Indonesian English

KBRI Kuala Lumpur Malaysia Adakan Kegiatan Transportation Investment Forum 2019

Senin, 18 November 2019 22:45 Admin1
Cetak

 

KUALA LUMPUR – KBRI Kuala Lumpur melalui Satuan Kerja (Satker) Perhubungan melaksanakan kegiatan Transportation Investment Forum (TIF) 2019 di Hotel Sheraton Imperial Kuala Lumpur, Malaysia pada hari ini, Senin, 18 November 2019.

Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur Capt. Antoni Arif Priadi mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi pembangunan infrastruktur Indonesia kepada calon investor potensial dari Malaysia untuk ikut berpartisipasi dalam proyek – proyek transportasi di Indonesia termasuk proyek Kerjasama antara Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Acara ini dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana.

Hadir sebagai Pembicara dalam Forum tersebut yakni Heldy Satrya Putera selaku Direktur Infrastruktur Perencanaan BKPM, Dadang Jusron selaku Wakil Direktur untuk PPP dari BAPPENAS, Jonter Sitohang selaku perwakilan dari Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemitraan Investasi Kemenhub, dan Rizka Anandita Ramses selaku Wakil President PT Penjaminan Infrastruktur Indoenesia (PT PII). Acara ini di moderatori oleh Mohamad Faizal selaku Direktur Indonesian Investment Promotion Centre (IIPC) Singapura.

Perwakilan Kementerian Perhubungan Indonesia yang hadir dalam acara ini adalah Robby Kurniawan selaku Kepala Biro Perencanaan Kemenhub RI.

Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa asosiasi kontruksi Malaysia diantaranya adalah Chec Constuction Sdn Bhd, Construction Industry Development Board Malaysia, HSS Enginering Sdn Bhd, MMC Group Corporation Berhad, Prasarana Berhad, MRT Corporation, Kumpulan Wang Amanah Pensiun (KWAP), Malaysia Airports Holding Berhad (MAHB), Maybank Investment Berhad, Sunway Construction Temokin Builder Sdn Bhd, Sapura Holding Berhad, Mudajaya Corporation Berhad, Muhibbah Engineering Berhad, Hyundai Masboh Sdn Bhd, Pembenaan YTL Sdn Bhd, Perdana Builder Berhad, Lfe Engineering Sdn Bhd. UEM Sunrise Berhad.

Dubes RI Rusdi Kirana dalam sambutannya menyampaikan keyakinan terkait kesempatan yang terbuka bagi para investor Malaysia untuk dapat berinvestasi dibeberapa sektor transportasi di lingkungan Kementerian Perhubungan RI.

Menurutnya, peluang investasi ini dapat mempererat hubungan bisnis antara Indonesia-Malaysia.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur sangat krusial terhadap pembangunan beberapa daerah di Indonesia. Dalam empat (4) tahun saja Indonesia telah mempercepat pembangunan infrastruktur yang menghubungankan darat, udara, dan laut.

Di tahun 2019, total 1,794 kilometer jalan tol yang telah dibangun. Beberapa diantaranya adalah penyelesaian proyek tol Trans Jawa yang menghubungkan Pelabuhan Merak, Banten ke Surabaya, Jawa Timur dan dapat ditempuh dalam kurun waktu lebih kurang 9 jam yang awal mulanya memakan waktu 14 jam.

Saat ini pembangunan tol Trans Sumatera dari Aceh ke Bandar Lampung, diperkirakan dapat memangkas waktu perjalanan dari 12 jam menjadi 6 jam perjalanan. Selain jalan tol, Pemerintah Indonesia juga membangun 27 pelabuhan komersil sejak 2015 untuk menghubungan laut dan 7 bandara udara baru di tahun 2015-2017.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kemenhub Robby Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi, pembangunan konektifitas sector transportasi Indonesia bertujuan untuk meningkatkan peran Badan Usaha Milik Negara dan Sektor Swasta dalam pembiayaan infrastruktur melalui skema Public Private Partnership (PPP).

Ia mengatakan, Kementerian Perhubungan memiliki 40 proyek PPP di sector transportasi yakni dengan rincian 4 proyek bandara udara, 15 proyek pelabuhan, 8 proyek darat, dan 13 proyek jalur kereta api.

Dalam lima (5) tahun kedepan pembangunan infrasturktur masih merupakan prioritas utama. Proyek tersebut termasuk 3,000 km jalan baru dan 2,500 km jalan toll yang memakan biaya hingga Rp 2,000 Triliun atau senilai USD 142 Milyar. Sementara, pembiayaan yang dapat diberikan oleh Pemerintah Indonesia hanya sebesar Rp 600 Triliun atau sekitar USD 42.6 Milyar dan sisanya Rp 1,400 Triliun atau sekitar USD 99.6 Milyar akan ditawarkan kepada pihak swasta.

Agenda kegiatan Transportation Investment Forum dilanjutkan dengan “klinik konsultasi” yang dibuka oleh masing - masing sektor yang memberikan kesempatan kepada para calon investor Malaysia yang berminat untuk mendiskusikan lebih detail terkait proyek – proyek di Kementerian Perhubungan. (RDL/YSP/HA)