Indonesian English

KEMENHUB MINTA PENGUSAHA ANGKUTAN BARANG TAK LANGGAR BATAS MUATAN

Rabu, 17 Mei 2017 16:12 Admin1
Cetak

organda dirjen

SURABAYA (16/5) - Jembatan Timbang merupakan alat pengawasan angkutan barang dari kelebihan muatan, untuk menjaga kelaikan kendaraan dan meminimalisir kerusakan jalan akibat muatan lebih. "Saya minta angkutan barang tidak melanggar ketentuan batas muatan," kata Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto dalam sambutannya ketika membuka Musyawarah Kerja Cabang III dan Seminar Dahsyat 2017 Organda DPC Khusus Tanjung Perak (Angsuspel) di Hotel Wyndham, Surabaya, 16 Mei 2017. "Kami berharap dukungan semua pihak khususnya anggota Organda agar berkomitmen melaksanakannya," lanjutnya.

Dengan terbitnya UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, Terminal Tipe A dan Jembatan Timbang kewenangannya dialihkan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Berkaitan dengan hal tersebut, Pudji mengatakan, "Saya harap pengusaha angkutan barang khususnya yang di Tanjung Perak kedepannya dapat bersinergi dengan penyelenggara jembatan timbang sehingga dapat lebih baik dan berkualitas."

"Sesuai arahan Menteri Perhubungan," lanjut Pudji, "Saat ini Jembatan Timbang sedang melakukan perubahan yang fundamental." Pudji melanjutkan, "Jumlah jembatan timbang sebanyak 141 unit tersebar di 26 provinsi, telah kita operasikan 25 jembatan timbang, dan 9 diantaranya dijadikan percontohan dengan dikelolakan kepada pihak ketiga."

Pudji juga menjelaskan bahwa dalam rangka persiapan operasional jembatan timbang, Kemenhub telah melakukan MoU dengan Kepolisian dan Kementerian PUPR. "Penandatangan MoU dilaksanakan di Mabes Polri dan disaksikan oleh Menteri Perhubungan," tambahnya. "Selain itu akan dilakukan modernisasi peralatan konvensional menjadi peralatan modern berbasis teknologi informasi (IT)," kata Pudji.

Pudji mengatakan pihaknya menyambut baik kegiatan musyawarah ini. "Secara umum musyarawah ini bertujuan untuk meningkatkan aspek keselamatan di bidang transportasi darat, khususnya angkutan barang," ucapnya. Pada kesempatan tersebut, para pengusaha angkutan barang yang tergabung dalam Organda DPC Khusus Tanjung Perak mendeklarasikan Zero Overload, Zero Accident. "Pemerintah mendorong terwujudnya semangat Zero Overload, Zero Accident dalam penyelenggaraan angkutan barang," kata Pudji. "Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh DPC Organda Tanjung Perak yang berinisiatif menginisiasi hal ini," lanjut Pudji.

Ketua DPC Organda Tanjung Perak, Kody Lamahayu, dalam sambutannya mengatakan, "Angkutan barang harus mengikuti kemajuan teknologi." Sementara itu Ketua DPP Organda Adrianto Djokosoetono mengatakan, "Kita perlu mensikapi kemajuan teknologi, agar usaha kita semakin baik dan kompetitif." Selain itu Adrianto juga menyatakan dukungannya terhadap pengoperasian jembatan timbang, "Kami mendukung juga diaktifkannya jembatan timbang."

Kegiatan musyawarah kerja cabang organda DPC Khusus Tanjung Perak dengan tema Pengaruh Kemajuan Teknologi dalam usaha Transportasi Darat ini dihadiri oleh anggota Organda DPC Khusus Tanjung Perak, instansi pemerintah, TNI, Polri dan BUMN terkait. (CAS/PTR)