Indonesian English

DIRJEN PUDJI: SAATNYA TERMINAL PENUMPANG TIPE A TINGKATKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT

Jumat, 07 April 2017 16:41 Admin1
Cetak

dirjen terminal

Jakarta (3/4) - "Tahun 2017 ini harus menjadi momen perbaikan dan peningkatan pelayanan di Terminal penumpang tipe A yang dalam beberapa tahun terakhir mulai ditinggalkan para pengguna jasa angkutan umum. Ini sesuai arahan Menhub saat konferensi video di Ponorogo, bahwa sejak kewenangan Terminal penumpang tipe A beralih ke pusat harus ada perbaikan dalam pelayanan dibandingkan saat belum beralih," demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto saat membuka Rapat Kerja Teknis Terminal Penumpang Tipe A seluruh Indonesia di Yogya, Senin (3/4).

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa terhitung mulai Januari 2017, kewenangan pengoperasian Terminal Tipe A beralih ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Lebih lanjut Pudji menyampaikan bahwa Terminal penumpang tipe A memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan pelayanan angkutan yang selamat, aman dan nyaman.
"Terminal menjadi simpul transportasi dimana perjalanan berawal dan berakhir. Di terminal dilakukan pendataan realisasi angkutan dan pemeriksaan kesiapan kendaraan beserta pengemudinya. Pemeriksaan keabsahan STNK, Buku Uji, Kartu Pengawasan Ijin Trayek dan kesehatan pengemudi itu semua dilakukan di terminal. Jangan ada pelaksanaan tugas yang negatif lagi. Jangan PUNGLI," lanjut Pudji.

"Saya ingin menekankan kepada para personil yang bertugas di terminal penumpang tipe A bahwa perubahan mental dan perilaku lebih penting daripada memperbaiki fisik bangunan terminal. Gunakan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membantu pengawasan kinerja angkutan umum," tegas Pudji. "Semua ada tata caranya. Pedoman kerja kita adalah peduli BARIS yaitu Bersih, Aman, Rapih, Indah dan Sehat. Melalui pedoman itu, kita harus bisa meningkatkan kualitas pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan dokumen perjalanan angkutan umum, meningkatkan kualitas kelaikan kendaraan bermotor umum, meningkatkan kompetensi petugas dan pengemudi."

Sebelum terbitnya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014, terminal penumpang tipe A dikelola oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dimana fungsi pelayanan kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan fungsi Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Sejak tahun 2017 ini, terminal penumpang tipe A JANGAN sekedar menjadi tempat keluar dan masuk kendaraan saja namun juga bagaimana supaya terminal bisa menjadi pusat kegiatan baru di wilayahnya," ucap Pudji. "Jika stasiun kereta bisa berbenah menjadi nyaman, kenapa terminal belum bisa? Kuncinya hanya di keinginan dan BISA (Brilliant, Innovative, Speed dan Accountable)."

"Peningkatan pelayanan ini diperlukan karena tugas kita memang sebagai pelayan masyarakat. Kuncinya melalui 5 (lima) mau. Mau berubah, Mau turun ke lapangan, Mau tegur sapa, Mau terima saran, Mau berbuat " kata Pudji. "Melalui 5 mau yang saya sampaikan tadi dan ditambah dengan penggunaan Teknologi Informasi akan mengurangi celah pungli, dan tidak bosan-bosan saya sampaikan kepada para pegawai untuk Tidak Pungli."

"Perubahan berawal dari moral, yang kedua profesional, ikhlas, kualitas dalam hal keamanan/ keselamatan, kenyamanan, kesetaraan," kata Pudji. "Kalau moral kita baik, pungli itu akan hilang," tegasnya.

Acara Rapat Kerja Teknis Terminal Penumpang Tipe A ini juga dihadiri oleh Direktur Pembinaan Keselamatan Eddi, Direktur Angkutan dan Multi Moda Cucu Mulyana, Direktur Prasana J.E Wahyuningrum serta personil petugas Terminal Penumpang Tipe A seluruh Indonesia. (PTR)

-------