Indonesian English

KEMENHUB HADIRKAN LAYANAN BTS TEMAN BUS DI MEDAN

Minggu, 08 November 2020 22:56 Admin1
Cetak

 

ground-breaking-2020 

 

MEDAN (8/11) - Kementerian Perhubungan meresmikan layanan Buy The Service (BTS) TEMAN BUS yang kini melayani Medan, Sumatera Utara. Di Medan, Teman Bus yang diberi nama Trans Metro Deli tersedia dalam 5 koridor dengan 72 unit bus.

Dalam kesempatan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa, “Esensi yang kita lakukan hari ini adalah bagaimana Medan mempunyai angkutan massal yang masif, bagus, dan signifikan. Harapannya di akhir tahun 2021, lompatan angkutan massal ini meningkat dengan baik. Langkah konkrit yang kita lakukan adalah dengan program Buy The Service (BTS). BTS adalah suatu program subsidi bagi angkutan massal perkotaan di mana terjadi gap antara daya beli masyarakat dengan cost yang dikeluarkan operator, selisihnya kita bayar sampai suatu waktu tertentu daerah tersebut sudah mampu diberlakukan komersil, makanya kita tidak memberikan bus tapi memberikan subsidi,” jelas Menhub saat menghadiri kegiatan Launching Program Pembelian Layanan Angkutan Perkotaan (Buy The Service) di Provinsi Sumatera Utara, peletakan batu pertama Revitalisasi Terminal Penumpang Tipe A Amplas, dan Peninjauan Program Padat Karya pada Minggu (8/11) di Terminal Amplas, Medan.

Melalui laporannya dalam acara tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi menyebutkan bahwa Program BTS ini telah hadir di 5 kota besar, yakni Palembang, Solo, Denpasar, Medan, dan Yogyakarta.

“Kita harapkan acara hari ini dapat dimulai flag off Teman Bus di Medan. Terkait program BTS ini akan didukung oleh manajemen pengelola yang melaksanakan monitoring dan evaluasi dengan menggunakan sistem operasional kendaraan yang meliputi sistem operasional, pemeliharaan, pengelolaan keuangan, sistem SDM yang didukung dengan digitalisasi secara real time, sehingga diharapkan menuju pelayanan angkutan umum yang lebih profesional,” kata Dirjen Budi

Di Medan, Trans Metro Deli ini hadir dengan lima koridor yang melayani:

a. Koridor 1 : Terminal Pinang Baris – Lapangan Merdeka;

b. Koridor 2 : Terminal Amplas – Lapangan Merdeka;

c. Koridor 3 : Belawan – Lapangan Merdeka;

d. Koridor 4 : Medan Tuntungan - Lapangan Merdeka;

e. Koridor 5 : Tembung - Lapangan Merdeka.

Trans Metro Deli menggunakan kendaraan Bus Besar dan Bus Sedang dengan tipe low entry. Bus ini dilengkapi dengan kursi prioritas dan area untuk penumpang disabilitas (kursi roda).

“Layanan Teman Bus diharapkan akan menjadi sebuah layanan yang melengkapi pelayanan Trans Mebidang yang sudah ada. Layanan TEMAN BUS ini juga diharapkan menjadi bagian digitalisasi 4.0 smart city program yang mendukung cashless society. Program ini adalah sebagai langkah awal implementasi dari program BTS yang memberikan subsidi penuh bagi operator dengan fasilitas pendukung di Bus yang lebih baik, sehingga diharapkan lebih banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi publik, yang saat ini masih gratis. Penumpang hanya menyiapkan kartu non tunai, dan buka aplikasinya untuk melihat rute, jadwal kedatangan dan keberangkatannya sehingga penumpang lebih mudah dalam mobilisasi di kawasan perkotaan,” urai Dirjen Budi.

Dalam kegiatan yang sama, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga melakukan
Groundbreaking Revitalisasi Terminal Tipe A Amplas sekaligus Peninjauan Program Padat Karya di Medan.

“Salah satu rencana strategis pembangunan sub sektor Perhubungan Darat yang akan dilaksanakan pada kurun waktu 2019 - 2024 adalah Revitalisasi Terminal Penumpang Tipe A Amplas Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dengan total biaya pembangunan sebesar Rp45 Miliar, bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan skema pembangunan Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract) Tahun 2020 sampai Tahun 2022. Bersama itu juga kami lakukan dukungan Kegiatan Padat Karya dengan jumlah pekerja sebanyak 200 orang dari masyarakat setempat untuk pekerjaan-pekerjaan non skill dengan total Anggaran sebesar Rp149,7 juta,” kata Dirjen Budi

Dirjen Budi menjelaskan bahwa revitalisasi Terminal Penumpang Tipe A Amplas Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu pada tahun 2020 s/d 2022. Rencana Revitalisasi Terminal menitikberatkan pada konsep Mixed use berupa pengembangan Terminal yang terintegrasi dengan pusat perekonomian sperti Mall, Hotel guna meningkatkan pelayanan di Terminal melalui pola kepengusahaan mendukung perwujudan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Hadir juga dalam acara ini yaitu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Risal Wasal, serta Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah II Provinsi Sumatera Utara Putu Sumarjaya. (HS/PTR/EI)

---------------
KEPALA BAGIAN HUKUM DAN HUMAS DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

Endy Irawan

---------------

SIARAN PERS

Nomor: 133/SP/XI/HMS/2020

---------------

 

Twitter: @hubdat151
Instagram : @ditjen_hubdat
Facebook Fan Page dan YouTube : Ditjen Perhubungan Darat
--------------