Indonesian English

PERHUBUNGAN DARAT JADIKAN BIMTEK SEBAGAI UPAYA STRATEGIS TINGKATKAN PENYELENGGARAAN LALU LINTAS

Sabtu, 03 Maret 2018 22:37 Admin1
Cetak

bimtek parkir

SURABAYA (02/03)- Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Pengelolaan Parkir tanggal 27 Februari hingga 2 Maret 2018 di Surabaya, Jawa Timur. Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat, Pandu Yunianto, yang membuka acara mengungkapkan bahwa bimtek ini dilaksanakan karena dinilai sebagai upaya strategis untuk meningkatkan penyelenggaraan lalu lintas, dengan mempertahankan serta meningkatkan pelayanan seiring bertumbuhnya jumlah penduduk dan kendaraan bermotor.


Untuk meningkatkan pelayanan tersebut, Pandu juga menilai perlunya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya kini pemerintah Indonesia hampir melupakan segi pembangunan SDM. “Dengan demikian diperlukan suatu peningkatan, perubahan, serta perbaikan dalam aspek manajemen dan rekayasa lalu lintas,” ujar Pandu dalam sambutannya. Dalam acara ini, peserta yang hadir berasal dari 11 Dinas Perhubungan Provinsi/ Kabupaten/ Kota di wilayah Jawa Timur, 25 Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta Direktorat Lalu Lintas.


Selama ini, Pandu menilai faktor SDM dikesampingkan karena banyak pihak yang hanya berfokus pada pembangunan fisik semata padahal menurut Pandu seharusnya pembangunan fisik diselaraskan dengan pembangunan SDM sekaligus. “Sering kali gedung yang baru dibangun beberapa tahun, namun sudah rusak tidak karuan,” ujar Pandu mengkritisi sekaligus membuka acara bimtek tersebut, Selasa (27/2) lalu. Di satu sisi, Pandu menyoroti adanya tuntutan masyarakat terhadap pemerintah. “Masyarakat pengguna jalan menginginkan kinerja penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan yang profesional, optimal, handal, dan tingkat keselamatan yang tinggi,” tambahnya. Ia menjabarkan bahwa untuk mencapai semua hal tersebut diperlukan suatu langkah proaktif dari pemerintah sebagai penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan.


Tema pun tak kalah pentingnya dalam sebuah acara, bagi Pandu sebuah bimtek yang baik adalah yang temanya dapat disinkronkan dengan lokasi sehingga peserta langsung dapat melihat contoh penerapan yang sesuai. “Tema acaranya manajemen perparkiran dan lalu lintas maka coba dilihat rambu, marka dan tata tertib lainnya. Seperti Kota Surabaya ini adalah contoh yang baik,” puji Pandu.


Secara umum bimtek merupakan bekal kerja untuk tiap peserta dan juga modal yang baik bagi institusi pemerintahan. “Kita sebagai regulator harus fokus pada masalah regulasi. Tidak cukup dengan bekerja keras, tapi juga harus bekerja cerdas,” tambah Pandu. Baginya dalam kerja cerdas yang diukur adalah tingkat produktivitas bekerjanya. Ia juga menjabarkan bahwa bekerja cerdas haruslah cekatan, efisien, responsif, disiplin, akuntabel, dan juga santun. Ke depannya, Ditjen Perhubungan Darat berharap bimtek semacam ini mampu memberikan manfaat bagi pegawai perhubungan di daerah dalam penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas jalan dan pengelolaan parkir. Selain itu, saya berpesan, agar terus dipupuk rasa memiliki dengan penuh tanggung jawab untuk bersama-sama menyelenggarakan lalu lintas yang lancar dan handal. Bimtek yang dilaksanakan selama 4 hari ini diisi oleh materi manajemen dan survei Lalu Lintas dan Angkatan Jalan (LLAJ) serta pengelolaan parkir. Pemateri dihadirkan dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat. (AP/HS/KDN/DW)