Indonesian English

Laksanakan Dialog Nasional 9, Menhub Harapkan Feedback Dari Masyarakat

Sabtu, 31 Maret 2018 21:00 Admin1
Cetak

dialog-nasional-9

SRAGEN - Dialog nasional tentang capaian pemerintahan Jokowi-JK kembali digelar. Dialog yang sudah memasuki seri ke 9 ini mengambil tajuk “Dialog Nasional 9: Indonesia Maju” dan dilaksanakan di GOR Diponegoro Kab. Sragen, Sabtu (31/3). Melalui dialog ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap mendapatkan feedback (umpan balik) dan masukan yang konstruktif dari masyarakat.

Hadir menjadi pembicara dalam dialog ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Idrus Marham, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dan Direktur Keuangan PT PLN Sarwono Sudarto. Dialog ini dimoderatori musisi Didi Kempot dan dihadiri lebih kurang 3000 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum.

“Melalui dialog ini kami melaporkan kepada masyarakat apa yang sudah dilakukan. Harapannya apa yang sudah kami lakukan bermanfaat bagi masyarakat. Dan dalam kegiatan seperti ini kami juga meminta feedback dan masukan konstruktif dari masyarakat,” ujar Menhub.

Menhub mengaku terkejut, karena pada dialog yang dilakukan tadi banyak masukan yang berasal dari pelajar SMA. Menurutnya ini sangat baik, karena pelajar-pelajar SMA tersebut adalah generasi penerus bangsa, dimana masa depan Indonesia kedepannya akan berada di tangan mereka. Mendengarkan masukan dari mereka akan memberikan warna baru guna kemajuan Indonesia. Karena dari kacamata mereka akan banyak ditemukan masukan-masukan konstruktif yang sesuai dengan zaman sekarang.

“Saya senang, karena tadi banyak sekali anak-anak SMA kita yang luar biasa pintarnya. Mereka adalah masa depan Indonesia. Kita harus berikan kesempatan mereka berpendapat. Pendapat-pendapat inilah yang mengedukasi lebih, karena dukungan dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat ini lebih berarti menambah apa yang kita buat,” sebut Menhub.

Menhub menambahkan, pihaknya di Kementerian Perhubungan selalu mendedikasikan diri untuk kemajuan bangsa. Ia mengatakan telah banyak yang dibangun oleh Kemenhub seperti bandara dan pelabuhan yang membuat Indonesia terhubung. Karenanya dibutuhkan jiwa yang ikhlas untuk melaksanakan semua hal itu.

“Kita harus ikhlas untuk membuat Indonesia hebat,” tutur Menhub.

Secara khusus Menhub mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah Jawa Tengah selama ini berjalan sangat baik dan lancar. Di Jawa Tengah banyak terdapat infrastruktur transportasi yang sangat bagus. Gubernur Jawa Tengah, menurut Menhub sangat berperan aktif dan tidak ragu untuk menjemput bola. Ia mencontohkan keberhasilan angkutan lebaran 2017 yang tidak mungkin tercapai tanpa peran aktif dari Gubernur Jawa Tengah.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah - red). Ia berperan aktif dalam bekerja sama. Contohnya keberhasilan angkutan lebaran yang lalu, tidak akan berhasil jika tidak ada peran aktif dari beliau. Kemudian juga banyak infrastruktur di Jawa Tengah yang bagus-bagus,” urai Menhub.

Senada dengan Menhub, Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan melalui dialog ini pada hakikatnya, pemerintahan kabinet kerja hendak memberikan laporan kepada rakyat, hal-hal yang telah kita lakukan selama ini. Karena pemerintah harus dekat dengan rakyat. Karenanya pemerintah dalam menyusun programnya selalu mendengarkan masukan dari rakyat.

“Kami ingin agar rakyat melihat fakta pembangunan dan program yang dilakukan pemerintah,” kata Idrus.

Sementara itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyebut bahwa melalui dialog-dialog seperti ini akan mencul sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi tersebut tentunya akan memberikan kebaikan bagi masyarakat. Salah satunya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sragen.

“Kami menghaturkan terima kasih atas kedatangan Menteri Sosial dan Menteri Perhubungan. Merupakan kebanggaan bagi kami karena bersama pemerintah pusat bagi kami di Sragen, bersama kita mengentaskan kemiskinan. Harapannya angka kemiskinan di Sragen turun menjadi 9 persen, dimana sekarang ada di angka 13 persen,” pungkasnya. (HH/TH/LP/BI)