Indonesian English

PROMOSIKAN BUDAYA BERKENDARA YANG AMAN DAN BERTANGGUNG JAWAB, KEMENHUB APRESIASI PROGRAM MICHELIN SAFETY ACADEMY

Jumat, 06 Oktober 2017 11:08 Admin1
Cetak

 

WhatsApp Image 2017-10-05 at 5.36.37 PM

 

JAKARTA (4/10) – Menurut data kecelakaan Korlantas Polri kuartal kedua tahun 2017, lebih dari sepertiga jumlah kecelakaan di Indonesia melibatkan pengendara berumur 15-24 tahun. Untuk membantu permasalahan ini, Michelin mengadakan Michelin Safety Academy (MSA) untuk mengedukasi pengemudi usia muda mengenai berkendara yang aman, sehingga dapat menjadi pengendara yang bertanggung jawab.

“Setiap pengguna jalan memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Sebagai generasi penerus bangsa, penting bagi para murid untuk menyadari hal tersebut,” ujar Plt. Direktur Jenderal Pehubungan Darat Hindro Surahmat pada Press Conference & Kick Off Michelin Safety Academy 2017. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT. Michelin Indonesia atas perhatian yang besar terhadap penanganan keselamatan jalan di Indonesia melalui Michelin Safety Academy dalam mempromosikan budaya berkendara yang aman,” tambahnya.

“Keselamatan merupakan hal yang paling esensial dalam penyelenggaraan transportasi, karena kecelakaan menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik yang menyangkut manusia maupun harta bendanya. Kecelakaan mengakibatkan sejumlah manusia meninggal dunia, mengalami kecacatan atau luka berat, kerugian material, kerusakan prasarana dan fasilitas umum,” ungkap Hindro.

Berdasarkan fakta di Indonesia pada tahun 2016, setiap harinya sekitar 70 – 71 jiwa atau 2 – 3 orang tiap jam meninggal karena kecelakaan. “Untuk itu perhatian kita terhadap pembangunan keselamatan jalan harus terus ditingkatkan. Kita tidak boleh lengah, keselamatan di jalan harus tetap diupayakan secara lebih giat lagi,” tegas Hindro.

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, diinstruksikan kepada beberapa Kementerian, Kepolisian RI, para Gubernur, Walikota dan Bupati di seluruh Indonesia untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melaksanakan Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan.

Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah melakukan sosialisasi kepada pelajar dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi, guru dan masyarakat, membangun manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan sekolah bernama Zona Selamat Sekolah (ZoSS), membangun Taman Edukatif Keselamatan Jalan, membangun Rute Aman dan Selamat Sekolah (RASS), mengadakan Pekan Nasional Keselamatan Jalan, dan membuat maskot keselamatan jalan Indonesia yaitu Zeta (Zebra Sahabat Kita).

“Keselamatan jalan merupakan tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah saja tetapi dunia usaha (BUMN dan swasta) serta masyarakat pada umumnya juga harus berperan serta dalam upaya meningkatkan keselamatan jalan,” tutur Hindro.

“Kami sangat mengharapkan kemunculan program seperti ini lagi di tahun-tahun yang akan datang. Juga kepada seluruh instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, kami mengharapkan lebih berperan lagi dalam turut membangun, mensosialisasikan dan membudayakan keselamatan lalu lintas jalan,” tutup Hindro. (DS/PTR)

 

WhatsApp Image 2017-10-05 at 5.36.37 PM 1