Indonesian English

MEMASUKI 4 TAHUN, PEMERINTAH TERUS WUJUDKAN MASYARAKAT INDONESIA YANG TERTIB

Sabtu, 27 Oktober 2018 23:12 Admin1
Cetak

tertib indonesia 03

MANADO (27/10)- Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib kali ini kembali digelar di kota Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu (27/10) di Novotel Manado. Acara yang dibuka oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto ini membahas program-program lintas kementerian dan lembaga yang mengajak masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Tertib. Acara ini digelar sebagai bagian dari Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2018 yang berlangsung pada 26-28 Oktober 2018.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang hadir dalam kegiatan ini melalui Direktur Prasarana Perhubungan Darat, Chandra Irawan menyatakan bahwa masyarakat banyak yang belum tertib jika berbicara mengenai penggunaan fasilitas publik.

“Kami fokus di terminal karena masih banyak penumpang maupun driver yang menggunakan fasilitas yang tidak sesuai misalnya tempat parkir atau bus yang ngetem atau masyarakat yang menunggu bus tidak di ruang tunggu yang disediakan,” buka Chandra dalam paparannya.

Dari perilaku masyarakat yang awalnya dinilai belum tertib, kemudian disediakan sarana dan prasarana penunjang ketertiban yang akan memaksa masyarakat untuk berperilaku tertib. Dari sinilah nantinya diharapkan akan perlahan muncul budaya tertib di masyarakat Indonesia.

“Untuk menunjang ketertiban ini ada beberapa program yang dikerjakan yaitu prasarana sterilisasi di 51 terminal, penyediaan prasarana sky bridge, penyediaan Bus Rapid Trans (BRT) sebanyak 1.918 unit, pembangunan Area Traffic Control System (ATCS) di 19 kota, serta penyediaan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) di 49 lokasi,” jelas Chandra menjabarkan program kelompok kerja V di Gerakan Indonesia Tertib ini.

Mengenai sistem zonasi untuk sterilisasi terminal, ditargetkan pada 2019 sudah dapat diterapkan di 103 terminal. “Ini jumlahnya akan meningkat terus termasuk sky bridge yang ada di Solo. Di mana terminal Tirtonadi Solo itu nantinya jadi penghubung dengan stasiun kereta api yang berguna untuk kemudahan dan kenyamanan sehingga keterpaduan antar moda lebih mudah,” kata Chandra.

Pembagian zonasi ini nantinya akan dilakukan pembagian zona- zona tertentu di dalam terminal sebagai bagian dari rencana fasilitas. Zona 1 diperuntukkan bagi penumpang yang sudah memiliki tiket, sementara zona 2 untuk penumpang yang belum bertiket, dan ada pula zona perpindahan maupun zona pengendapan. Manfaat dibangunnya pagar zonasi ini untuk ketertiban, keamanan, dan kenyamanan penggunaan jasa di terminal.

Wiranto saat bertindak sebagai keynote speech sekaligus membuka acara Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib itu juga menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara hukum dimana hukum merupakan bagian dari kehidupan nasional. “Hukum merupakan kesepakatan kolektif dari sekelompok manusia, kalau ditaati maka sekelompok manusia itu akan teratur dan pasti. Masyarakat yang tertib ini akan mewujudkan keteraturan dalam kehidupan,” tambah Wiranto.

Menurut Wiranto selama 4 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo- Wakil Presiden Jusuf Kalla ini memang belum tercipta kehidupan masyarakat yang mencerminkan ketertiban, karena masih dalam proses menuju masyarakat tertib. Meski demikian, tambahnya, perkembangannya pasti membaik dan ada peningkatan dari tahun ke tahun.

Dalam agenda Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Tertib ini juga turut menjadi pembicara yaitu Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ronny F Sompie, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Chrysnanda Dwilaksana, Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPAN&RB Diah Natalisa, serta Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen KPPPA Leny Nurhayati Rosalin. (HS/PTR)

-----------

HUMAS DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

Pitra Setiawan

Twitter: @hubdat151
Instagram: @ditjen_hubdat
FB page dan Youtube: Ditjen Perhubungan Darat

-----------