experience di Terminal Mangkang, Semarang, Selasa (1/12).

"Bapak Presiden berulang kali mengajak dunia usaha untuk melakukan investasi di berbagai sektor agar dapat menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada sektor UMKM," kata Menhub.

Terminal adalah icon suatu daerah yang juga sebagai tempat perjumpaan antar moda, antar jurusan dan orang yang jumlahnya ribuan. "Jadi silahkan manfaatkan acara Investor Gathering ini untuk berinvestasi," lanjutnya.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, "Dengan mengusung konsep New Terminal New Experience, hadirnya terminal modern ini dapat menciptakan bangkitan baru, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Kementerian Perhubungan terus berupaya meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembangunan dan diantaranya Revitalisasi Terminal Penumpang.

Sebagai salah satu perwujudan percepatan pembangunan insfrastruktur dibidang transportasi darat, Kementerian Perhubungan saat ini sedang melakukan program Revitalisasi Terminal Penumpang Tipe A untuk Tahun Anggaran 2020 berjumlah 34 Terminal yang dibiayai dengan APBN rupiah murni dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Demi mendorong partisipasi sektor swasta dan UMKM untuk bekerjasama dalam penyediaaan dan penyelenggaraan infrastruktur transportasi yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, diusunglah konsep New Terminal New Experience melalui optimalisasi layanan terminal dengan pola kepengusahaan mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk memberikan perhatian khusus hal-hal yang berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja dan mendorong usaha mikro, kecil, menengah dan besar untuk mulai bergerak.

Untuk menjadikan Terminal sebagai pendukung pemulihan dan penggerak ekonomi nasional, maka dilakukan transformasi di Terminal yang meliputi, pola pembangunan berupa TOD/Mixuse; tatakelola yang modern; membangun system operasi berbasis digital; membangun SDM yang professional; menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih; menciptakan budaya mutu dan hospitality pelayanan publik yang harus dilakukan innovasi-inovasi baru secara berkelanjutan sehingga terdapat hasil lompatan perubahan secara signifikan.

"Besar harapan saya kegiatan Investor Gathering yang mengundang investor yang berasal dari BUMN, asosiasi, perusahaan swasta di bidang konstruksi, IT, Manajemen Gedung, ritel dan perhotelan, UMKM, PO Bus, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/ Kota, dapat berinvestasi pada terminal yang telah direvitalisasi, khususnya pada 6 (enam) terminal yang pemerintah tawarkan," kata Budi.

Sesditjen Perhubungan Darat, Marta Hadisarwono mengatakan, di waktu yang lalu banyak kita lihat kondisi terminal yang tidak terawat, rusak dan kumuh, bahkan sampai kehilangan fungsinya sebagai terminal.

Dengan melakukan revitalisasi dan modernisasi di 34 terminal penumpang di sejumlah provinsi kita ingin mengubah citra itu. "Terminal akan kita ubah konsepnya, bukan hanya sebagai tempat naik turunnya penumpang, tapi juga sebagai kawasan bisnis baru," kata Marta.

Sementara itu Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Mohamad Risal Wasal, dalam laporannya mengatakan, Investor Gathering ini diikuti lebih dari 200 pengusaha dari sejumlah kota yang hadir langsung ataupun melalui aplikasi tatap muka virtual dan media sosial.

Di Terminal Mangkang juga disiapkan sejumlah meja bagi calon investor yang berminat melakukan investasi di enam Terminal Penumpang, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Silahkan para calon investor menanyakan terkait sektor apa saja yang dibuka untuk investasi, bentuk kerjasama yang diinginkan, berapa lahan yang disiapkan dan nilainya. Telah siap teman-teman dari Kementerian Keuangan akan melakukan pendampingan," pungkasnya.(CAS/PTR/EI)

---------------

SIARAN PERS

Nomor: 143/SP/XII/HMS/2020

---------------


KEPALA BAGIAN HUKUM DAN HUMAS DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

Endy Irawan

Twitter: @hubdat151
Instagram : @ditjen_hubdat
Facebook Fan Page dan YouTube : Ditjen Perhubungan Darat
--------------