Indonesian English

CEGAH KECELAKAAN, KEMENHUB TEKANKAN PENTINGNYA KESELAMATAN ANGKUTAN SUNGAI DAN DANAU

Rabu, 10 Mei 2017 00:00 Admin1
Cetak

sdp

PONTIANAK - Tingginya tingkat kecelakaan yg terjadi di Indonesia akhir-akhir ini tentunya menjadi prioritas pemerintah secara khusus bagi Kementerian Perhubungan untuk segera mengambil langkah, baik melalui kebijakan-kebijakan maupun berbagai program kegiatan yg dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya menekan angka kejadian kecelakaan. Salah satunya yaitu pada angkutan sungai dan danau.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sebagaimana perintah Menteri Perhubungan terus berusaha meningkatkan kinerja keselamatan angkutan sungai dan danau, dalam rangka peningkatan keselamatan transportasi sungai, danau, dan penyeberangan serta memberikan bimbingan teknis terkoordinasi dengan instansi yang terlibat terhadap peningkatan keselamatan dalam berlalu lintas di sungai dan danau.

"Perlunya peningkatan kualitas SDM aparatur Perhubungan baik di pusat maupun daerah, mendorong kami untuk melaksanakan bimbingan teknis keselamatan angkutan sungai dan danau," ucap Farida Makhmudah Kepala Sub Direktorat Audit dan Inspeksi Keselamatan Direktorat Pembinaan Keselamatan yang mewakili Direktur Pembinaan Keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Eddi pada pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan Angkutan Sungai dan Danau Tahun 2017 di Pontianak (8/5).

Beberapa hal yang ditekankan pada bimtek keselamatan angkutan sungai dan danau tersebut antara lain yaitu pengenalan dan pemahaman ruang lingkup keselamatan pelayaran angkutan sungai dan danau, inventarisasi peralatan keselamatan, perambuan, kelaikan angkutan, juga pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) angkutan sungai dan danau.

"Sebagaimana kita ketahui angkutan sungai dan danau sangat rentan terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa oleh karenanya penting dipahami bersama baik oleh para operator kapal maupun oleh Dinas Perhubungan sebagai regulator terkait keselamatan angkutan. Pemahaman akan rambu-rambu sungai juga penting karena walaupun secara kasat mata sungai itu lebar dan luas namun ada rambu-rambu yang mengatur alur yang dapat dilayari," ujar Farida. "Tata cara muat dan cara-cara memberi pertolongan jika terjadi kecelakaan juga wajib diketahui dan dipahami. Jangan hanya sekedar mencari penumpang sebanyak-banyaknya."

"Harapannya ini dapat menjadi upaya pencegahan terjadinya kecelakaan pelayaran sungai dan danau," ucap Farida. "Dan pada akhirnya juga dapat mendukung program keselamatan transportasi di Indonesia," lanjutnya.

Kegiatan Bimbingan Teknis Keselamatan Angkutan Sungai dan Danau Tahun 2017 ini diikuti oleh peserta yg meliputi Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Perhubungan Kabupaten / Kota di seluruh provinsi Kalimantan Barat. Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, para Kepala Dinas Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. (DS/PTR)