Indonesian English

DIRJEN HUBDAT APRESIASI UPAYA PENYEKATAN YANG DILAKUKAN PETUGAS LINTAS INSTANSI

Sabtu, 30 Mei 2020 21:19 Admin1
Cetak

 

 727beedc-b862-4298-b7c5-0923c6827ee0

 

CIREBON (30/5) - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada segenap petugas lintas instansi yang telah berusaha untuk melakukan penyekatan terhadap masyarakat yang akan menuju Jakarta. Hal ini disampaikannya saat menggelar rapat koordinasi Antisipasi Arus Balik dengan Walikota Cirebon, Kapolresta Kabupaten Cirebon, Kapolres Kota Cirebon, dan Kapolres Brebes pada Sabtu (30/5) lalu.

“Yang pertama kunjungan saya ini menyampaikan pesan dari Bapak Menteri Perhubungan, beliau menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kepolisian terutama Polres Cirebon Kota dan Kabupaten sampai Brebes. Tidak lupa juga atas dukungan dari Pemerintah Kota Cirebon yang bersama-sama tugas di lapangan. Terhitung mulai Sabtu (30/5) hingga Senin (1/6) nanti kami prediksi ada sedikit peningkatan jumlah orang yang mau ke Jakarta. Menurut beliau (Menhub) pun kinerja Polri sudah cukup bagus mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Artinya penyekatan oleh Kepolisian, Perhubungan, dan Satpol PP sudah sangat baik. Operasi ini akan berakhir tanggal 7 Juni,” kata Dirjen Budi saat menggelar rapat koordinasi di Polresta Cirebon di Pos Losari-Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan koordinasi yang dijalin oleh Ditjen Hubdat dengan sejumlah jajaran Polres di Jawa Barat dan Jawa Tengah ini juga dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan penyekatan terhadap upaya mudik maupun balik oleh masyarakat sehingga dapat menyaring jumlah kendaraan yang menuju Jakarta.

“Kami sadar bahwa Polisi juga adalah ujung tombak di lapangan jadi kami sampaikan salam dari Menteri Perhubungan yang menyatakan apresiasi dan rasa terima kasih atas kerja keras yang dilakukan. Melalui keterbatasan kondisi ini saya tahu bahwa tim penanganan Covid-19 di daerah-daerah telah bertugas semaksimal mungkin,” jelasnya.

Selama operasi ini menurutnya sebagian besar masyarakat sudah punya kesadaran untuk tidak mudik. “Kemungkinan yang mudik adalah profesi yang dari sektor informal karena tidak ada kegiatan ekonomi dan memilih kembali. Hari ini saya memotivasi kembali kepada para rekan-rekan yang bertugas untuk tetap tegas dan menahan masyarakat yang tidak lengkap persyaratannya untuk tidak melintas,” tambah Dirjen Budi.

Menurut Dirjen Budi, bentuk koordinasi yang dijalin dengan pihak Kepolisian di daerah-daerah juga karena keberhasilan upaya pencegahan mudik dan balik masyarakat bergantung dari Kepolisian. “Ditjen Hubdat yang akan membuat regulasi atau ketentuan atas kegiatan yang dilakukan di lapangan. Namun pelaksananya di lapangan adalah polisi dengan dibantu Dinas Perhubungan. Jadi saya pun pastikan untuk selalu berkomunikasi dengan Kakorlantas,” ucap Dirjen Budi.

Sebelumnya, Dirjen Budi dengan didampingi Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani juga telah berkoordinasi dengan pihak Pemda Cirebon dan bertemu Walikota Cirebon Nasrudin Azis untuk memperketat pengawasan arus balik di daerah Cirebon. Setelah dari Cirebon, Dirjen Budi juga menggelar rapat koordinasi serta berkunjung ke Pos Terpadu Tol Pejagan, Jawa Tengah pada hari yang sama. (HS/PTR/EI)

---------------

 

SIARAN PERS

Nomor: 66/SP/V/HMS/2020

---------------


KEPALA BAGIAN HUKUM DAN HUMAS DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

 

Endy Irawan

Twitter: @hubdat151
Instagram : @ditjen_hubdat
Facebook Fan Page dan YouTube : Ditjen Perhubungan Darat
--------------