Indonesian English

GELAR PADAT KARYA, DITJEN HUBDAT LIBATKAN MASYARAKAT SEKITAR TERMINAL BOBOTSARI PURBALINGGA

Sabtu, 05 September 2020 23:10 Admin1
Cetak

padat-karya-dirjen

 

PURBALINGGA (5/9/2020) – Sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar Program Padat Karya di beberapa lokasi. Hari ini, Sabtu (5/9), program Padat Karya dilaksanakan di Terminal Bus Tipe A Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut melibatkan 107 orang warga yang berasal dari Kabupaten Purbalingga.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kegiatan Padat Karya ini sebagai upaya menjalankan instruksi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat lokal, dan juga mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat mengikutsertakan pekerja setempat.

"Sejak merebaknya Pandemi Covid-19, dampak terhadap sektor ekonomi sangatlah besar, dimana banyak karyawan atau pun pekerja yang dirumahkan sementara yang menyebabkan berkurangnya daya beli sebagian masyarakat, untuk itu program Padat Karya diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat," kata Dirjen Budi.

“Program Padat Karya ini merupakan bentuk kepedulian Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terhadap masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kegiatan Padat Karya ini berfungsi untuk memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat, sehingga daya beli dan kesejahteraan bisa meningkat," kata Dirjen Budi. Kegiatan ini juga merupakan upaya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal, sehingga lebih berperan dalam mendidik masyarakat untuk lebih produktif bekerja dalam pembangunan.

Total Luas lahan Terminal Tipe A Bobotsari adalah 18.005 m2, jumlah kendaraan bus perhari sebanyak 148 bus/hari, melayani keberangkatan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan 10 trayek dengan tujuan Jakarta (terminal Pulo Gebang, terminal Kampung Rambutan), Tangerang (terminal Poris Plawad), Bogor (Terminal Baranangsiang), Surabaya (terminal Purabaya).

Lebih lanjut Dirjen Budi mengatakan bahwa Terminal Bobotsari akan dibangun dengan konsep mixed use, yaitu terminal yang tidak hanya sebagai prasarana transportasi namun juga sebagai pusat kegiatan perkonomian masyarakat. "Dengan konsep mixed use, sehingga nanti dapat mendukung pariwisata di sekitar Purbalingga. Kemudian melalui skema Kerjasama Pemanfaatan, diharapkan ada investor yang tertarik untuk menanamkan investasi di sini," kata Dirjen Budi.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Lasmi Indaryani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan apresiasinya atas kegiatan padat karya yang diadakan di Terminal Bobotsari, Purbalingga. "Saya apresiasi dengan program seperti ini dan memang hari ini saya request khusus untuk padat karya kali ini melibatkan ibu-ibu, diharapkan dapat membantu perekonomian keluarga," kata Lasmi.

Kegiatan padat karya ini sangat membantu masyarakat sekitar, apalagi kegiatan ini tidak memerlukan keterampilan khusus, pekerjaan meliputi pembersihan drainase, pagar, area terminal, dan kegiatan lainnya yang terkait dengan kegiatan pemeliharaan di lingkungan terminal.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula sejumlah pejabat terkait, antara lain, Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Risal Wasal; Kasubdit Terminal Angkutan Jalan, Ahmadi ZB; dan Plt. Kepala BPTD X Jateng-DIY, Taufiq Hidayat. (CAS/PTR/EI)

---------------

SIARAN PERS

Nomor: 103/SP/IX/HMS/2020

---------------


KEPALA BAGIAN HUKUM DAN HUMAS DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

Endy Irawan

Twitter: @hubdat151
Instagram : @ditjen_hubdat
Facebook Fan Page dan YouTube : Ditjen Perhubungan Darat
--------------